• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Rabu, 01 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Ekonomi

Soal Industri Sawit, Eropa Diminta Jangan Hanya Berkutat di Isu Deforestasi

MD Yasir

Ahad, 22 Mei 2022 15:25:00 WIB
Cetak
Soal Industri Sawit, Eropa Diminta Jangan Hanya Berkutat di Isu Deforestasi

KUALA LUMPUR -  Dirjen Dewan Minyak Sawit Malaysia MPOB, Datuk Dr Ahmad Parveez Ghulam Kadir mendesak Uni Eropa (UE) untuk tidak hanya berfokus pada isu deforestasi tetapi juga melihat upaya lain telah dilakukan industri kelapa sawit yang juga perlu diakui, terutama aspek keberlanjutan dan pelestarian cadangan lahan lainnya.

“Sebagai komitmen kami terhadap keberlanjutan, Malaysia telah secara sukarela setuju untuk mengurangi intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 45% pada tahun 2030 dan berfokus pada peningkatan produktivitas dan hasil, daripada perluasan lahan,” katanya pada forum hybrid bertajuk “Perjanjian Perdagangan dan Permintaan Produk”, yang diselenggarakan bersama oleh World Trade Institute yang berbasis di Bern, Swiss, Institut Studi Malaysia dan Internasional (IKMAS UKM), dan MPOB-UKM, seperti di lansir The Edge Markets.
 
Dia mencatat bahwa dengan produksi 3,16 ton per hektar, kelapa sawit hanya memanfaatkan 23,45 juta hektar lahan (digabungkan antara Malaysia dan Indonesia), dibandingkan dengan 0,45 ton produksi minyak kedelai per hektar dari 129,15 juta hektar lahan (gabungan Brasil, Argentina, dan AS), hanya 0,78 ton unntuk minyak kanola dari 32,47 juta hektar lahan (gabungan Tiongkok, Kanada, dan UE) dan 0,76 ton minyak bunga matahari dari 28,1 juta hektar lahan (gabungan UE, Rusia, dan Ukraina).
 
Ahmad Parveez menyatakan secara kolektif, ada hampir empat juta petani kecil kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia, termasuk migran kontrak sementara dari wilayah Asia yang lebih luas. Selama beberapa dekade, industri ini telah membantu mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan.
 
Duta Besar Markus Schlagenhof, kepala divisi perdagangan dunia Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi, mengatakan akan ada beberapa inisiatif yang akan dibuat dan dilaksanakan menyusul janji yang dibuat oleh 143 pemerintah pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) yang diadakan di Glasgow tahun lalu untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya hutan pada tahun 2030. “Kami harus meningkatkan dukungan kami dan terus bekerja sama untuk membuatnya berhasil,” katanya.
 
Negara-negara Asia Tenggara Indonesia, Malaysia dan Thailand merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia. Indonesia dan Malaysia menyumbang hampir 80% dari produksi minyak sawit dunia. Diekspor ke pasar di seluruh dunia, negara-negara Eropa mengimpor sekitar 8,2 juta ton dari Indonesia, Malaysia dan Thailand.
 
Minyak sawit dan turunannya digunakan dalam berbagai macam produk makanan dan konsumen mulai dari biskuit dan coklat hingga sabun dan produk kosmetik. Di Uni Eropa, minyak sawit juga digunakan sebagai bahan bakar nabati untuk sektor transportasi.
 
Namun, tahun-tahun terakhir muncul kritik atas dugaan dampak negatif minyak sawit, yang sering dikaitkan dengan perluasan dan pembukaan lahan, deforestasi, dan satwa liar yang terancam punah.

Sebab itu, World Trade Institute, IKMAS UKM dan ketua wakaf MPOB-UKM bersama-sama menyelenggarakan forum yang mempertemukan regulator, industri, masyarakat sipil dan komunitas ilmiah untuk mencerminkan realitas lapangan — tantangan dan peluang di semua aspek dari perspektif pembangunan berkelanjutan — dan untuk memberikan solusi namun konstruktif untuk bertukar pandangan dan aspirasi. *


Sumber : Infosawit /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Ekonomi

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Senin, 19 Januari 2026 - 13:26:29 WIB
Ekonomi

Desain Kedaulatan Ekonomi Pancasila

Ahad, 11 Januari 2026 - 21:30:12 WIB
Ekonomi

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 - 21:39:46 WIB
Ekonomi

Ekonomi Terlihat Stabil Padahal Obesitas

Ahad, 28 Desember 2025 - 21:31:13 WIB
Ekonomi

Catatan Akhir Tahun Ekonomi Syariah

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:33:24 WIB
Ekonomi

Desentralisasi Demi Pemerataan Ekonomi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:10:28 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
27 Juni 2026
PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
27 Juni 2026
Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
26 Juni 2026
Pelantikan JMSI Riau 2025-2030 Berlangsung Meriah, 12 Tokoh Terima Penghargaan JMSI Award 2026
26 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 272 Kali
  • 02
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 207 Kali
  • 03
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 234 Kali
  • 04
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 267 Kali
  • 05
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 260 Kali
  • 06
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 577 Kali
  • 07
    Pelantikan JMSI Riau 2025-2030 Berlangsung Meriah, 12 Tokoh Terima Penghargaan JMSI Award 2026
    Dibaca: 335 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id