• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Hukrim

Hutan Baru Dianggap Penting setelah Korban Tembus 1.003 Jiwa

Novi Rahmadani

Senin, 15 Desember 2025 13:51:28 WIB
Cetak
Hutan Baru Dianggap Penting setelah Korban Tembus 1.003 Jiwa

Sumatra, BeritaOne.Id - KITA kembali menengok saudara kita yang tertimpa bencana tanda tangan di tanah Sumatera. Update terkini, sudah 1.003 jiwa meninggal.

Al Fatihah untuk seluruh korban. Ketika korban sudah mencapai seribu lebih, barulah pemerintah memandang pentingnya hutan. Perusahan perusak lingkungan mulai disikat satu per satu.

1.003 orang mati di Sumatera. Angka yang ditulis rapi, lurus, sopan, mirip laporan laba rugi perusahaan tambang. Seribu tiga. Bukan typo. Bukan salah hitung. Seribu tiga nyawa diseret lumpur dan air bah, tenggelam bersama dosa panjang yang selama ini kita sebut pembangunan.

Di balik angka itu ada anak yang tak sempat dewasa, ibu yang tak sempat pamit, bapak yang tak sempat menarik gaji terakhir. Rumah-rumah hilang, bukan pindah alamat, tapi pindah alam.

Hampir seribu orang lain mengungsi. Tidur di tenda tipis, beralas tanah basah, ditemani hujan yang bunyinya seperti pengingat dosa yang jatuh berulang. Mereka tak lagi sibuk menunggu bantuan. Mereka hanya berharap malam ini tidak ikut jadi angka baru besok pagi.

Bantuan tentu datang. Datang dengan gaya pidato kenegaraan. Puluhan ton beras, ribuan selimut, ratusan toilet portabel, dapur umum yang katanya bisa memasak ratusan ribu bungkus nasi sehari. Di berita, semua tampak megah.

Di posko terpencil, masih ada ibu membagi satu telur untuk tiga anak. Masih ada lansia menggigil tanpa obat. Masih ada bayi menangis karena susu telat datang. Rp80 miliar dari Kemensos, kata siaran pers. Angka besar, sampai kita sadar, tak satu pun dari seribu tiga nyawa itu bisa ditebus, bahkan dengan stimulus rumah rusak berat enam puluh juta rupiah per kepala keluarga.

Tapi jangan larut dalam duka, lae. Ada kabar baik. Per 14 Desember 2025 pukul 15.30 WIB, Indonesia berada di peringkat kedua klasemen sementara SEA Games 2025 dengan 32 medali emas.

Luar biasa. Negeri ini tetap berlari kencang di arena olahraga, meski di arena kehidupan, rakyatnya sedang berjuang bertahan dari banjir dan longsor. Kita boleh bangga, di saat alam runtuh dan manusia hanyut, bendera tetap berkibar gagah di podium.

Negara pun hadir dengan gaya heroik. Menteri Lingkungan Hidup mencabut persetujuan lingkungan delapan perusahaan. Delapan! Perusahaan yang selama ini membabat hutan seperti membersihkan halaman rumah sendiri.

Di Batang Toru, tiga sampai empat raksasa, PT Agincourt Resources, PTPN III, North Sumatera Hydro Energy, dihentikan operasionalnya. Tapi tenang, ini hanya sementara. Mau audit lingkungan ketat, katanya. Sementara, wak. Alam boleh rusak puluhan tahun, perusahaan cukup istirahat sejenak.

Belum puas, Menteri Kehutanan ikut unjuk ketegasan. Dua puluh izin pemanfaatan hutan seluas tujuh ratus lima puluh ribu hektare akan dicabut karena “kinerjanya buruk”. Bukan karena hutan mati. Bukan karena sungai berubah jadi algojo massal. Tapi karena kinerja.

Langkah tegas ini diambil tepat setelah seribu tiga orang meninggal. Timing-nya rapi, seperti pemadam kebakaran yang datang setelah api berubah jadi abu.

Moratorium diberlakukan. Investigasi di dua belas lokasi berjalan. Penegakan hukum dikoordinasikan. Bahasa-bahasa negara yang terdengar kokoh dan berwibawa.

Sayangnya, semua itu muncul setelah gelondongan kayu hanyut bersama mayat, setelah tanah longsor lebih dulu menagih korban.

Kita pun diminta lega. Katanya perusahaan perusak hutan mulai “disikat satu per satu”. Satu per satu, gam. Pelan. Sabar. Seolah korban bisa antre menunggu keadilan. Seolah seribu tiga nyawa itu sekadar angka pemanasan sebelum kebijakan serius benar-benar diterapkan.

Maafkan kami, para korban. Kami baru peduli setelah kalian mati. Kami baru tegas setelah rumah kalian rata. Kami baru ribut setelah alam berubah jadi senjata.

Kini kami sibuk menghitung hektare hutan yang akan dicabut izinnya, sambil sesekali menengok klasemen SEA Games, bangga pada medali emas, sambil menutup mata dari lumpur yang masih mengubur cerita manusia.

Seribu tiga nyawa melayang, dan kita masih menyebut ini musibah. Padahal ini hasil. Hasil dari izin yang ditandatangani sambil tersenyum, dari hutan yang dianggap angka, dari kesadaran yang selalu datang terlambat. Tragis? Jelas. Menyedihkan? Pasti. Manusiawi? Terlalu manusiawi, sampai kita lupa bahwa alam juga punya batas kesabaran.

Hutan gundul tinggal cerita
Sungai meluap bawa nestapa
Medali emas kita bersorak ria
Seribu nyawa hilang tak terbaca

Kayu hanyut ke muara sepi
Lumpur naik menutup halaman
Podium tinggi negeri dirayai
Tenda pengungsi jadi halaman depan

Izin diteken tinta berkilau
Alam runtuh kian membara 
Klasemen naik hilang galau
Kubur massal sunyi tanpa suara

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar**BrOne-09


Sumber : Rmol Com /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Hukrim

Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:24:59 WIB
Hukrim

Kasus Korupsi Rumah Eks Pejuang Timtim Masih Diselidiki, Komisi Kejaksaan Desak Kejati NTT Tuntaskan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:22:00 WIB
Hukrim

Aksi Kejar-Kejaran di Kebun Sawit Berakhir dengan Penangkapan, Satresnarkoba Polres Inhu Ringkus Dua Pengedar Sabu

Jumat, 07 Agustus 2026 - 08:14:43 WIB
Hukrim

Gagal di Percobaan Pertama, Polsek Rengat Barat Berhasil Ringkus Dimas dan Rekannya, 11 Paket Sabu Disita

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:38:02 WIB
Hukrim

Terungkap Setelah Bertahun-tahun, Dugaan Kekerasan Seksual Bermodus Pengobatan "Nikah Batin" Diusut Polres Inhu

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:31:59 WIB
Hukrim

Kepungan Polisi Tak Memberi Celah, Pengedar Narkoba di Air Jernih Ditangkap Usai Lompat dari Jendela Rumah

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:01:18 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
14 Agustus 2026
Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
13 Agustus 2026
Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
12 Agustus 2026
54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
12 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
12 Agustus 2026
Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
12 Agustus 2026
Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
11 Agustus 2026
Kasus Korupsi Rumah Eks Pejuang Timtim Masih Diselidiki, Komisi Kejaksaan Desak Kejati NTT Tuntaskan
11 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
    Dibaca: 940 Kali
  • 02
    Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
    Dibaca: 218 Kali
  • 03
    Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
    Dibaca: 226 Kali
  • 04
    Kasus Korupsi Rumah Eks Pejuang Timtim Masih Diselidiki, Komisi Kejaksaan Desak Kejati NTT Tuntaskan
    Dibaca: 219 Kali
  • 05
    Dodi Irawan dan Iskandar Zulkarnain Bawa Pesan Budaya Lewat Puisi “Laksamana Riau”
    Dibaca: 298 Kali
  • 06
    Rawat Jalan dan Kurangi Debu, PT PAS Mitra Agrinas Beri Manfaat bagi Warga Danau Rambai
    Dibaca: 289 Kali
  • 07
    Wacana Kota Rumbai Kembali Mencuat, Spanduk “Selamat Datang di Kota Rumbai” Terpampang di Jembatan Siak IV
    Dibaca: 331 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id