• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Ahad, 05 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Ekonomi

Harga Minyak Makin Anjlok, OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi

Fitri Aisah

Kamis, 05 September 2024 14:00:15 WIB
Cetak
Harga Minyak Makin Anjlok, OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi
Ilustrasi

BeritaOne.id - Harga minyak mentah dunia kembali anjlok usai rencana OPEC+ akan menaikkan produksi minyak hingga kekhawatiran terhadap kinerja buruk ekonomi China yang dapat mendorong melemahnya permintaan minyak hingga menurunkan margin penyulingan global.

Pada penutupan perdagangan Rabu (4/9/2024), harga minyak mentah WTI berjangka tercatat turun 1,46% di level US$69,31 per barel. Begitu juga dengan minyak mentah Brent yang terkoreksi 1,36% di level US$72,75 per barel.

Sementara itu, pada awal perdagangan hari ini Kamis (5/9/2024), harga minyak mentah WTI berjangka dibuka melemah 0,04% di level US$69,28 per barel. Begitu juga dengan minyak mentah Brent yang dibuka lebih rendah atau turun 0,01% di level US$72,74 per barel.

Sebelumnya OPEC+ dikabarkan akan meningkatkan produksi minyak pada Oktober mendatang. Namun, kini OPEC+ sedang membahas penundaan kenaikan produksi minyak yang akan dijadwalkan pada bulan Oktober setelah harga minyak mencapai titik terendah dalam sembilan bulan, empat sumber dari kelompok produsen tersebut mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu.

Langkah tersebut dilakukan karena harga minyak WTI dan Brent telah jatuh bersama dengan kelas aset lainnya karena kekhawatiran tentang ekonomi global yang lemah dan khususnya data yang lemah dari China, importir minyak terbesar di dunia.

Minggu lalu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, atau OPEC+ sebagaimana dikenal, akan melanjutkan kenaikan produksi sebesar 180.000 barel per hari pada bulan Oktober, sebagai bagian dari rencana untuk secara bertahap menghentikan pemangkasan terbarunya.

Namun, sentimen pasar minyak yang rapuh atas prospek pasokan yang lebih banyak dari OPEC+ dan berakhirnya perselisihan yang menghentikan ekspor Libya, ditambah dengan prospek permintaan yang melemah, telah menimbulkan kekhawatiran dalam kelompok tersebut, menurut salah satu sumber.

Penundaan peningkatan produksi pada bulan Oktober tampaknya "sangat mungkin terjadi," menurut salah satu dari empat sumber OPEC+. Semua sumber menolak disebutkan namanya.

Di sisi lain, perselisihan antara faksi-faksi yang bersaing di produsen OPEC Libya atas kendali bank sentral yang menyebabkan hilangnya sedikitnya 700.000 barel per hari produksi telah mendukung harga minyak dalam beberapa minggu terakhir.

Namun harga anjlok sekitar 5% pada hari Selasa karena berita bahwa kemungkinan kesepakatan untuk menyelesaikan konflik sedang dalam proses.

Adapun, permintaan China yang lemah dan penurunan margin penyulingan global yang dapat mendorong penyuling untuk memproses lebih sedikit minyak mentah, juga turut membebani harga minyak.

"Kinerja buruk Chinna telah merusak proyeksi pertumbuhan minyak 2024 dan terus tertinggal dari impor minyak mentah 2023 dan tingkat produksi kilang," menurut catatan analis RBC Capital Helima Croft.

OPEC+ mungkin harus lebih bijaksana untuk menunggu hingga Desember untuk kebijakan peningkatan produksi minyak, menurut catatan Croft.

Secara keseluruhan, OPEC+ memangkas produksi sebesar total 5,86 juta barel per hari, atau sekitar 5,7% dari permintaan global, dalam serangkaian langkah yang disepakati sejak akhir 2022 untuk mendukung pasar karena ketidakpastian atas prospek permintaan dan meningkatnya pasokan di luar kelompok tersebut.

OPEC+ sepakat pada bulan Juni untuk memperpanjang 3,66 juta barel per hari dari pemangkasan tersebut hingga akhir tahun 2025. OPEC+ juga sepakat untuk memperpanjang pemangkasan terbaru, pemangkasan 2,2 juta barel per hari oleh delapan anggota selama tiga bulan hingga akhir September 2024, dan kemudian secara bertahap melonggarkan pemangkasan ini mulai Oktober hingga September 2025.

Peningkatan produksi yang direncanakan sebesar 180.000 barel per hari pada bulan Oktober, yang mungkin saat ini tertunda, yang dimana dijadwalkan akan dilakukan oleh delapan anggota OPEC+ yang telah melakukan pemangkasan terbaru ini.**BrOne-05


Sumber : CNBC /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Ekonomi

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Senin, 19 Januari 2026 - 13:26:29 WIB
Ekonomi

Desain Kedaulatan Ekonomi Pancasila

Ahad, 11 Januari 2026 - 21:30:12 WIB
Ekonomi

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 - 21:39:46 WIB
Ekonomi

Ekonomi Terlihat Stabil Padahal Obesitas

Ahad, 28 Desember 2025 - 21:31:13 WIB
Ekonomi

Catatan Akhir Tahun Ekonomi Syariah

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:33:24 WIB
Ekonomi

Desentralisasi Demi Pemerataan Ekonomi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:10:28 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 259 Kali
  • 02
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 227 Kali
  • 03
    19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
    Dibaca: 205 Kali
  • 04
    Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
    Dibaca: 235 Kali
  • 05
    Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
    Dibaca: 289 Kali
  • 06
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 490 Kali
  • 07
    PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
    Dibaca: 275 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id