• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 09 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Ekonomi

Dolar AS Melemah karena Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Lebih Lambat

MD Yasir

Selasa, 10 Januari 2023 07:56:35 WIB
Cetak
Dolar AS Melemah karena Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Lebih Lambat

NEW YORK - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa (10/1/2023) pagi WIB. Data ekonomi baru-baru ini dinilai akan mendorong bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) untuk memperlambat laju kenaikan suku bunganya.

Kurs mata uang juga akan terpengaruh China membuka kembali perbatasannya. Euro menguat 0,96 persen menjadi 1,0747 dolar, level tertinggi versus greenback sejak 9 Juni, menambah kenaikan 1,17 persen pada Jumat (6/1/2023).

Sterling melonjak 0,87 persen menjadi 1,21975 dolar, setelah membangun reli 1,5 persen pada Jumat (6/1/2023). Sementara franc Swiss meningkat 0,82 persen menjadi 0,92 dolar, terkuat sejak awal Maret.

Pergerakan tersebut melanjutkan tren yang lebih rendah untuk dolar, yang dalam tiga bulan terakhir 2022 membukukan kerugian kuartalan terbesar dalam 12 tahun. Itu terutama didorong oleh keyakinan investor bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga menjadi lebih dari 5,0 persen dari kisaran saat ini 4,25-4,50 persen, karena inflasi dan pertumbuhan mendingin.

"Ada banyak orang yang melihat pada Fed fund berjangka dan tampaknya kita mungkin mendapatkan satu kenaikan suku bunga pada Februari dan kemudian mungkin penurunan suku bunga pada akhir tahun dan itu, menurut saya, membuka jalan bagi banyak orang untuk bertaruh terhadap dolar," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Fed fund berjangka menunjukkan investor percaya hasil yang paling mungkin untuk pertemuan Fed pada Februari adalah kenaikan 25 basis poin.

"Seruan konsensus adalah bahwa pada akhir tahun dolar akan jauh lebih rendah dan banyak orang mencoba untuk mendahului perdagangan itu," kata Moya.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan lalu setelah memberikan empat kenaikan berturut-turut 75 basis poin tahun lalu, tetapi mengatakan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama untuk menjinakkan inflasi.

Dua laporan terpisah pada Jumat (6/1/2023) melukiskan gambaran ekonomi yang tumbuh dan menambah pekerjaan, tetapi di mana aktivitas keseluruhan condong ke wilayah resesi, mendorong pedagang untuk menjual dolar terhadap berbagai mata uang.

Laporan ketenagakerjaan bulanan pada Jumat (6/1/2023) menunjukkan peningkatan jumlah pekerja yang lebih besar dari perkiraan dan perlambatan pertumbuhan upah. Ini berita baik untuk bank sentral AS.

Sebuah laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas di sektor jasa-jasa mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun pada Desember.

Indeks dolar berada di level terendah 7 bulan, terakhir turun 0,81 persen menjadi 103,033. Indeks, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, jatuh 1,15 persen pada Jumat (6/1/2023) karena investor beralih ke aset-aset berisiko.

Dengan data inflasi AS yang akan dirilis pada Kamis (12/1/2023), prospek tekanan harga akan menjadi fokus utama bagi investor.

"Ekspektasi Indeks Harga Konsumen minggu ini adalah untuk mengurangi tekanan inflasi lebih lanjut," kata Greg McBride, kepala analis keuangan di Bankrate. Apa pun yang kurang dari perbaikan berbasis luas akan menggetarkan saraf investor dan membuat Fed tetap aktif.

Sementara itu, China terus membongkar sebagian besar aturan ketat nol-COVID seputar pergerakan saat membuka kembali perbatasannya. Optimisme tentang pemulihan ekonomi yang cepat mengirim yuan di pasar luar negeri ke level tertinggi lima bulan terhadap dolar pada Senin (6/1/2023).

Dolar Australia naik 0,8 persen menjadi 0,69305 dolar AS, mencapai level tertinggi terhadap mata uang AS sejak 30 Agustus, sementara kiwi terakhir naik 0,45 persen pada 0,6378 dolar AS.


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Ekonomi

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Senin, 19 Januari 2026 - 13:26:29 WIB
Ekonomi

Desain Kedaulatan Ekonomi Pancasila

Ahad, 11 Januari 2026 - 21:30:12 WIB
Ekonomi

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 - 21:39:46 WIB
Ekonomi

Ekonomi Terlihat Stabil Padahal Obesitas

Ahad, 28 Desember 2025 - 21:31:13 WIB
Ekonomi

Catatan Akhir Tahun Ekonomi Syariah

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:33:24 WIB
Ekonomi

Desentralisasi Demi Pemerataan Ekonomi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:10:28 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
    Dibaca: 404 Kali
  • 02
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 315 Kali
  • 03
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 330 Kali
  • 04
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 344 Kali
  • 05
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 330 Kali
  • 06
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 456 Kali
  • 07
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 448 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id