• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

People

Prof Tien, Sang Srikandi Pemegang Tiga Hak Paten Kelapa Sawit

MD Yasir

Sabtu, 19 November 2022 09:18:54 WIB
Cetak
Prof Tien, Sang Srikandi Pemegang Tiga Hak Paten Kelapa Sawit

JAKARTA, Beritaone.id – Awalnya berdasar pengakuan wanita yang memiliki hobi berenang ini, kurang tahu persis apa itu komoditas kelapa sawit. Namun, adanya kebijakan pemerintah kala itu yang menyetop impor vitamin A dari UNICEF, memberikan kesempatan Tien R Muchtadi atau yang akrab disapa dengan Ibu Tien mengenal dunia sawit untuk pertama kalinya.

Indonesia dengan populasi penduduk yang cukup besar sangat membutuhkan pasokan vitamin A yang melimpah, atas dasar itulah Tien yang sedang studi S3 atas petunjuk advisor-nya diarahkan untuk penelitian karoten yang dimiliki kelapa sawit, sebagai sumber baru vitamin A yang selama ini kerap dibuang keberadaannya.

Maka mulailah wanita yang telah mengabdi sebagai dosen selama lebih 50 tahun melakukan penelitian dengan menggunakan sampel sawit yang didapat dari sekitar Tugu Kujang, Bogor. Namun, karena sampel yang didapat bukan berasal dari perkebunan, penelitian yang dilakukannya dianggap tidak valid. “Ya sudah saya ambil hikmahnya saja paling tidak saya jadi tahu,” seloroh Tien.

Namun setelah kejadian tersebut akhirnya Tien dikirim ke Medan guna melihat proses refineri untuk mencari informasi karoten yang terbuang dari bleaching earth lewat spent earth. Namun setelah diteliti karoten yang dihasilkan bleaching earth kandungan vitamin A nya sudah terdegradasi.

Setelah sempat tertunda, misi mencari sumber vitamin A pun dilanjutkan. Untungnya saat di Medan Tien tidak membuang kesempatan dengan mempelajari proses pembuatan minyak sawit di PT Perkebunan Nusantara VI dan VII saat itu. “Waktu di Medan saya datang ke PTPN VI dan VII untuk belajar membuat minyak sawit,” katanya menambahkan.

Barulah diketahui ada satu teknik yang bisa menyelamatkan karoten supaya kandungan vitamin A-nya masih tinggi, teknik tersebut adalah supercritical fluid extraction. Rupanya Tien adalah orang pertama yang menggunakan teknik supercritical fluid extraction, untuk kelapa sawit. “Saya adalah orang Indonesia pertama yang  menggunakan teknik supercritical untuk sawit,” ungkap Tien.

Tidak hanya masalah betacaroten, Tien pun sempat tertarik meneliti kematangan buah sawit, apalagi sebelumnya waktu pemanenan buah sawit kerap didasarkan pada jumlah jatuhnya berondolan sawit.

Berdasarkan nalar peneliti, cara itu tidak wajar maka terbersit dibenak Tien untuk melakukan pembuktian secara ilmiah. Dari situlah Tien mulai melakukan penelitian terkait waktu yang tepat guna melakukan panen untuk kelapa sawit.

Caranya, dimulai dengan menandai dari awal proses bunga hingga menjadi tandan buah segar kelapa sawit, lantas setiap minggu dilakukan evaluasi.

Akhirnya diketahui bahwa maksimum pembentukan globula lemak terjadi pada minggu ke 16, sebab bila umur buah sudah melampaui 18 minggu maka globula lemak tadi kembali pecah menjadi asam. “Itulah penelitian saya yang diaplikasikan di Dirjenbun, jadi bukan pakai berondolan lagi untuk menandai panennya,” terang Tien.

Tidak hanya sebagai peneliti, orang lama di IPB ini juga  sempat menjadi orang yang pertama dalam menghadang isu kesehatan di sawit, misalnya saja Saat muncul pertama kali isu minyak sawit mengandung kolesterol pada era 1980 an.

Akhirnya guna menjawab isu tersebut, wanita asal Bogor ini pun kembali ditugasi guna meneliti kebenaran isu tersebut. “Karena pembimbing saya Dirjen dan perlu jawaban ilmiah maka saya dikirim ke Cornell University,” kata wanita yang memiliki tiga paten atas namanya sendiri. 


Sumber : Infosawit /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tak Kapok Dibui 5 Tahun, Kempes Kembali Diciduk Polisi Bawa Sabu 2,15 Gram
27 Agustus 2026
Konflik Agraria di Kepayang Sari, Warga Tolak Aktivitas PT Agrinas di Eks Tasma Puja
26 Agustus 2026
Jalan Sungai Rawa Rusak Parah, Marka Minim, Truk Bermuatan Besar Terus Melintas
26 Agustus 2026
Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
25 Agustus 2026
JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
24 Agustus 2026
Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
23 Agustus 2026
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Tak Kapok Dibui 5 Tahun, Kempes Kembali Diciduk Polisi Bawa Sabu 2,15 Gram
    Dibaca: 415 Kali
  • 02
    Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
    Dibaca: 374 Kali
  • 03
    JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
    Dibaca: 267 Kali
  • 04
    Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
    Dibaca: 327 Kali
  • 05
    Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
    Dibaca: 285 Kali
  • 06
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 642 Kali
  • 07
    Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
    Dibaca: 332 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id