• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Rabu, 01 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

Sawit Bisa Dijadikan Pelumas Gemuk Lebih Ramah Lingkungan

MD Yasir

Ahad, 20 Februari 2022 09:11:07 WIB
Cetak
Sawit Bisa Dijadikan Pelumas Gemuk Lebih Ramah Lingkungan

JAKARTA, Beritaone.id  - Diakui saat ini produk gemuk biasanya berasal dari bahan baku minyak bumi. Alasannya cukup simpel harga bahan baku yang murah dan proses yang cukup mudah, namun dengan semakin pedulinya masyarakat terhadap lingkungan menuntut produk berbasis renewable resources.

Apalagi tren pengembangan produk ramah lingkungan sekarang sudah menjadi tuntutan di berbagai penjuru dunia. Hal ini penting guna mencegah pencemaran lingkungan dari polusi yang dihasilkan dari penggunaan suatu produk. Makanya dari awal produksi hingga produk jadinya mesti memperhatikan lingkungan.

Pengembangan gemuk ramah lingkungan sendiri sudah dimulai di negara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. Misalnya setelah memanfaatkan minyak kedelainya sebagai bahan berbagai pelumas ramah lingkungan dan negara-negara di Eropa memanfaatkan minyak bunga matahari.

Pelumas semi padat merupakan tipe pelumas yang paling  banyak dikenal, namun  gemuk (grease) juga banyak digunakan pada sistem pelumasan. Gemuk dapat  memberikan sistem pelumasan yang sederhana untuk bearing dan gigi (gear) karena gemuk memiliki karakteristik yang bisa mendukung kemampuan tersebut karena bersifat adesif. Sehingga dapat melekat pada bearing, tidak mudah hilang terbuang, memiliki koefisien friksi rendah, memperbaiki sealing, dapat memberikan perlindungan terhadap korosi.

Makanya tidak heran bila sebagian besar sistem pelumasan bearing sederhana menggunakan sistem pelumasan gemuk. Namun di sisi lain, sistem pelumasan gemuk sederhana tersebut menciptakan total loss, artinya gemuk yang digunakan pasti akan terbuang semua ke lingkungan. Namun gemuk mempunyai efek negatif karena menjadi penyumbang polusi perairan karena sebagian besar gemuk yang diproduksi menggunakan bahan baku minyak bumi. Gemuk juga tidak dapat didaur ulang.

Oleh karena itu, kepedulian lingkungan mendorong timbulnya pembatasan penggunaan minyak bumi, khususnya untuk sistem pelumas total loss dan menggantikannya dengan pelumas nabati yang ramah lingkungan.
 
Kepedulian terhadap lingkungan mengakibatkan terbukanya peluang pengembangan gemuk bio yang ramah lingkungan. Bahan bakunya tak lain berasal dari minyak nabati seperti kedelai, bunga matahari dan minyak sawit.

Gemuk bio yang berasal dari minyak nabati memiliki kelebihan pada unjuk kerja pelumasan daripada minyak bumi dalam hal kepolaran, lubrisitas, sifat anti aus, flash point, indekviskositas. Namun mempunyai kelemahan dalam ketahanan oksidasi dan titik tuang. Karena perbedaan karakteristik tersebut mempengaruhi gemuk yang dihasilkan.

Misalnya pada studi pembuatan gemuk dengan menggunakan bahan baku dari minyak kedelai dan sabun dari lithium palmitat, stearat, oleat dan linoleat. Diketahui bahwa ketidakjenuhan dan panjang rantai karbon pada asam lemak mempengaruhi bentuk dan distribusi fiber sabun.

Sehingga berpengaruh pada kekerasan, stabilitas oksidasi, ketahanan terhadap air, dan sifat gemuk lainnya. Ataupun gemuk bio yang menggunakan minyak bunga matahari dan pengental polimer untuk aplikasi gear dan bushing pengental polimer untuk aplikasi gear dan bushing pada earth moving equipment menunjukkan unjuk kerja baik, bila dibandingkan dengan gemuk dari minyak bumi dan performanyatetap baik pada konsistensi rendah.

Namun dari beberapa jenis minyak nabati, sebenarnya yang mempunyai prospek menjanjikan guna pembuatan gemuk bio adalah minyak sawit. Sebab dari pasokan bahan baku yang melimpah, kandungan asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh yang tinggi mampu meningkatkan kualitas gemuk bio yang dihasilkan.

 
Gemuk sawit mempunyai kelemahan karena tidak bisa digunakan di negara-negara sub tropis dan lebih cocok digunakan di iklim tropis. Minyak sawit bila didinginkan lebih cepat membeku dibandingkan minyak kedelai atau minyak bunga matahari.

Selain itu, dalam pembuatan gemuk sawit masih ada kendala dalam bahan baku yang harus diimpor. “Salah satu bahan baku impor adalah asam lemak untuk pembuatan sabunnya dan kalau ingin membeli harus dalam skala besar,” kata Dosen Teknik Kimia Universitas Indonesia, Sukirno.

Minyak sawit memiliki kandungan sekitar 40% asam lemak tak jenuh tunggal (monosaturated) dan kandungan 50% asam lemak jenuh (saturated) menyebabkan tingginya pour point (8-15 ºC). Makanya, dianggap memiliki fluiditas suhu rendah yang buruk untuk daerah sub tropis.

Disisi lain tingginya kandungan saturated bisa menjaga ketahanan oksidasinya, karena keuntungannya jika digunakan untuk formulasi pelumas untuk aplikasi daerah tropis ini sangat baik. Dimana yang lebih dipentingkan adalah ketahanan oksidasi sedangkan keterbatasan kemampuan mengalir pada suhu rendah bisa diabaikan.


Sumber : Infosawit /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
27 Juni 2026
PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
27 Juni 2026
Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
26 Juni 2026
Pelantikan JMSI Riau 2025-2030 Berlangsung Meriah, 12 Tokoh Terima Penghargaan JMSI Award 2026
26 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 277 Kali
  • 02
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 211 Kali
  • 03
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 239 Kali
  • 04
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 271 Kali
  • 05
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 265 Kali
  • 06
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 581 Kali
  • 07
    Pelantikan JMSI Riau 2025-2030 Berlangsung Meriah, 12 Tokoh Terima Penghargaan JMSI Award 2026
    Dibaca: 339 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id