• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

Petani Curiga Ada Agenda Politik Di Balik Larangan Ekspor

MD Yasir

Jumat, 29 April 2022 10:42:37 WIB
Cetak
Petani Curiga Ada Agenda Politik Di Balik Larangan Ekspor

SAMARINDA, Beritaone.id - Kontroversi terkait larangan ekspor bahan baku dan minyak goreng (migor) yang diberlakukan pemerintah sejak 28 April 2022 kemarin terus bergulir.

Ketua DPD Apkasindo Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmad Indradi, menduga ada agenda tersembunyi di balik menetasnya kebijakan tersebut. Sebab, kebijakan itu justru berdampak pada merosotnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani, khususnya petani swadaya.

"Pertanyaannya, apakah kebijakan itu satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan migor dalam negeri? Tidak adakah kebijakan lain yang win-win solution?" katanya, Jumat (29/4/2022).

Yang membuat dia makin bingung, kabinet Presiden Jokowi kabarnya diisi para menteri yang terbaik, namun justru membuat kebijakan yang malah dinilai menyengsarakan masyarakat.

Menurut alumni UGM tahun 2003 itu, masalah harga migor sebenarnya tidak terlalu rumit. Bahkan juga tidak butuh teori yang mendalam. Sebab kebutuhan dalam negeri hanya sebagian kecil dari total produksi bahan baku yang ada. 

"Kebutuhan dalam negeri hanya sekitar 5-6 juta ton. Sedangkan produksi bahan baku yakni CPO mencapai hampir 50 juta ton. Lalu kenapa malah mengorbankan 42% yang merupakan petani swadaya yang justru menyumbangkan produksi CPO itu? Apakah kebijakan itu benar-benar untuk kepentingan rakyat? Atau justru untuk kepentingan tersembunyi yang menyengsarakan rakyat?" ucapnya lagi.

Kepentingan tersembunyi yang dia maksud adalah aroma politik yang berkaitan dengan Pilpres 2024 mendatang. Dia menduga ada yang berusaha meraup dana politik dengan banyak cara dan lebih mudah dengan kebijakan itu.

"Keadaan saat ini bisa membuat korporasi-korporasi tertentu memproduksi CPO, migor dan produk turunan lain dengan biaya produksi sangat murah dengan membeli  CPO murah, beli TBS petani dengan harga murah pula. Kemudian ditimbunlah produk sawit itu sebanyak-banyaknya. Setelah itu buka pintu ekspor kembali, dengan alasan ada desakan dari petani," tukasnya.

Jika itu yang terjadi, maka untung yang didapat pengusaha sangat besar. "Luar biasalah profit yang diraih. Cuan besar, yang bisa dipakai untuk kepentingan tertentu, termasuk kepentingan politik lainnya," imbuhnya lagi.

Ia merasa analisa seperti itu sah-sah saja terjadi di tengah masyarakat.

"Sebagai rakyat yang terdampak keadaan, boleh saja kita menilai dan menduga apa penyebab keadaan saat ini. Dengan harapan supaya tidak terus menerus menjadi korban kepentingan para politisi dan pengusaha hitam yang sedang bermain," tutupnya.


Sumber : elaeis.co /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
17 Agustus 2026
Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
16 Agustus 2026
PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
16 Agustus 2026
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
14 Agustus 2026
Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
13 Agustus 2026
Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
12 Agustus 2026
54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
12 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
12 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 320 Kali
  • 02
    PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
    Dibaca: 212 Kali
  • 03
    Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
    Dibaca: 224 Kali
  • 04
    Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
    Dibaca: 270 Kali
  • 05
    Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
    Dibaca: 983 Kali
  • 06
    54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
    Dibaca: 237 Kali
  • 07
    Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
    Dibaca: 296 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id