• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Selasa, 29 September 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pemerintahan

Soal Polling Kinerja Gubernur Riau

Saiman: Tidak Objektif dan Representatif, Hanya Penggiringan Opini

MD Yasir

Senin, 31 Januari 2022 19:00:13 WIB
Cetak
Saiman: Tidak Objektif dan Representatif,  Hanya Penggiringan Opini

PEKANBARU, Beritaone.id - Pengamat Sosial Politik dan Pemerintahan Riau Saiman Pakpahan, S.IP, M.SI menilai polling-polling yang dibuat media massa hanya sebatas jadi alat penggiringan opini bila tidak menggunakan metode akademik. Apa yang disimpulkan dari hasil polling bukan menggambarkan kondisi riil, tetapi menyesuaikan dengan keinginan pemilik atau pemesan polling.

Demikian disampaikan Saiman Pakpahan menanggapi fenomena polling-polling yang kembali marak di media massa, termasuk media online, menjelang Pesta Demokrasi 2024 mendatang. Ada media yang benar-benar serius menjadikan polling untuk menaikan "trush" medianya dengan melihat secara fair tingkat popularitas calon kepala daerah atau legislator. Tetapi ada juga polling pesanan yang dibuat untuk "menggergaji" popularitas kepala daerah yang sedang menjalankan amanah.  

"Polling-polling sederhana yang tidak dilakukan sesuai metode akademik cenderung menjadi alat penggiringan opini. Dan hampir dapat ditebak pasti ada motif di balik pemuatan polling. Entah motif politik atau motif sakit hati dan lain sebagainya," urai dosen FISIP Universitas Riau tersebut. 

Seperti polling yang dilakukan salah satu media online di Riau baru-baru ini  yang menyimpulkan masyarakat Riau tidak puas dengan kinerja Gubernur Syamsuar dan Wakil Gubernur Edy Natar Nasution. Polling itu menyebutkan, hampir 50 persen dari total 1.000 voters yang memberikan respon terhadap pertanyaan yang diajukan, menyatakan "tidak puas" dengan kinerja Syamsuar-Edy Natar. 

"Jelas representasi masyarakat Riau tidak terwakili dengan sampel hanya 1.000 voters bila dibandingkan jumlah masyarakat Riau yang sudah lebih 6 juta itu," kata Saiman. "Dan, sangat berlebihan kalau dengan satu atau dua pertanyaan saja (mereka) dapat menyimpulkan 'puas' atau 'tidak puas' publik terhadap kinerja Pak Syamsuar dan Edy Natar," lontar Saiman.

Harus Objektif

Untuk menilai kinerja seorang kepala daerah, kata Saiman lagi, banyak aspek yang semestinya diakumulasikan dalam membuat polling. Ada misalnya aspek pendidikan, dari sisi infrastuktur, kesehatan, lingkungan hidup dan lainnya. "Intinya, banyak hal yang mesti dipertanyakan dalam polling. Masa iya, soal kinerja bisa mewakili semua aspek. Masa iya polling hanya satu pertanyaan soal puas atau tidak saja," kata Saiman lagi.

Kalau hanya dengan satu atau dua pertanyaan, bisa saja yang menjawab polling itu kebetulan mereka yang ada di oposisi atau kelompok yang berseberangan politik dengan pemerintah. Selain itu juga kemungkinan yang melakukan vote tersebut tidak tahu perkembangan dan persoalan Riau karena sifat media online yang sebarannya tidak terbatas jarak dan ruang. 

"Bisa saja yang men-vote itu orang-orang di luar negeri sana, asal pencet saja, dan tidak tahu situasi dan kondisi Riau. Nah kalau begitu,  hasilnya tidak seimbang kan?" ujar Saiman.

Karena itu supaya lebih komprehensif, persoalan yang dijadikan materi polling  mestilah diletakkan pada keadaan yang objektif. Sehingga pengiringan opini itu bisa fair kepada mereka yang dipolling. Orang-orang juga harus diberi ruang untuk berkomentar. Ada pertanyaan lain yang diikutkan dalam polling itu untuk memberikan ruang kepada orang menyampaikan alasan puas atau tidak puas. 

"Kenapa hanya ini pertanyaannnya. Ini kan sangat elitis kan? Mereka punya kekuasaan media, mereka punya akses untuk mempublis, lalu mereka rumuskan saja sesuai dengan kepentingannya," tandas Saiman.

Dengan pola polling seperti itu, dengan hanya memfokuskan publik untuk menjawab satu atau dua pertanyaan tertentu saja, menurut Saiman, terkesan kuat ada penggiringan opini dan ada motif di sana. 

"Itu pasti ada motif. Makanya kalau mau fair, tentu pemilik polling harus menyampaikan daftar pertanyaan yang ditanyakan apa? Sebaran populasi dan sampelnya dimana? Jumlahnya berapa," kata Saiman lagi.   

Menurut Saiman, dia tidak menyalahkan polling dalam media massa, karena media punya kemampuan dalam mengakses massa dan publik membaca media itu. "Tidak apa-apa. Tapi kan kemudian tidak serta-merta menjadi keadaan dimana pemerintah provinsi seperti yang mereka sampaikan dalam polling. Jadi dia membantah dalil akademik. Sehingga terkesan tendensius untuk kepentingan sekelompok orang yang mendesain polling tersebut melalui media massa," ungkap Saiman.

Nah soal-soal itu yang mestinya menurut Saiman Pakpahan dikulik-kulik, supaya masyarakat tahu dan cerdas untuk membaca usaha yang dilakukan sekelompok orang dalam melakukan penggiringan opini. 

Ketika diminta hasil pengamatannya terhadap kinerja Gubernur Syamsuar dalam kurun tiga tahun terakhir, Saiman tidak menutup-nutupi ada kondisi negatif yang terjadi. Misalnya tahun 2019 karena Karhutla. Lalu, di tahun 2020 dan 2021 dengan datangnya pandemi Covid-19. "Tetapi kan dari semua keadaan itu Pak Syamsuar dan Edy Natar juga sudah melakukan banyak hal untuk masyarakat Riau," ungkap Saiman. 

Saiman kemudian membeberkan tentang berbagai keberhasilan kepemimpinan Syamsuar-Edy Natar sejak diamanahkan masyarakat Riau tahun 2019 silam. Mulai dari keberhasilan melobi pemerintah pusat terkait terkait Kebijakan dan Penerapan Participating Interest (PI) 10% Pengelolaan Hulu Migas untuk BUMD, Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dan keberhasilan Riau menjadi provinsi peringkat kelima paling diminati investor.
 
Lalu di sisi lain, di bawah kepemimpinan Gubernur Syamsuar, Pemprov Riau memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, seperti kesejahteraan para guru dengan menambah pendapatan honor guru-guru SMK. Selain itu juga pemberian beasiswa kepada mahasiswa Riau dengan jenjang pendidikan S1, S2 dan S3. 

"Kita listing saja apa-apa keberhasilan beliau itu, pasti banyak perkembangan positif yang terjadi di Riau selama kepemimpinan Pak Syamsuar dan Edy Natar. Nah pertanyaanny, kenapa keberhasilan-keberhasilan itu tidak ikut dimunculkan dalam polling? Kenapa itu disembunyikan? Ini kan sebenarnya sebuah keadaan yang dimanipulir atau disembunyikan oleh pemilik polling kan?" tutup Saiman. (**)


 Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pemerintahan

Kejar Target 15 Bendungan, Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Irigasi Merauke Ikut Digenjot

Selasa, 04 Agustus 2026 - 13:47:44 WIB
Pemerintahan

Pemerintahan Presiden Prabowo Bukan Reinkarnasi Orde Baru

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:10:21 WIB
Pemerintahan

Sepanjang 2025, Pemerintah Prabowo Tarik Utang Baru Rp736,3 Triliun

Jumat, 09 Januari 2026 - 13:54:03 WIB
Pemerintahan

Prabowo Bersyukur Dikritik, Artinya Diselamatkan

Selasa, 06 Januari 2026 - 15:03:15 WIB
Pemerintahan

Besok Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang

Senin, 05 Januari 2026 - 23:20:05 WIB
Pemerintahan

Pemerintah Tak Boleh Terjebak Birokrasi Kaku Saat Tangani Bencana Sumatera

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:17:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Muscab I JMSI Kampar Tetapkan Hj Netty Mindrayani sebagai Ketua
29 September 2026
PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal
28 September 2026
JMSI Riau Gelar UKW 4-6 November 2026, Pendaftaran Dibuka dan Kuota Terbatas
28 September 2026
Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
25 September 2026
Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
23 September 2026
PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
18 September 2026
Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
18 September 2026
Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
17 September 2026
Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
17 September 2026
UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
17 September 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
    Dibaca: 227 Kali
  • 02
    Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
    Dibaca: 293 Kali
  • 03
    PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
    Dibaca: 488 Kali
  • 04
    Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
    Dibaca: 1e3 Kali
  • 05
    Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
    Dibaca: 478 Kali
  • 06
    Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
    Dibaca: 526 Kali
  • 07
    UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
    Dibaca: 490 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id