Medan, BeritaOne.id - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar Seminar Nasional bertajuk ‘Media Siber Sehat, Pemilu Bermartabat’ dalam rangkaian HUT ke-3 JMSI di Convention Hall 2 Santika Dyandra, Rabu (8/2/2023).
Sebagai Keynote Speaker Seminar Nasional tersebut Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu. Selain itu juga menghadirkan tiga nara sumber yakni Sekjen JMSI Pusat Dr. Eko Pamuji, Anggota Dewan Pakar JMSI Pusat Hendri Satrio dan Komisioner KPU RI Betty Epsilon Idroos.
Dalam paparannya Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu menyampaikan, bahwa media siber mengalami peningkatan cukup tinggi. Tercatat di tahun 2022 berjumlah 3500-an lebih.
Hal ini merupakan tantangan besar besar bagi dewan pers. Karena media siber hampir 90 persen dari totalitas jumlah media di Indonesia. Maka keberadaan JMSI menjadi sangat penting untuk mendobrak agar yang sudah bergabung maupun belum dalam kategori media siber untuk melakukan pendataan.
JMSI bukan hanya meminta melakukan pendataan tapi juga pendampingan kepada mereka bagaimana memenuhi standar verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual.
Dewan Pers bersedia memfasilitasi memberikan dukungan dalam proses pendataan itu agar tidak ada lagi media yang tidak bisa dipastikan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Karena karya jurnalistik yang berkualitas mengisyaratkan dua hal yakni media profesional dan para jurnalis kita yang memiliki kredibilitas,” kata Ninik Rahayu.
Dalam kesempatan itu dia juga mengatakan ketersediaan media sebagai alternatif kontrol sosial dan memberikan informasi kepada publik. Dengan demikian Media siber dituntut melahirkan karya jurnalistik supaya menjadi rujukan masyarakat Indonesia.
Media siber juga dituntut memberikan informasi yang akurat yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemberitaannya juga harus seimbang.
Dalam hal ini JMSI bertanggung jawab lahirkan karya jurnalistik yang berkualitas dalam melahirkan pemilu yang sehat. Selain itu media siber juga memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan kepemiluan bagi masyarakat.
Untuk itu, penting membangun pemberitaan yang sehat, tidak berpihak, bahkan justru terjebak dalam arus politik identitas,” ungkapnya.
Sementara Ketua JMSI Sumut Rianto Aghly mengatakan akan menindaklanjuti intruksi Ketua Dewan Pers Dr Ninik Rahayu. “Kita akan melakukan pendataan terkait media siber yang ada di Sumut, mana yang sudah terverifikasi maupun yang belum,” sebutnya.
Sebelumnya Gubsu diwakili Wagubsu Musa Rajekshah mengatakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) selaku wadah bernaungnya perusahaan-perusahaan pers memiliki peran besar dalam menciptakan suasana kondusif jelang pelaksanaan pemilu 2024. Hal ini berkaitan dengan bidang kerja perusahaan yang berfokus pada produksi berita dan informasi kepada masyarakat.
“Memang dalam suasana politik selalu ada persaingan, namun persaingan itu hendaknya berlangsung dengan suasana yang kondusif,” katanya.
Dia menyebutkan, sejauh ini hubungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berjalan dengan baik dengan perusahaan-perusahaan media termasuk media siber. Ia berharap hubungan ini akan tetap terjalin dengan baik di mana media menjadi mitra strategis bagi Pemprov Sumut dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Selama ini hubungan kita sangat baik, dan harapan kami hal seperti ini akan terus berjalan di mana kita bersinergi untuk pembangunan di Sumatera Utara,” pungkasnya.
Hadir dalam Seminar Nasional itu antara lain sejumlah pengurus JMSI se Indonesia, Sekjen JMSI Sumut yang juga Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis, SH, Wakil Ketua Dewan Pers, mewakili Kapolda Sumut, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Herwansyah dan Kasi Humas Polrestabes Medan Kompol Riama Siahaan.
Usai acara Seminar Nasional dilanjutkan acara puncak HUT ke-3 JMSI dengan pemotongan tumpeng.