• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 25 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pendidikan
  • Inhu

Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis, Ditinjau dari Teori Pedagogi

Ramdana Yudha

Selasa, 09 Juni 2026 19:34:14 WIB
Cetak
Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis, Ditinjau dari Teori Pedagogi
Robi Suhardi, S.Psi Foto: Istimewa

Riau - Pendidikan di era 5.0 menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi, globalisasi, perubahan kebutuhan dunia kerja, serta meningkatnya tuntutan kompetensi peserta didik. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga menyangkut paradigma pembelajaran, kompetensi guru, kurikulum, dan sistem evaluasi. Oleh karena itu, problematika pendidikan perlu dianalisis melalui perspektif teori pedagogi agar solusi yang dihasilkan mampu mentransformasi proses pembelajaran secara menyeluruh.

Salah satu persoalan utama adalah kesenjangan akses dan mutu pendidikan yang ditandai oleh perbedaan fasilitas, akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta kualitas tenaga pendidik. Kondisi ini menyebabkan ketidakmerataan pengalaman belajar, terutama di daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan sumber belajar.

Di sisi lain, praktik pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan teacher-centered learning, di mana guru menjadi pusat proses pembelajaran dan peserta didik berperan pasif. Dalam konteks PAI, PAK, dan pendidikan pesantren, metode ceramah dan hafalan masih mendominasi sehingga kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan aplikatif peserta didik belum berkembang secara optimal.

Guru juga menghadapi tantangan dalam mengelola keberagaman kemampuan, gaya belajar, minat, dan latar belakang peserta didik. Keterbatasan kompetensi pedagogik, manajemen kelas, serta waktu pembelajaran sering kali menghambat penerapan pembelajaran yang adaptif. Selain itu, perkembangan teknologi yang pesat belum diimbangi dengan literasi digital dan inovasi pembelajaran yang memadai, sehingga pemanfaatan media digital belum optimal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Permasalahan tersebut semakin diperkuat oleh kurikulum dan sistem evaluasi yang belum sepenuhnya responsif terhadap perkembangan masyarakat dan kebutuhan dunia kerja. Implementasi reformasi kurikulum masih menghadapi kendala birokrasi, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan kompetensi guru dalam mengimplementasikan kurikulum ke dalam praktik pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan memerlukan pembaruan paradigma pedagogis, penguatan kompetensi guru, serta pengembangan kurikulum dan evaluasi yang lebih adaptif terhadap tuntutan era 5.0.

Teori Pedagogi Sebagai Kerangka Analisis Problematika Pendidikan

A. Kontruktivisme


Teori konstruktivisme memandang bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh peserta didik melalui pengalaman, interaksi, dan refleksi, bukan ditransfer secara langsung oleh guru. Dalam perspektif ini, guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung proses konstruksi pengetahuan. Pendekatan ini menjadi kritik terhadap pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan dan ceramah, dengan menawarkan strategi seperti Project-Based Learning (PjBL), Inquiry-Based Learning (IBL), Problem-Based Learning (PBL), pemanfaatan media digital, dan diskusi reflektif untuk mendorong pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna.

B. Sosial-Konstruktivisme
Sosial-konstruktivisme


Menekankan bahwa pembelajaran merupakan proses sosial yang berlangsung melalui kolaborasi, komunikasi, dan interaksi antarpeserta didik maupun dengan guru. Konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding menjelaskan pentingnya pemberian dukungan sementara agar peserta didik dapat mencapai kemampuan yang lebih tinggi sebelum belajar secara mandiri. Pendekatan ini relevan untuk meningkatkan partisipasi, kemampuan komunikasi, dan kerja sama melalui pembelajaran kolaboratif serta berbasis proyek.

C. Pedagogi Kritis

Pedagogi kritis memandang pendidikan sebagai proses pembebasan yang bertujuan membangun kesadaran kritis terhadap realitas sosial, bukan sekadar menghasilkan sumber daya manusia yang memenuhi kebutuhan ekonomi. Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk menganalisis ketidakadilan sosial, berpartisipasi dalam pemecahan masalah, dan mengembangkan tanggung jawab sosial. Integrasi pedagogi kritis dengan konstruktivisme, khususnya dalam pembelajaran STEM dan pendidikan vokasi, terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta partisipasi aktif peserta didik.

Solusi Pedagogis Berdasarkan Perspektif Teori Pedagogi

A. Reorientasi Paradigma Pembelajaran

Transformasi pendidikan memerlukan perubahan dari teacher-centered learning menuju learner-centered learning, di mana peserta didik menjadi subjek aktif dalam membangun pengetahuan dan guru berperan sebagai fasilitator serta pembimbing. Dalam pembelajaran PAI, PAK, dan pesantren, paradigma ini diwujudkan melalui dialog, refleksi nilai, dan pengaitan materi dengan pengalaman kehidupan sehingga pembelajaran lebih bermakna daripada sekadar menghafal.

B. Pengembangan Desain Pembelajaean Konstruktivistik

Pembelajaran konstruktivistik menempatkan peserta didik sebagai pusat proses belajar melalui aktivitas eksploratif dan kolaboratif. Penerapan PjBL, IBL, dan pembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan belajarnya. Dalam PAK, pendekatan deep learning memperkuat hubungan antara konsep teologis, pengalaman spiritual, dan pembentukan karakter.

C. Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru

Keberhasilan pembelajaran inovatif bergantung pada kompetensi pedagogik guru. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan profesional yang berkelanjutan melalui pelatihan pembelajaran berdiferensiasi, literasi digital, pemanfaatan media pembelajaran, serta penerapan model PBL dan PjBL. Guru juga perlu mengembangkan identitas sebagai praktisi reflektif dan agen perubahan yang mampu menyesuaikan praktik pembelajaran dengan perkembangan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.

D. Pengembangan Kurikulum dari sistem Pendukung

Kurikulum yang adaptif perlu mengintegrasikan pendekatan berbasis kompetensi, proyek, dan teknologi untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Sistem evaluasi perlu diarahkan pada asesmen autentik, seperti portofolio, proyek, dan refleksi, agar mampu menilai kompetensi peserta didik secara komprehensif. Di samping itu, pemerataan akses terhadap fasilitas pendidikan dan teknologi informasi menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang berkeadilan.

Dimensi Keadilan Sosial Dalam pendidikan

Pedagogi kritis menempatkan pendidikan sebagai instrumen untuk membangun keadilan sosial dan kesadaran demokratis. Melalui pembelajaran dialogis, proyek sosial, dan pendekatan kontekstual, peserta didik didorong untuk memahami persoalan sosial serta mengembangkan solidaritas dalam mencari solusi bersama. Perspektif ini juga relevan diterapkan di perguruan tinggi, termasuk pendidikan tinggi Islam, sebagai respons terhadap tantangan manajemen, politik, dan ekonomi yang memerlukan analisis kritis terhadap kebijakan dan praktik pendidikan.

Problematika pendidikan era 5.0 merupakan persoalan multidimensional yang mencakup aspek akses, mutu, paradigma pembelajaran, kompetensi guru, kurikulum, teknologi, dan sistem evaluasi. Perspektif konstruktivisme, sosial-konstruktivisme, dan pedagogi kritis memberikan landasan teoretis yang komprehensif untuk memahami sekaligus mengatasi berbagai persoalan tersebut.

Melalui transformasi paradigma pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penerapan pembelajaran konstruktivistik, penguatan kompetensi pedagogik guru, pengembangan kurikulum yang adaptif, serta penerapan sistem evaluasi autentik, proses pendidikan dapat menjadi lebih aktif, kontekstual, kolaboratif, dan bermakna. Di samping itu, integrasi dimensi pedagogi kritis menjadikan pendidikan tidak hanya menghasilkan individu yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, kemampuan berpikir kritis, serta karakter yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.

Penulis: Robi Suhardi, S.Psi Mahasiswa Magister Pedagogi, Universitas Lancang Kuning, Robi Suhardi, S.Psi

Selasa, 9 Juni 2026


 Editor : Tim / Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pendidikan

Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat Rampung pada 2029

Senin, 12 Januari 2026 - 17:53:43 WIB
Pendidikan

Sekolah di Sumut dan Sumbar Pulih 90 Persen, Aceh Menyusul

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:54:29 WIB
Pendidikan

SDN 023 Beligan Rayakan Hari Guru ke-80 dengan Meriah, Kepsek Beri Apresiasi dan Hadiah untuk Guru

Rabu, 26 November 2025 - 11:27:04 WIB
Pendidikan

Kebijakan Pendidikan Kita Jalan di Tempat?

Ahad, 23 November 2025 - 22:03:59 WIB
Pendidikan

Ribuan Pelajar di Jakarta Dilibatkan Jadi Duta Ketertiban

Kamis, 13 November 2025 - 14:55:12 WIB
Pendidikan

Mendikdasmen Soroti Maraknya Siswa Merokok di Sekolah

Rabu, 22 Oktober 2025 - 21:01:41 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Aur Cina Rutin Dampingi Petani, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
24 Juli 2026
Kepolisian Validasi Kesiapsiagaan Karhutla PT TPP di Inhu
24 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Monitoring Program Pekarangan Pangan Bergizi di Enam Desa
24 Juli 2026
Kepungan Polisi Tak Memberi Celah, Pengedar Narkoba di Air Jernih Ditangkap Usai Lompat dari Jendela Rumah
24 Juli 2026
DPRD Siak Akan Panggil PT Ekasapta Paramita Energi, Dugaan Pelanggaran Andalalin dan Rusak Jalan Kabupaten
23 Juli 2026
Perusahaan HTI di Ukui Kolaborasi dengan Polres Pelalawan Taja Sosialisasi Dalkarhutla serta Perlindungan Hutan dan Satwa
23 Juli 2026
Belum Sepekan Menjabat, Kasat Narkoba Polres Inhu Bongkar 3 Kasus, Anak Ratu Narkoba Ikut Diciduk
22 Juli 2026
Sambut HUT ke-1, Kodam XIX Tuanku Tambusai Serahkan 10 Unit Sepeda kepada Mahasiswa UNRI
22 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
19 Juli 2026
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Anak di Inhu Terungkap, Ayah Tiri Diamankan
16 Juli 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Kepungan Polisi Tak Memberi Celah, Pengedar Narkoba di Air Jernih Ditangkap Usai Lompat dari Jendela Rumah
    Dibaca: 275 Kali
  • 02
    Belum Sepekan Menjabat, Kasat Narkoba Polres Inhu Bongkar 3 Kasus, Anak Ratu Narkoba Ikut Diciduk
    Dibaca: 1e3 Kali
  • 03
    Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
    Dibaca: 325 Kali
  • 04
    Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Anak di Inhu Terungkap, Ayah Tiri Diamankan
    Dibaca: 478 Kali
  • 05
    Lewat Sambang Petani, Kapolsek Batang Cenaku Perkuat Program Ketahanan Pangan Nasional
    Dibaca: 398 Kali
  • 06
    Teguh Santosa: Media Punya Kekuatan Besar Redam Konflik dan Kedepankan Narasi Perdamaian
    Dibaca: 416 Kali
  • 07
    Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Sinergi Antarmatra, Pangdam Terima Audiensi Rombongan Sesko AU
    Dibaca: 458 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id