Pekanbaru, BeritaOne.id - Proyek payung elektrik di lingkungan Masjid Raya An-Nur dengan anggaran pembangunan Rp42 miliar gagal total. Proyek ini tak sanggup diselesaikan kontraktor meski sudah berulang kali dilakukan adendum.
Ada dugaan proyek enam unit payung elektrik ini bermasalah sejak awal tender dimulai.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto saat rapat evaluasi di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Selasa (2/4/2023).
SF Hariyanto mengatakan, pekerjaan yang berlarut-larut hingga dua kali perpanjangan dari waktu normal itu harusnya tidak terjadi, jika proses tender dilakukan sesuai aturan.
"Karena apa? Proses lelangnya tak benar, terbuktikan sampai sekarang proyek itu belum selesai," tegasnya, dilansir Cakaplah.com.
SF Hariyanto menyatakan pentingnya mengevaluasi pekerjaan payung elektrik itu karena sudah menjadi pertanyaan publik. Kredibilitas Pemerintah Provinsi Riau menjadi sorotan akibat tak kunjung tuntasnya pekerjaan.
SF Hariyanto mengingatkan setiap kegiatan harus ada pertanggungjawaban. Jika ada penyimpangan akan ada konsekuensi hukum.
"Saya cuma mengingatkan semuanya harus dipertanggungjawabkan, kita semua dipantau, gerakan kita semua dipantau," tegasnya lagi.
Selain itu, Sekda Riau juga menilai bahwa penunjukan tenaga ahli atas proyek payung elektrik Masjid Raya An-Nur Riau itu abal-abal.
Dimana katanya, tenaga ahli tidak berkompeten di bidangnya, sehingga penunjukan pemenang tender yang dimenangkan PT Bersinar Jesstive Mandiri menjadi pertanyaan besar.
"Saya punya bukti, punya data, punya saksi, lengkap semuanya. Karena proses lelangnya tak benar. Tenaga ahlinya diduga palsu semua," katanya.
Sebelumnya, gagalnya pengerjaan proyek ini membuat rencana Gubernur Riau Syamsuar untuk salat Idul Fitri di halaman masjid tersebut batal.
Asisten I Setdaprov Riau Masrul Kasmy mengatakan Salat Idul Fitri pimpinan di Riau dialihkan. Salat Id yang rencana akan digelar di masjid beralih ke halaman Kantor Gubernur Riau.
"Salat Id (Idul Fitri) kemungkinan kita gunakan halaman kantor gubernur Masjid Raya An-Nur karena masih dalam masa renovasi, perbaikan itu belum dilakukan," kata Masrul.
Meskipun dijadwalkan di kantor gubernur di Jalan Sudirman Pekanbaru, namun tak menutup kemungkinan tetap digelar di dalam Masjid An-Nur. Terutama bila cuaca hujan.
"Kecuali nanti sesuatu hal, yang tidak dapat diduga atau hujan. Jemaah ditampung di An-Nur, di dalam masjid," katanya.
Diketahui, renovasi dan pembuatan payung elektrik Masjid An-Nur Pekanbaru, Riau tak kunjung tuntas. Padahal, proyek itu sesuai kontrak harus selesai pada akhir Desember 2022 lalu.
Sayangnya, proyek tak kunjung tuntas setelah dua kali diberi perpanjangan waktu.
Kabid Cipta Karya PUPR Riau, Thomas menyebut proyek dipastikan tuntas sebelum lebaran.
Proyek senilai Rp42 miliar itu dipastikan tuntas karena akan dipakai untuk salat Id oleh Gubernur Syamsuar. Namun sayang, rencana itu kemungkinan gagal karena proyek tak kunjung tuntas.
"Sebelum lebaran (selesai)," kata Thomas saat perpanjangab waktu untuk ketiga kalinya pada akhir Maret lalu.