• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Peristiwa

AS dan Jepang Sepakat Akhiri Kebijakan Tarif Baja Era Donald Trump

MD Yasir

Selasa, 08 Februari 2022 12:07:23 WIB
Cetak
AS dan Jepang Sepakat Akhiri Kebijakan Tarif Baja Era Donald Trump

WASHINGTON, Beritaone.id - Amerika Serikat (AS) dan Jepang akan mengumumkan kesepakatan yang akan mengakhiri tarif Bus yang dikenakan pada baja Jepang di bawah mantan presiden Donald Trump. Washington akan menangguhkan pungutan 25 persen atas impor baja yang masuk dari Jepang hingga batas tertentu, dengan apa pun di luar itu masih dikenakan biaya tambahan. Hal itu menurut orang-orang yang menolak disebutkan namanya karena rinciannya bersifat pribadi. 

Solusi tersebut mencerminkan kesepakatan yang dicapai AS dengan Uni Eropa pada Oktober yang mengakhiri tindakan hukuman sebanyak 10 miliar dolar AS antara satu sama lain. Banyak orang mengatakan, gencatan senjata tidak mencakup impor aluminium, yang tetap dikenakan tarif 10 persen.

Menurut data Departemen Perdagangan, Jepang merupakan sumber baja AS terbesar kelima. Seorang juru bicara Kantor Perwakilan Dagang AS menolak berkomentar. Departemen Perdagangan dan kedutaan Jepang di Washington pun tidak segera menanggapi permintaan komentar. 

Sengketa logam dimulai pada 2018, ketika Trump memberlakukan bea masuk pada baja dan aluminium dari Uni Eropa, Asia, dan tempat lain, dengan alasan risiko terhadap keamanan nasional. Uni Eropa kemudian membalas, menargetkan produk termasuk sepeda motor Harley-Davidson Inc, jeans Levi Strauss & Co, dan wiski bourbon. 

AS membuat tawaran ke Jepang untuk menyelesaikan perselisihan pada Desember, tetapi Tokyo bertahan agar kesepakatan yang lebih baik dan ingin tarif dihapuskan sepenuhnya. Hal itu dikatakan seorang pejabat yang mengetahui pembicaraan itu.

Usulan Washington ke Jepang mirip kesepakatan dengan Uni Eropa. Sejumlah baja dan aluminium berdasarkan rata-rata historis yang dikirim akan diizinkan masuk ke AS tanpa bea masuk.
 
Dalam hal volume, Jepang hanya menyumbang sekitar 4 persen dari semua baja yang diimpor ke AS. Lalu 1,1 juta ton impor yang menurut perkiraan Administrasi Perdagangan Internasional berasal dari negara tersebut pada 2019 mewakili sekitar 1 persen dari semua logam yang dikonsumsi di AS. 

Hanya saja, ini merupakan domino lain yang jatuh untuk negara-negara sekutu yang menerima pengecualian guna mengirim baja bebas bea ke pasar AS. Ini yang membuat produsen baja dalam negeri resah, karena mereka berpendapat hal itu menciptakan lereng licin yang membuka pintu bagi negara-negara tersebut dengan pengecualian untuk menggenjot ekspornya. 

Pembuat baja AS juga memperingatkan negara-negara yang dikecualikan dapat bertindak sebagai titik tembus untuk logam yang berasal dari aktor jahat seperti China. Mereka khawatir Eropa, yang baru-baru ini menerima pengecualian, dan Jepang tanpa sadar dapat mengimpor logam dari negara-negara terlarang dan kemudian mengekspornya ke AS, membanjiri pasar. 

AS mengimpor sekitar 1,7 juta metrik ton baja dari Jepang pada 2017, tahun terakhir yang tidak terpengaruh oleh tarif, dan 1,9 juta ton pada 2016, data Biro Sensus menunjukkan. Kesepakatan Jepang mencakup komponen karbon, kata salah satu orang yang akrab, sambil menambahkan, itu akan berbeda dari perjanjian dengan Uni Eropa


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Peristiwa

Dua Anggota Polri Gugur, TNI AD Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf

Senin, 26 Januari 2026 - 21:13:22 WIB
Peristiwa

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:47:14 WIB
Peristiwa

Update Bencana Sumatera: 145 Korban Belum Ditemukan

Jumat, 09 Januari 2026 - 19:42:25 WIB
Peristiwa

9 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang Sitaro

Senin, 05 Januari 2026 - 22:40:05 WIB
Peristiwa

Korban Bencana Sumatera Menjadi 1.167 Orang Meninggal

Ahad, 04 Januari 2026 - 21:43:07 WIB
Peristiwa

Nahas, Kades Braja Asri Tewas Diserang Gajah Hutan Way Kambas

Rabu, 31 Desember 2025 - 23:40:04 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
14 Agustus 2026
Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
13 Agustus 2026
Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
12 Agustus 2026
54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
12 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
12 Agustus 2026
Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
12 Agustus 2026
Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
11 Agustus 2026
Kasus Korupsi Rumah Eks Pejuang Timtim Masih Diselidiki, Komisi Kejaksaan Desak Kejati NTT Tuntaskan
11 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
    Dibaca: 202 Kali
  • 02
    Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
    Dibaca: 945 Kali
  • 03
    Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
    Dibaca: 223 Kali
  • 04
    Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
    Dibaca: 229 Kali
  • 05
    Kasus Korupsi Rumah Eks Pejuang Timtim Masih Diselidiki, Komisi Kejaksaan Desak Kejati NTT Tuntaskan
    Dibaca: 222 Kali
  • 06
    Dodi Irawan dan Iskandar Zulkarnain Bawa Pesan Budaya Lewat Puisi “Laksamana Riau”
    Dibaca: 300 Kali
  • 07
    Rawat Jalan dan Kurangi Debu, PT PAS Mitra Agrinas Beri Manfaat bagi Warga Danau Rambai
    Dibaca: 292 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id