• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

Mencegah Resistensi Gulma di Kebun Sawit

MD Yasir

Jumat, 20 Januari 2023 09:46:57 WIB
Cetak
Mencegah Resistensi Gulma di Kebun Sawit

JAKARTA – Jika gulma tidak dikendalikan dengan baik maka bakal menimbulkan masalah, apalagi sampai terjadi resistensi, lantas apa yang mesti dilakukan?

Seperti yang sudah diketahui, dalam mengendalikan gulma memang bisa dilakukan dengan berbagai cara semisal secara manual, kimiawi maupun biologikal. Namun dalam sektor pertanian  atau perkebunan komersial, yang lahannya sangat luas, maka penggunaan kimiawi dalam mengendalikan gulma lewat aplikasi herbisida menjadi mahfum.

Tentu saja dalam penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan gulma perlu dilakukan secara bijaksana dan sesuai pedoman anjuran yang sudah ditetapkan masing-masing produsen herbisida. Cara ini diyakini bakal berimbas positif pada pengendalian gulma.

Lain cerita jika aplikasi gulma itu dilakukan dengan cara yang kurang bijaksana sehingga bisa memicu terjadinya resistensi gulma. Sebab itu diperlukan upaya atau strategi pengelolaan resistensi gulma terhadap herbisisda.

Dalam seminar sehari tentang Weed Resistance Manegement yang di selenggarakan The International Society for Southeast Asia Agriculture Science (ISSAAS) Indonesia Chapter, bekerjasama dengan Croplife Indonesia, Syngenta Indonesia, dan Cropcare di Biotani Square, Bogor, terungkap pengendalian gulma dengan teknik alternatif bakal memperlambat terjadinya resistensi gulma.

Dikatakan Prof. Soekisman Tjitrosemito dari Weed Science Society of Indonesia , SEAMEO, Biotrop, terjadinya resistensi gulma diakibatkan penggunaan satu jenis herbisida secara terus menerus. Sebab itu disarankan untuk melakukan penggunaan herbisida alternatif. “Untuk mencegah terjadinya resitensi perlu dilakukan rotasi aplikasi herbisida,” kata Prof. Soekisman, belum lama ini di Bogor.

Secara umum rotasi ini bisa dilakukan setiap setahun sekali, sehingga didapat pengendalian gulma secara maksimal. Untuk kasus resistensi gulma di Indonesia, Soekisman mencatat belum terjadi di Indonesia, namun proses memperlambat terjadinya resistensi perlu dilakukan semenjak saat ini, apalagi proses resistensi itu tejadi selama 20 tahun.

Sementara menurut penuturan Head of Research & Development PT Syngenta Indonesia, Midzon LI Johannis, penanggulangan gulma bisa juga dilakukan dengan menerapkan teknik Integrated Weed Management (IWM), teknik itu merupakan kombinasi beberapa cara pengendalian gulma, dengan dengan biaya yang paling ekonomis.

Hanya saja Midzon mengaris bawahi, utamanya dalam penerapan aplikasi bahan kimia dalam pengendalian gulma, lewat penerapan aplikasi satu jenis herbisida lantaran efektif dan efisien, dalam jangka waktu menengah dan panjang bakal memicu terjadinya resistensi gulma. “Jika resitensi gulma terjadi maka beban ongkos dalam menanggulangi gulma akan semakin mahal, karena sulit dikendalikan,” katanya.

Sebagai ilustrasi yang terjadi di Amerika Serikat, penanggulangan resistensi gulma menelan investasi sekitar US$ 100/ha, sangat jauh dari biaya penggunaan herbisida sebelumnya sebanyak 2 liter/ha dengan ongkos sekitar US$ 10/ha. “Ongkos pengendaliannya naik 10 kali lipat,” kata Midzon.


Sumber : Infosawit /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
25 Agustus 2026
JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
24 Agustus 2026
Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
23 Agustus 2026
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
    Dibaca: 234 Kali
  • 02
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 533 Kali
  • 03
    Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
    Dibaca: 241 Kali
  • 04
    Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
    Dibaca: 309 Kali
  • 05
    CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
    Dibaca: 303 Kali
  • 06
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 487 Kali
  • 07
    PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
    Dibaca: 371 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id