• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Rabu, 08 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

Pentingnya Menjaga Kesuburan Tanah untuk Penghematan Pupuk

MD Yasir

Sabtu, 12 November 2022 21:28:25 WIB
Cetak
Pentingnya Menjaga Kesuburan Tanah untuk Penghematan Pupuk

BOGOR, Beritaone.id – Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Gunawan Djajakirana, M.Sc menjelaskan mengenai pentingnya mempertahankan tanah yang ‘hidup’ atau subur untuk mengurangi penggunaan pupuk buatan. 

Hal ini disampaikan dalam 3rd International Conference on Natural Resource and Environmental Conservation di IPB International Convention Center pada hari Kamis, 27 Oktober 2022.

Gunawan menjelaskan bahwa ketika mempelajari ekosistem hutan, ditemukan pentingnya keanekaragaman hayati antara tumbuhan diatas tanah dan didalam tanah. Ekosistem inilah yang membuat tanah di hutan menjadi ‘hidup’ dan dapat memberi nutrisi yang seimbang bagi tanaman yang tumbuh diatasnya.

Dalam relasi ini, penting sekali bagi perkebunan sawit untuk memperhatikan keanekaragaman hayati di atas tanah dan di dalam tanah di area perkebunan.

Berbicara tumbuhan di atas tanah, bukan berarti mengganti sawit dengan tumbuhan lain. Gunawan menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati di bawah tanaman sawit, misalnya pakis, rumput atau tanaman pendek lainnya.

Menurut penelitian di beberapa perkebunan sawit, Gunawan mengkategorikan kondisi perkebunan menjadi 3 yakni: (1) kebun seperti area parkir mall di kota, adalah kondisi di mana tidak ada tanaman lain yang tumbuh di antara sawit dikarenakan semua habis dibunuh baik menggunakan racun ; (2) kebun seperti perkebunan biasa, adalah kondisi di mana ada sedikit tanaman seperti pakis atau rumput yang terlihat di antara tanaman sawit, biasanya terjadi karena petani sedikit menggunakan racun dan atau membabat secara tradisional; dan (3) kebun seperti hutan di mana banyak terlihat tanaman di antara tanaman sawit dan kerap dianggap seolah tidak terurus karena jarang dibabat atau dibabat tapi hasil babat dibiarkan di situ.

Menurut Gunawan, secara keberlanjutan tanah dan keanekaragaman hayati, maka kebun kategori 3 adalah yang paling berkelanjutan.

Hal ini dikarenakan banyaknya jenis tanaman atau hayati yang tumbuh di atas tanah dan di bawah sawit, sehingga membuat ekosistem semakin seimbang. Dalam kondisi ekosistem yang seimbang, maka lingkaran produksi biomasa dan nutrisi akan semaking tinggi. Dengan demikian, tanah di area tersebut akan semakin hidup dan gembur.

Karenanya Gunawan menyarankan agar pekebun tidak menggunakan racun untuk tanaman disekitar sawit tapi hanya cukup dengan menebas tanaman tersebut dan membiarkan hasil tebasannya di situ saja. Dengan begitu maka tanaman tersebut akan mengalami penguraian secara alami ke dalam tanah dan tanah akan menguraikannya menjadi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman seperti nitrogen, fosofor, dan kalium.

Dengan melakukan ini, maka petani akan dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan karena tanah yang gembur memberikan unsur hara yang cukup, sehingga pupuk buatan hanya diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sesuai dengan target yang diinginkan oleh petani. 

“Sebetulnya kalau petani mau mengelola kebun yang kayak hutan itu tadi. Pupuk jauh lebih sedikit. Tinggal mengikuti dosis untuk mencapai target produktivitas seperti apa. Seperti perusahaan besar itu kan mereka punya target berapa makanya tau mau pupuk seberapa dosis,” papar Gunawan.
 

 


Sumber : Sawitsetara /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
    Dibaca: 214 Kali
  • 02
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 237 Kali
  • 03
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 242 Kali
  • 04
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 273 Kali
  • 05
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 246 Kali
  • 06
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 370 Kali
  • 07
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 353 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id