• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 04 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Intermezzo

WHO: Cacar Monyet Meningkat di 50 Negara

MD Yasir

Ahad, 26 Juni 2022 10:31:25 WIB
Cetak
WHO: Cacar Monyet Meningkat di 50 Negara

LONDON, Beritaone.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, wabah cacar monyet yang meningkat di lebih dari 50 negara harus dipantau secara ketat, Sabtu (25/6). Namun, penyakit ini belum dipertimbangkan sebagai sebagai darurat kesehatan global.

Komite darurat WHO mengatakan, banyak aspek dari wabah itu memang tidak biasa. Badan tersebut mengakui bahwa cacar monyet yang endemik di beberapa negara Afrika ini telah diabaikan selama bertahun-tahun.

"Sementara beberapa anggota menyatakan pandangan yang berbeda, komite memutuskan dengan konsensus untuk memberi tahu direktur jenderal WHO bahwa pada tahap ini wabah harus ditentukan bukan sebagai keadaan darurat kesehatan global," kata WHO dalam sebuah pernyataan.

WHO tetap menunjuk pada "sifat darurat" dari wabah. Badan ini pun mengatakan, mengendalikan penyebarannya membutuhkan tanggapan intens.

Komite Darurat WHO mengatakan, wabah itu harus dimonitor dan ditinjau secara ketat setelah beberapa minggu. Namun, mereka akan merekomendasikan penilaian ulang sebelum itu jika perkembangan baru tertentu muncul. Perkembangan tersebut seperti kasus di antara pekerja seks, menyebar ke negara lain atau di dalam negara yang sudah memiliki kasus, peningkatan keparahan kasus, atau tingkat penyebaran yang meningkat.

Mendeklarasikan darurat kesehatan global berarti bahwa krisis kesehatan adalah peristiwa “luar biasa” yang membutuhkan respons yang dikelola secara global. Keputusan itu pun akan membuat suatu penyakit berisiko tinggi menyebar ke seluruh perbatasan.

WHO sebelumnya membuat deklarasi serupa untuk penyakit termasuk Covid-19, Ebola di Kongo dan Afrika Barat, Zika di Brasil, dan upaya berkelanjutan untuk menghapus polio. Deklarasi darurat sebagian besar berfungsi sebagai permohonan untuk menarik lebih banyak sumber daya global dan perhatian terhadap wabah. Pengumuman sebelumnya memiliki dampak yang beragam, mengingat WHO sebagian besar tidak berdaya ketika mencoba meyakinkan negara untuk bertindak.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreysus mengadakan rapat komite darurat pada Kamis (24/6). Pertemuan ini usai menyatakan keprihatinan tentang epidemi cacar monyet di negara-negara yang sebelumnya tidak melaporkan penyakit tersebut.

"Apa yang membuat wabah saat ini mengkhawatirkan adalah penyebaran yang cepat dan terus-menerus ke negara dan wilayah baru dan risiko penularan lebih lanjut dan berkelanjutan ke populasi yang rentan termasuk orang-orang yang kekebalannya terganggu, wanita hamil dan anak-anak,” kata kepala WHO itu.

Cacar monyet telah membuat orang sakit selama beberapa dekade di Afrika tengah dan barat. Namun sampai bulan lalu, penyakit tersebut belum diketahui menyebabkan wabah yang signifikan di beberapa negara pada saat yang sama dan melibatkan orang-orang yang tidak memiliki hubungan perjalanan ke benua tersebut.

WHO mengatakan minggu ini telah mengkonfirmasi lebih dari 3.200 infeksi cacar monyet di sekitar 40 negara yang sebelumnya tidak melaporkan penyakit tersebut. Sebagian besar kasus terjadi pada pria gay, biseksual atau berhubungan seks dengan pria lain, dan lebih dari 80 persen kasus terjadi di Eropa.

Orang dengan cacar monyet sering mengalami gejala seperti demam, nyeri tubuh dan ruam. Sebagian besar gejala sembuh dalam beberapa minggu tanpa memerlukan perawatan medis.

Cacar monyet di Afrika sebagian besar menyerang orang yang melakukan kontak dengan hewan liar yang terinfeksi, seperti hewan pengerat atau primata. Ada sekitar 1.500 kasus cacar monyet yang dilaporkan, termasuk 70 kematian, di Kongo, Kamerun, dan Republik Afrika Tengah.

Versi penyakit yang menular di luar Afrika biasanya memiliki tingkat kematian kurang dari 1 persen. Sedangkan versi yang terlihat di Afrika dapat membunuh hingga 10 persen orang yang terkena.

WHO juga menciptakan mekanisme pembagian vaksin untuk cacar monyet, yang dapat membuat vaksin masuk ke negara-negara kaya seperti Inggris, yang saat ini memiliki wabah terbesar di luar Afrika. Beberapa ahli memperingatkan bahwa hal itu dapat memperkuat ketidaksetaraan mendalam yang terlihat antara negara-negara kaya dan miskin selama pandemi virus korona. 


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Intermezzo

Drama Perebutan Kebun Hutan di Inhu, Pekerja PT SAL Bertahan di Mes

Kamis, 07 Mei 2026 - 14:27:35 WIB
Intermezzo

Suasana Akrab Polres Inhil dan JMSI Inhil di Buka Puasa Bersama: Sinergi Makin Erat, Informasi Makin Tepat

Senin, 16 Maret 2026 - 21:59:39 WIB
SMA N 1 Rengat Barat Juara 1

Kejari Inhu Gelar Lomba Debat dan Yel-yel Anti Korupsi Peringati Hakordia 2025

Senin, 15 Desember 2025 - 19:58:08 WIB
Kampanye Anti Korupsi

Wujudkan Desa Bersih Korupsi, Kejari Inhu Dorong Transparansi Lewat Edukasi Hakordia 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:10:05 WIB
Bantu Perbaikan Jalan

Ketua DPRD Inhu Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Nurul Hikmah Talang Jerinjing

Rabu, 22 Oktober 2025 - 19:12:09 WIB
Intermezzo

Gerakan Sadar Pencatatan Nikah Disosialisasikan di Baturijal Barat

Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:00:54 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
    Dibaca: 246 Kali
  • 02
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 443 Kali
  • 03
    PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
    Dibaca: 240 Kali
  • 04
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 334 Kali
  • 05
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 366 Kali
  • 06
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 354 Kali
  • 07
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 399 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id