• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Selasa, 07 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Intermezzo

Kesehatan

Infeksi Virus dan Bakteri Anak Bisa Dideteksi dengan Hitung Kecepatan Napas

MD Yasir

Kamis, 27 Oktober 2022 19:31:09 WIB
Cetak
Infeksi Virus dan Bakteri Anak Bisa Dideteksi dengan Hitung Kecepatan Napas

JAKARTA, Beritaone.id - Praktisi kesehatan yang juga dokter spesialis anak, dr Miza Afrizal, Sp.A, mengatakan bahwa keparahan infeksi virus dan bakteri pada anak dapat dideteksi dengan menghitung kecepatan napasnya dalam satu menit. 

"Caranya tempel tangan di atas dada anak lalu hitung satu menit dengan stopwatch atau apapun. Anak berusia nol sampai satu tahun itu tidak boleh lebih dari 60 kali, kalau misalnya dua hingga tiga tahun tidak boleh lebih dari 50 kali napas," katanya, dalam diskusi mengenai batuk dan pilek yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Ia mengatakan, jika napas anak terasa cepat, itu pertanda anak mengalami sesak dan perlu segera dibawa ke rumah sakit.

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan orangtua adalah melihat cara anak bernapas.

Pada anak usia nol sampai enam bulan pada saat napas tenang, biasanya diikuti dengan gerakan kepala mengikuti napas. Jika ini terjadi orang tua perlu waspada.

Cara lainnya adalah melihat cuping hidung anak yang kembang kempis ketika bernapas. Jika beberapa ciri tersebut sudah berlangsung lama, ada baiknya segera diperiksa oleh dokter.

"Kalau 'ngomongin' durasi virus itu akan membaik 10 sampai 14 hari, kalau lebih dari 14 hari anaknya belum ada perbaikan mending dibawa ke dokter," katanya.

Ia mengatakan, batuk atau pilek yang terjadi pada tubuh manusia sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan terhadap virus dan bakteri. Saat virus masuk ke saluran pernapasan, tubuh akan mengirim sinyal ke otak untuk mengeluarkan virus tersebut dengan cara batuk.

"Temannya batuk adalah pilek, pilek fungsinya adalah memproduksi lendir dari tubuh, dan membuat 'perangkap' supaya virus tidak pindah ke organ tubuh lain dan membuat 'pagar' baru di seluruh saluran pernapasan," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Prancis, selama dua tahun pandemi COVID-19 ada efek yang terjadi pada sistem imunitas tubuh anak. Selama pandemi tersebut, tubuh anak jadi lebih rentan terhadap infeksi karena berdiam di rumah sehingga tidak terpapar bakteri maupun virus.

"Selama dua tahun anak-anak tidak terkena infeksi ternyata ada efek negatifnya yaitu dia menjadi lebih rentan untuk terjadi infeksi setelah dia ketemu virus beneran, ini sudah ada penelitiannya," katanya.

Untuk menghindari anak dari batuk dan pilek di musim pancaroba, maka perlu evaluasi lingkungan sekitar anak dan memastikan bersih. "Yang pertama harus evaluasi lingkungannya dulu apakah kita selama ini sudah memberikan lingkungan yang sehat buat anak, udara, apakah merokok di sekitar anak, debu dan lain-lain, hindari orang sakit di sekitar dia," kata dokter RSIA Tumbuh Kembang ini.

Setelah menjamin kebersihan udara sekitar anak, orangtua juga perlu evaluasi nutrisi pada makanan anak. "Bukan cuma makan banyak tapi kualitasnya gimana," kata Miza.


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Intermezzo

Drama Perebutan Kebun Hutan di Inhu, Pekerja PT SAL Bertahan di Mes

Kamis, 07 Mei 2026 - 14:27:35 WIB
Intermezzo

Suasana Akrab Polres Inhil dan JMSI Inhil di Buka Puasa Bersama: Sinergi Makin Erat, Informasi Makin Tepat

Senin, 16 Maret 2026 - 21:59:39 WIB
SMA N 1 Rengat Barat Juara 1

Kejari Inhu Gelar Lomba Debat dan Yel-yel Anti Korupsi Peringati Hakordia 2025

Senin, 15 Desember 2025 - 19:58:08 WIB
Kampanye Anti Korupsi

Wujudkan Desa Bersih Korupsi, Kejari Inhu Dorong Transparansi Lewat Edukasi Hakordia 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:10:05 WIB
Bantu Perbaikan Jalan

Ketua DPRD Inhu Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Nurul Hikmah Talang Jerinjing

Rabu, 22 Oktober 2025 - 19:12:09 WIB
Intermezzo

Gerakan Sadar Pencatatan Nikah Disosialisasikan di Baturijal Barat

Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:00:54 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 212 Kali
  • 02
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 224 Kali
  • 03
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 259 Kali
  • 04
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 228 Kali
  • 05
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 346 Kali
  • 06
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 327 Kali
  • 07
    19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
    Dibaca: 280 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id