• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 04 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Ekonomi

Harga Sapi Turun hingga Rp5 Juta per Ekor Imbas PMK

MD Yasir

Jumat, 10 Juni 2022 10:38:33 WIB
Cetak
Harga Sapi Turun hingga Rp5 Juta per Ekor Imbas PMK

JAKARTA, Beritaone.id -  Harga hewan ternak sapi turun antara Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekor di Pamekasan, Jawa Timur. Harga sapi anjlok akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Supandi (55), pedagang sapi di Pasar Keppo, Larangan, Pamekasan, menyebut penurunan harga sapi terjadi dalam sebulan terakhir.

"Kalau yang biasa laku dengan harga Rp15 juta, sekarang ini hanya Rp10 juta-Rp11 juta. Turunnya drastis," ujarnya, Jumat (10/6).

Penurunan harga sapi terjadi sejak setengah bulan lalu ketika wabah PMK merebak. Selain itu, banyak pedagang pasar yang memilih untuk tidak membeli sapi karena masyarakat khawatir mengkonsumsi daging sapi.

"Mereka khawatir, sapi yang dibeli terserang penyakit. Bagi peternak, kalau mau menjual sapi, jangan jual sekarang, karena harganya turun drastis," saran Supandi.

Tonawar, warga Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan, juga mengalami hal serupa. Harga sapi yang dipeliharanya ditawar Rp11 juta di Pasar Keppo. Padahal, 6 bulan sebelumnya, ia membeli sapi tersebut seharga Rp12 juta.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Pamekasan Agus Wijaya mengaku wabah PMK sangat mempengaruhi aktivitas jual-beli sapi di pasaran.

"Bahkan, laporan dari pasar sapi di Waru menyebutkan hanya ada satu ekor sapi di pasar. Peternak dan pedagang sudah khawatir untuk melakukan aktivitas jual-beli," jelasnya.

Peternak, kata Agus, khawatir karena harga jual ternaknya sangat rendah. Sementara para pedagang tidak mau membeli sapi karena khawatir PMK.

Tak heran harga jualnya pun turun. Malah, menurut Agus, penurunan harga jual sapi tidak hanya terjadi di Pamekasan, tetapi juga di pasar ternak lainnya di Pulau Madura, seperti Sampang, Bangkalan di Kabupaten Sumenep.

Di sisi lain, harga jual hewan kurban di Jambi justru meningkat. Amalia, pedagang hewan kurban di Jambi mengaku bisa menaikkan harga sekitar Rp1,5 juta-Rp2 juta per ekor.

"Karena PMK, terjadi kenaikan harga untuk sapi," terang dia.

Alasannya, pasokan hewan kurban berkurang. Apalagi di Jambi, sambung dia, lalu lintas hewan kurban dibatasi. Sapi dan kambing yang masuk ke Jambi melalui prosedur ketat.

Jelang Iduladha tahun lalu, seekor sapi dibanderol Rp15 juta. Kini, kata Amalia, harganya bisa menyentuh Rp17 juta.

"Harga meningkat karena pasokan terbatas, sementara permintaan meningkat. Yang memesan hewan kurban banyak," jelasnya.

Tak cuma sapi, hewan kurban kambing juga naik harga karena pasokannya terpangkas lebih dari separuhnya. Indra, salah satu pedagang kambing mengaku biasanya mendatangkan 300 ekor.

"Saat ini, pasokan kambing yang tersedia hanya 100 ekor. Biasanya kapan saja kambing mau datang bisa, sekarang kami harus mengajukan surat dulu untuk meminta pengiriman," ungkap Indra.


Sumber : Cnnindonesia.com /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Ekonomi

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Senin, 19 Januari 2026 - 13:26:29 WIB
Ekonomi

Desain Kedaulatan Ekonomi Pancasila

Ahad, 11 Januari 2026 - 21:30:12 WIB
Ekonomi

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 - 21:39:46 WIB
Ekonomi

Ekonomi Terlihat Stabil Padahal Obesitas

Ahad, 28 Desember 2025 - 21:31:13 WIB
Ekonomi

Catatan Akhir Tahun Ekonomi Syariah

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:33:24 WIB
Ekonomi

Desentralisasi Demi Pemerataan Ekonomi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:10:28 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
    Dibaca: 234 Kali
  • 02
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 422 Kali
  • 03
    PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
    Dibaca: 227 Kali
  • 04
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 320 Kali
  • 05
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 353 Kali
  • 06
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 342 Kali
  • 07
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 381 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id