• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 03 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

Petani Curiga Ada Agenda Politik Di Balik Larangan Ekspor

MD Yasir

Jumat, 29 April 2022 10:42:37 WIB
Cetak
Petani Curiga Ada Agenda Politik Di Balik Larangan Ekspor

SAMARINDA, Beritaone.id - Kontroversi terkait larangan ekspor bahan baku dan minyak goreng (migor) yang diberlakukan pemerintah sejak 28 April 2022 kemarin terus bergulir.

Ketua DPD Apkasindo Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmad Indradi, menduga ada agenda tersembunyi di balik menetasnya kebijakan tersebut. Sebab, kebijakan itu justru berdampak pada merosotnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani, khususnya petani swadaya.

"Pertanyaannya, apakah kebijakan itu satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan migor dalam negeri? Tidak adakah kebijakan lain yang win-win solution?" katanya, Jumat (29/4/2022).

Yang membuat dia makin bingung, kabinet Presiden Jokowi kabarnya diisi para menteri yang terbaik, namun justru membuat kebijakan yang malah dinilai menyengsarakan masyarakat.

Menurut alumni UGM tahun 2003 itu, masalah harga migor sebenarnya tidak terlalu rumit. Bahkan juga tidak butuh teori yang mendalam. Sebab kebutuhan dalam negeri hanya sebagian kecil dari total produksi bahan baku yang ada. 

"Kebutuhan dalam negeri hanya sekitar 5-6 juta ton. Sedangkan produksi bahan baku yakni CPO mencapai hampir 50 juta ton. Lalu kenapa malah mengorbankan 42% yang merupakan petani swadaya yang justru menyumbangkan produksi CPO itu? Apakah kebijakan itu benar-benar untuk kepentingan rakyat? Atau justru untuk kepentingan tersembunyi yang menyengsarakan rakyat?" ucapnya lagi.

Kepentingan tersembunyi yang dia maksud adalah aroma politik yang berkaitan dengan Pilpres 2024 mendatang. Dia menduga ada yang berusaha meraup dana politik dengan banyak cara dan lebih mudah dengan kebijakan itu.

"Keadaan saat ini bisa membuat korporasi-korporasi tertentu memproduksi CPO, migor dan produk turunan lain dengan biaya produksi sangat murah dengan membeli  CPO murah, beli TBS petani dengan harga murah pula. Kemudian ditimbunlah produk sawit itu sebanyak-banyaknya. Setelah itu buka pintu ekspor kembali, dengan alasan ada desakan dari petani," tukasnya.

Jika itu yang terjadi, maka untung yang didapat pengusaha sangat besar. "Luar biasalah profit yang diraih. Cuan besar, yang bisa dipakai untuk kepentingan tertentu, termasuk kepentingan politik lainnya," imbuhnya lagi.

Ia merasa analisa seperti itu sah-sah saja terjadi di tengah masyarakat.

"Sebagai rakyat yang terdampak keadaan, boleh saja kita menilai dan menduga apa penyebab keadaan saat ini. Dengan harapan supaya tidak terus menerus menjadi korban kepentingan para politisi dan pengusaha hitam yang sedang bermain," tutupnya.


Sumber : elaeis.co /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 366 Kali
  • 02
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 253 Kali
  • 03
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 295 Kali
  • 04
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 300 Kali
  • 05
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 333 Kali
  • 06
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 320 Kali
  • 07
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 662 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id