• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 01 Oktober 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Internasional

Hanya untuk Beli Pasta Gigi karena Inflasi, Warga Kuba Antre hingga Belasan Jam

MD Yasir

Sabtu, 16 Juli 2022 14:19:33 WIB
Cetak
Hanya untuk Beli Pasta Gigi karena Inflasi, Warga Kuba Antre hingga Belasan Jam

JAKARTA - Antre berjam-jam bukan lah kegiatan yang langka bagi warga Kuba. Sejak inflasi dan krisis terus memburuk, warga Kuba harus mengantre hingga belasan jam untuk bertahan hidup. Mulai dari membeli roti, air minum, sampai pasta gigi, semua warga negara di Karibia itu harus mengantre.

"Saya hampir menghabiskan malam saya di sini hanya untuk membeli sesuatu. Ini tak mudah, penderitaan yang besar cuma untuk dapat makanan," kata seorang pembeli di Havana, Edelvis Miranda (47), kepada AFP pekan lalu.

Ibu rumah tangga itu mengantre sejak sekitar pukul 01:00 dini hari waktu setempat dan baru mendapatkan dua liter minyak, dua paket ayam, beberapa daging cincang dan detergen 11 jam kemudian.

"Itu sepadan, karena saya menemukan segalanya. Sekarang istirahat, dan lalu kembali ke antrean lagi," kata dia saat jalan menuju rumahnya.

Kuba mencatat rata-rata inflasi sebesar 70 persen pada 2021. Cadangan pemerintah yang minim membuat Kuba harus mengurangi impor secara drastis.

Padahal, impor makanan bisa mencapai sekitar US$2 miliar atau Rp2 triliun per tahun sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Mei lalu, pemerintah mengatakan impor berada di level terendah sejak 2009. Biasanya barang impor mencakup 80 persen kebutuhan rakyat Kuba.

Kekurangan impor itu pun mempengaruhi seluruh warga orang, tak terkecuali bagi orang kaya di Kuba. Mereka tetap harus mengantre panjang, meskipun sering membayar orang lain atau calo untuk mengantre.

Polisi kerap dikerahkan demi menjaga ketertiban antrean yang membentang di beberapa blok jalanan Kuba.

Selain mengantre, warga juga tak bisa membeli barang yang mereka butuhkan sesuka hati.

Sebuah pasar di ibu kota menempel pengumuman soal barang apa saja yang tersedia di hari itu satu jam sebelum buka.

Pada hari itu, pasar tersebut mengumumkan ada lima barang yang mereka jajakan. Hal tersebut membuat sekitar 400 orang yang sudah mengantre dari dini hari bersorak gembira lantaran biasanya tak banyak variasi barang yang dijual pasar itu dalam sehari.

Nahasnya, dari sekitar 400 orang yang mengantre, pasar hanya menyediakan pasokan untuk 250 orang.

"Ini tidak bermartabat," gerutu Rolando Lopez (66), seorang pensiunan yang sudah mengantre dan tak bisa masuk.

Puluhan orang yang tak beruntung itu dengan cepat membentuk antrian belanja di hari berikutnya.

Mereka menunjuk "penjaga" malam untuk memastikan tidak ada yang kehilangan tempat mereka.

"Ini adalah perjuangan sehari-hari di Kuba. Apa lagi yang bisa Anda lakukan?" tanya seorang ibu rumah tangga lainnya Maria Rosabal.

Beberapa toko di Kuba saat ini hanya menerima mata uang asing. Namun dolar Amerika Serikat bukan lagi alat pembayaran yang sah dan hanya bisa diperoleh di pasar gelap.
Toko-toko ini memiliki persediaan yang lebih baik daripada yang berbasis peso, tetapi hanya sedikit orang Kuba yang bisa mengunjunginya.

Biasanya toko hanya memiliki dua atau tiga produk pada waktu tertentu, atau bahkan tidak sama sekali.

Terkadang, orang mengantri tanpa mengetahui produk apa yang dapat mereka beli di hari itu.

Produk-produk tertentu sering kali hilang sepenuhnya dari rak untuk jangka waktu tertentu, seperti susu.

Ketika barang-barang itu muncul kembali, mereka biasanya terbatas di toko mata uang asing, dan terjual habis dalam beberapa jam.

Kekurangan bukanlah hal baru di Kuba. Ketika salah seorang warga memotong antrean, biasanya mereka akan dicaci.

"Kami mengantre selama 60 tahun, dan Anda masih tidak tahu caranya?"

Demi mengurangi dampak inflasi dan krisis, pemerintah di Havana terus meningkatkan produksi nasional sebagai cara terbaik mengatasi kekurangan kebutuhan dari impor.

Kuba juga perlahan-lahan mulai membuka ekonomi bagi investor dan perusahaan swasta.*


Sumber : Cnn /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Internasional

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:27:33 WIB
Internasional

Sah, Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Kamis, 08 Januari 2026 - 22:28:54 WIB
Internasional

130 Anak Sekolah Nigeria Dibebaskan setelah Sebulan Diculik

Senin, 22 Desember 2025 - 15:16:36 WIB
Internasional

Gibran Pamer QRIS hingga MBG di KTT G20 Afrika Selatan

Ahad, 23 November 2025 - 21:19:56 WIB
Internasional

Pemilu Berdarah di Tanzania Telan Korban Jiwa Hingga 700 Orang

Ahad, 02 November 2025 - 11:54:31 WIB
Internasional

Prabowo Tekankan Adaptasi dan Inovasi dalam Kemitraan ASEAN-Jepang

Ahad, 26 Oktober 2025 - 20:14:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Belajar dari Jurnalis Kompas, 50 UMKM Binaan PT Astra International Tbk Dilatih Membuat Konten Menarik
30 September 2026
Muscab I JMSI Kampar Tetapkan Hj Netty Mindrayani sebagai Ketua
29 September 2026
PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal
28 September 2026
JMSI Riau Gelar UKW 4-6 November 2026, Pendaftaran Dibuka dan Kuota Terbatas
28 September 2026
Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
25 September 2026
Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
23 September 2026
PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
18 September 2026
Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
18 September 2026
Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
17 September 2026
Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
17 September 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
    Dibaca: 275 Kali
  • 02
    Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
    Dibaca: 350 Kali
  • 03
    PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
    Dibaca: 529 Kali
  • 04
    Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
    Dibaca: 1e3 Kali
  • 05
    Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
    Dibaca: 524 Kali
  • 06
    Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
    Dibaca: 574 Kali
  • 07
    UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
    Dibaca: 536 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id