• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Oleh Ketum JMSI

Media Siber Adalah Kunci Paling Efektif Menangkal Ujaran Kebencian Dan Kabar Bohong

Redaktur

Sabtu, 26 November 2022 10:33:33 WIB
Cetak
Media Siber Adalah Kunci Paling Efektif Menangkal Ujaran Kebencian Dan Kabar Bohong

Jakarta, Beritaone.id  — Peningkatan kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan media siber adalah kunci paling efektif untuk menangkal ujaran kebencian dan kabar bohong atau hoax yang merupakan ekses negatif dari perkembangan platform digital. Karya jurnalistik yang bermutu semakin dibutuhkan di tahun-tahun politik menjelang Pemilu 2024. 

Demikian antara lain ditegaskan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa ketika berbicara dalam diskusi bertajuk "Media Sosial untuk Optimalisasi Tingkat Partisipasi Pemilih Millenial", di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat sore (25/11).

Selain Teguh Santosa, dua pembicara lain dalam diskusi itu adalah akademisi Universitas Multi Media Nusantara Nona Evita dan Communication Spesialist Institut STIAMI Geofakta Razali. Komisioner KPU RI, August Mellaz, yang mengepalai Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, juga hadir dan memberikan pandangan dalam diskusi tersebut.

Dalam penjelasannya Teguh mengatakan, JMSI yang merupakan konstituen Dewan Pers sejak awal merasa ikut terpanggil dan ikut bertanggung jawab untuk menciptakan Pemilu 2024 yang berkualitas. Partisipasi JMSI dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 telah dituangkan dalam sebuah Memorandum of Undestanding (MoU) dengan KPU RI yang ditandangani pada tanggal 1 Agustus lalu di arena Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) JMSI di Jakarta. 

“Kami sepakat bahwa sukses Pemilu 2024 menjadi tanggung jawab kita bersama. Media siber anggota JMSI bertekad untuk mengedepankan informasi programatik yang konstruktif dan produktif,” ujarnya.  

Karya jurnalistik yang berkualitas baik, yang dikerjakan dengan memperhatikan berbagai kaidah pers yang profesional, masih menurut Teguh, juga dibutuhkan untuk membangun kepeduliaan terhadap politik dan Pemilu 2024 di kalangan generasi milenial dan generasi Z.

Teguh yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan pernah menjadi Wakil Rektor Universitas Bung Karno mengatakan, generasi milenial dan generasi Z mengandalkan media sosial untuk mendapatkan berbagai informasi, termasuk informasi politik. Sementara, di ranah media sosial masih sering ditemukan ujaran kebencian dan kabar bohong yang dikembangkan dan disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.  

Ketika ditanya mengenai peranan buzzeRp di masa-masa mendatang, Teguh mengatakan dirinya optimistis buzzeRp akan menjadi kelompok yang teralienasi dengan sendirinya manakala karya  jurnalistik yang berkualitas baik semakin banyak dan di saat bersamaan generasi milenial dan generasi Z menurut pengamatannya juga dapat mengenali informasi buruk yang disebarkan buzzeRp.

BuzzeRp adalah istilah yang belakangan populer yang digunakan untuk merujuk kelompok pengguna media sosial yang kerap mengedepankan ujaran kebencian dan juga kabar bohong. 

Hal lain yang dibutuhkan untuk menghadapi buzzeRp, sebut Teguh, adalah penegakan hukum yang tidak pandang bulu.

*Mengejar Target Partisipasi*

Adapun anggota KPU RI August Mellaz ketika dimintai pandangannya mengatakan bahwa KPU periode sekarang berusaha mengejar target partisipasi sebesar 81 persen yang lebih tinggi dari penyelenggaraan Pemilu sebelumnya.

Dalam kaitannya dengan hal itu, KPU menyadari bahwa salah satu tantangan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan partisipasi kelompok milenial dan generasi Z.

August Mellaz menyampaikan, kelompok milenial dan generasi Z memiliki kecenderungan yang khas dalam memperoleh informasi.

“Misalnya, kalau informasi berasal dari KPU dan medsos KPU, itu akan segera (diakses). Tetapi tidak juga diberikan legitimasinya kalau belum muncul di media mainstream," kata August Mellaz mencontohkan.

Maka dari itu, August Mellaz menilai informasi yang disebarkan media massa di platform sangat penting untuk mendorong partisipasi kelompok milenial dan generasi Z.

*Paham Memverifikasi Informasi*

Akademisi dan praktisi komunikasi Universitas Multi Media Nusantara, Nona Evita, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Generasi Z yang merupakan digital native dan media social native walau sering dianggap tidak peduli namun sesungguhnya memiliki kemampuan untuk memverifikasi informasi yang mereka terima di platform digital.

“Juga tidak langsung percaya gitu saja. Mereka langsung ke media mainstream dulu (dulu untuk memverifikasi). Itu pola verifikasi yang baik sebetulnya, sekaligus jadi solusi juga,” ujarnya. 

Sementara Communication Spesialist Institut STIAMI Geofakta Razali mengatakian bahwa Generasi Z memiliki perhatian atau attention yang cukup dalam menilai informasi politik walaupun belum tentu pada akhirnya mereka akan berpatisipasi.

“Pada tahap attention itu sebenarnya ada persepsi bagaimana persepsi mereka tentang politik, yang mereka ambil dari experience mereka termasuk dari generasi sebelum mereka," jelasnya.

"(Setelah) punya persepsi, baru akan tercermin dalam perilaku," demikian Geofakta Razali sambil menambahkan bahwa generasi milineal dan Generasi Z cukup menentukan Pemilu 2024.


 Editor : Fitri

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores

Ahad, 16 Agustus 2026 - 08:07:39 WIB
Nasional

Kementerian PU di Bawah Menteri Dody Hanggodo Genjot Sumur Bor Antisipasi Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:22:00 WIB
Nasional

Ketua Umum JMSI: Soal ‘Londo Ireng’ Jangan Salah Mengerti

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:05:12 WIB
Nasional

Teguh Santosa: Media Punya Kekuatan Besar Redam Konflik dan Kedepankan Narasi Perdamaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:40:00 WIB
Nasional

Permudah Akses JKN di Wilayah Terpencil, BPJS Kesehatan Hadirkan LANURI Serentak di 558 Titik Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 12:42:26 WIB
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tak Kapok Dibui 5 Tahun, Kempes Kembali Diciduk Polisi Bawa Sabu 2,15 Gram
27 Agustus 2026
Konflik Agraria di Kepayang Sari, Warga Tolak Aktivitas PT Agrinas di Eks Tasma Puja
26 Agustus 2026
Jalan Sungai Rawa Rusak Parah, Marka Minim, Truk Bermuatan Besar Terus Melintas
26 Agustus 2026
Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
25 Agustus 2026
JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
24 Agustus 2026
Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
23 Agustus 2026
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Tak Kapok Dibui 5 Tahun, Kempes Kembali Diciduk Polisi Bawa Sabu 2,15 Gram
    Dibaca: 457 Kali
  • 02
    Konflik Agraria di Kepayang Sari, Warga Tolak Aktivitas PT Agrinas di Eks Tasma Puja
    Dibaca: 202 Kali
  • 03
    Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
    Dibaca: 405 Kali
  • 04
    JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
    Dibaca: 288 Kali
  • 05
    Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
    Dibaca: 342 Kali
  • 06
    Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
    Dibaca: 307 Kali
  • 07
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 663 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id