• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 03 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Ekonomi

Erick Sebut 5 Tantangan Indonesia untuk Raih Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

MD Yasir

Ahad, 15 Mei 2022 18:12:13 WIB
Cetak
Erick Sebut 5 Tantangan Indonesia untuk Raih Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

BANYUWANGI, Beritaone.id - Indonesia sempat dipandang sebelah mata oleh dunia dalam penanganan pandemi. Namun nyatanya, Indonesia justru memutarbalikkan persepsi negatif dengan menjadi salah satu negara dengan penanganan pandemi terbaik dunia.

"Setelah berhasil menangani pandemi, pertumbuhan ekonomi kita lima persen, salah satu tertinggi di dunia. AS, Cina, kalah. Ini luar biasa. Yang tidak percaya Indonesia akan tumbuh, kita buktikan sampai 2045, ekonomi kita akan terus tumbuh," ujar Erick saat mengisi kuliah umum di Universitas PGRI Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad (15/5).

Namun begitu, Erick menilai pencapaian tersebut tak membuat terlena mengingat Indonesia tengah menghadapi lima tantangan ke depan, mulai dari antisipasi terjadinya pandemi kembali, perubahan iklim yang begitu ekstrem, disrupsi digital, bonus demografi, hingga geopolitik.

Erick menyebut era disrupsi digital membuat banyak jenis pekerjaan hilang dan mulai tergantikan oleh jenis pekerjaan yang berbasis digital seperti data scientist, artificial intelligence (AI) specialist, apps developer, dan digital marketing.

Erick mengatakan Indonesia kini dihadapkan pada perubahan dengan hadirnya gelombang pertama disrupsi digital seperti marketplace saja babak belur, lalu gelombang kedua, apakah namanya Tiktok hingga Instagram, lalu gelombang ketiga ada Metaverse, NFT, Blockchain.

"Kalau kita sebagai bangsa tidak berubah, akan terus tertinggal. SDA dan market besar dipakai untuk pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bangsa lain. Banyak generasi muda kita main gim daring, yang buat orang lain, tidak salah, kita tidak boleh antiasing tapi juga harus punya nasionalisme yang membuat kita tidak kalah dari negara lain," ucap Erick.

Oleh karena itu, Erick melakukan transformasi besar pada Telkom untuk fokus dalam membangun infrastruktur digital dan B to B seperti, pembangunan menara, data center, hingga cloud, sementara Telkomsel akan fokus ke B to C sebagai agregator atau penyambung untuk para Games Finance, Games Lokal, dan kreator konten.

"Kita harus membangun ekosistem digital, makanya infrastruktur digital yang kita buat jangan sampai diisi asing, kalau bisa 50 sampai 70 persen diisi kita. Jangan terjebak ekosistem Cina, AS, Timteng, kita punya market yang sangat besar, yang namanya ekonomi digital kita akan nilainya Rp 4.500 triliun, pertumbuhannya dibandingkan APBN, APBD delapan kali. Siapa yang mau mengisinya?" tanya Erick.

Erick menilai Indonesia tengah fokus dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berlandaskan knowledge based economy yang mana pertumbuhan ekonomi berasal dari sumber daya manusia (SDM), bukan lagi tergantung pada sumber daya alam (SDA) atau market yang besar. 

Erick menyebut Indonesia memerlukan 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi. Oleh karena itu, Erick menegaskan komitmen BUMN dalam bersinergi dengan universitas guna menciptakan link and match agar sesuai dengan kebutuhan industri. 

"Saya ke universitas-universitas, ketemu rektor, ketemu mahasiswa, ayo bangun ekosistem yang link and match antara lulusan dan industri, percuma luluskan ribuan mahasiwa tapi tidak ada lapangan kerja, mahasiwa jangan terjebak sekadar kuliah tapi tidak melihat apa lapangan kerja yang terbuka di masa depan," kata Erick menambahkan.


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Ekonomi

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Senin, 19 Januari 2026 - 13:26:29 WIB
Ekonomi

Desain Kedaulatan Ekonomi Pancasila

Ahad, 11 Januari 2026 - 21:30:12 WIB
Ekonomi

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 - 21:39:46 WIB
Ekonomi

Ekonomi Terlihat Stabil Padahal Obesitas

Ahad, 28 Desember 2025 - 21:31:13 WIB
Ekonomi

Catatan Akhir Tahun Ekonomi Syariah

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:33:24 WIB
Ekonomi

Desentralisasi Demi Pemerataan Ekonomi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:10:28 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 391 Kali
  • 02
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 275 Kali
  • 03
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 315 Kali
  • 04
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 317 Kali
  • 05
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 351 Kali
  • 06
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 341 Kali
  • 07
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 683 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id