• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

SLKS Hantarkan Petani Sawit Swadaya Peroleh Sertifikat RSPO Pertama Di INHU

MD Yasir

Selasa, 29 Maret 2022 07:39:53 WIB
Cetak
SLKS Hantarkan Petani Sawit Swadaya Peroleh Sertifikat RSPO Pertama Di INHU

INDRAGIRI HULU, Beritaone.id - Sebanyak 304 petani sawit swadaya yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun, di Kabupaten Indragiri Hulu, menjadi kelompok petani pertama di wilayah tersebut yang berhasil memperoleh sertifikasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Pencapaian ini merupakan hasil program kerjasama antara Widya Erti Indonesia (WEI), Unilever dan Daemeter Consulting yang dilaksanakan dari tahun 2017-2019 dengan menggunakan pendekatan Sekolah Lapang Kelapa Sawit (SLKS) untuk membantu pekebun swadaya menerapkan Good Agricultural Practices (GAP). 

Setelah satu siklus SLKS dilaksanakan, 35 petani alumni SLKS yang berbakat dan berminat untuk mengembangkan dirinya diberikan pelatihan terkait kefasilitatoran, teknik fasilitasi dan kelembagaan.

Selanjutnya, sebagai upaya mengatasi keresahan petani fasilitator terkait kesulitan memperoleh pupuk, ketidakstabilan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, dan terkadang terkendala masalah hutang kepada tengkulak, petani fasilitator sepakat untuk mendirikan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun tahun 2019.

Pada tahun 2020, WEI Riau dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun memulai proyek untuk memperkuat praktik keberlanjutan mereka. Cahyo Risambodo dari WEI Riau mengatakan, “Proyek penguatan ini diperlukan sebagai jalan untuk membantu petani sawit swadaya meningkatkan praktik keberlanjutan mereka agar lebih siap mengikuti sertifikasi RSPO”.

Manfaat Sertifikasi RSPO 

Sebagai bagian dari program, petani sawit menandatangani surat komitmen untuk menerapkan Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO dan Indikator terkaitnya. Selain itu, dibentuk tim Internal Control System (ICS) untuk melakukan pemantauan unit Karya Serumpun, termasuk unit Pengendalian Hama Terpadu (PHT)), area Nilai Konservasi Tinggi (NKT), dan faktor penting lainnya untuk memastikan bahwa mereka dapat mematuhi peraturan standar RSPO.

Namun dalam proses mendapatkan sertifikasi, salah satu tantangan utama yang dihadapi petani adalah terkait dengan legalitas kepemilikan lahan. Masih ada beberapa petani yang belum memiliki legalitas atas lahan mereka, yang mana itu merupakan persyaratan utama untuk mendapatkan sertifikasi RSPO. 

Hal ini dikarenakan biaya yang mahal dan proses administrasi yang rumit. Dalam proses ini, WEI mendukung para petani ini untuk mendapatkan surat resmi (SKT atau SPORADIK) untuk lahan mereka, yang memungkinkan petani dalam melanjutkan proses sertifikasi.

Pada Agustus 2021, proses audit sertifikasi RSPO berlangsung. Hasilnya menunjukkan bahwa 304 petani dari 825 anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun resmi mendapatkan sertifikasi RSPO pada tanggal 1 Desember 2021, dengan luas lahan 584,09 hektar.

Cahyo mengatakan, manfaat sertifikasi RSPO telah dirasakan oleh anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun melalui perbaikan sistem manajemen perkebunan baik dari segi pemeliharaan perkebunan dan produktivitas tanaman, serta peningkatan perekonomian keluarga petani.

Selain itu, karena proses sertifikasi memerlukan bukti kepemilikan kebun yang sah, petani dapat memperolehnya melalui Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) dan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) yang mencantumkan titik koordinat kebun petani.
 
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun, Juliono, mengungkapkan bahwa proses awal dalam upaya mendorong petani agar beralih ke praktik yang lebih berkelanjutan merupakan hal yang cukup menantang.

“Sebelumnya tidak ada pemahaman mengenai sertifikasi RSPO dan masih ada anggota yang mempertanyakan manfaat penerapan P&C RSPO,” katanya.

Namun, Juliono menambahkan, dengan terus mensosialisasikan konsep dan memberikan pemahaman tentang manfaat mengikuti sertifikasi RSPO,  para petani sawit anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun sepakat untuk melanjutkan proses sertifikasi RSPO.

“Setelah melalui berbagai proses pendampingan, akhirnya para petani menjadi lebih memahami tentang perawatan kebun yang baik, cara pemupukan, penanggulangan gulma, pengendalian hama dan penyakit, serta tata cara pemanenan TBS yang baik,” kata Juliono.

“Penerapan sertifikasi RSPO terbukti sangat bermanfaat, kebun kelapa sawit jadi terawat dengan baik, hasil produksi meningkat, nilai perkebunan petani lebih tinggi, dan legalitas lahan/ kebun menjadi jelas,” kata Juliono.

Hal positif lainnya yang didapat, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun telah bertambah anggotanya dari 200 anggota menjadi 825 petani, dan 304 di antaranya kini telah memperoleh sertifikasi RSPO.
 
Kendati belum seluruh petani anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun memiliki sertifikasi RSPO, Juliono mengatakan pihaknya akan terus mensosialisasikan mengenai RSPO kepada para petani dan mendorong mereka untuk beralih ke praktik sawit berkelanjutan, guna mendapatkan sertifikasi di masa mendatang. 


 Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
16 Agustus 2026
PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
16 Agustus 2026
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
14 Agustus 2026
Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
13 Agustus 2026
Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
12 Agustus 2026
54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
12 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
12 Agustus 2026
Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
12 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 267 Kali
  • 02
    Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
    Dibaca: 249 Kali
  • 03
    Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
    Dibaca: 977 Kali
  • 04
    54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
    Dibaca: 218 Kali
  • 05
    Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
    Dibaca: 272 Kali
  • 06
    Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
    Dibaca: 211 Kali
  • 07
    Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
    Dibaca: 268 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id