PETALING JAYA – Stok minyak sawit mentah (CPO) yang naik 3% bulan ke bulan menjadi 2,27 juta ton pada akhir Januari, diprediksi akan berkurang dalam waktu dekat lantaran beberapa faktor yang bisa menaikkan harga komoditas.
Namun demikian adanya persaingan yang ketat antara produsen minyak sawit Indonesia dan Malaysia akan terus berlanjut bahwa tingkat stok minyak sawit yang tinggi di negara pengimpor dapat berdampak pada ekspor CPO Malaysia ke depan.
Dilansir The Star, para analis memproyeksikan harga minyak sawit mentah (CPO) rata-rata berkisar antara RM 3.500 dan RM 4.000 per ton untuk tahun ini.
Salah satu faktor utama yang akan mendongkrak harga CPO dalam waktu dekat ialah langkah Indonesia dalam menangguhkan beberapa izin ekspor minyak sawit untuk mengamankan pasokan domestik, lantaran adanya kenaikan harga minyak goreng sawit menjelang Ramadhan dan idul Fitri.
Dilaporkan bahwa hanya sekitar sepertiga dari kuota ekspor yang ada sekitar 5,9 juta ton pada akhir Januari dapat digunakan sekarang, sedangkan sisanya dapat digunakan setelah awal Mei.
Hal ini kemungkinan akan membatasi volume ekspor minyak sawit dari Indonesia dalam beberapa bulan mendatang dan akan mendukung harga CPO.
“Rencana Indonesia untuk menaikkan mandat biodiesel menjadi 35% dari sebelumnya 30% akan memacu penggunaan minyak sawit di Indonesia ini yang menjadi pertanda baik bagi harga CPO,” kata analis.