• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 03 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Peristiwa
  • Rohil

Mengenal Tradisi Ratib Kerambai, Ritual Tolak Bala di Rokan Hilir

MD Yasir

Kamis, 05 Mei 2022 10:26:19 WIB
Cetak
Mengenal Tradisi Ratib Kerambai, Ritual Tolak Bala di Rokan Hilir

ROKAN HILIR, Beritaone.id - Indonesia dikenal memiliki berbagai ritual atau semacam upacara yang dilakukan untuk menghindarkan daerahnya dari berbagai bencana. Berbagai ritual itu, salah satunya dilandasi dengan ajaran agama, seperti di wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang dikenal dengan Ratib Kerambai.

Tradisi tahunan Ratib Kerambai yang dilakukan pada hari ketiga usai Idul Fitri atau setiap 3 Syawal kembali dilaksanakan oleh masyarakat di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Ratib Kerambai atau sering disebut masyarakat setempat atib keambai merupakan tradisi yang dipercayai masyarakat sebagai ritual tolak bala, yang dilaksanakan di atas perahu dengan menyusuri sungai di Kubu menuju arah laut. 
 
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna ratib ialah puji-pujian atau doa kepada Tuhan yang diucapkan berulang-ulang. Sesuai namanya, dalam ritual ini masyarakat Kubu membacakan ayat-ayat suci Alquran guna mencegah bala dan musibah datang ke tanah Kubu.
 
Sekretaris Dewan Pengurus Harian Majelis Tinggi Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu, Zuhaifi, Rabu, menjelaskan tradisi ini telah dilakukan sejak 1940-an, saat terjadinya berbagai bala dan musibah di Kenegerian Kubu, salah satunya kolera yang menyebabkan banyak masyarakat yang meninggal tiap harinya. Ritual ini dilakukan atas petunjuk dari Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan.
 
Awal ratib dilakukan di salah satu makam keramat Tuan Syekh Haji Abdullah Pasai yang datang dari Pasai dan merupakan salah satu keturunan Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Diceritakannya, beliau datang ke Kubu pada tahun 1890-an bersama saudaranya, Datuk Jenggot. Mereka merupakan alim ulama yang menyebarkan Islam di Kenegerian Kubu.
 
Lokasi makam tersebut dinamakan Rambai. Dinamai demikian sebab penyebar agama Islam tersebut selalu berteduh di bawah pohon rambai. Ia duduk dan bertafakur atau juga mencari tempat yang penduduknya masih banyak melakukan kemungkaran untuk diajak kembali ke jalan yang benar.

Saat berbagai bala terjadi pada 1940-an, Syekh Abdul Wahab Rokan mengarahkan murid-muridnya melakukan ritual Ratib Kerambai. Hulu sungai yang terdapat makam keramat tersebut menjadi tempat bertolaknya ritual yang dipimpin mursyid-mursyid yang paham akan proses tolak bala tersebut.
 
"Intinya tradisi ini bertujuan untuk menolak bala di Kenegerian Kubu. Dulu prosesnya dilakukan dengan mendayung sampan dari hulu sungai hingga ke tanjung pulau. Pada tahun 1980-an baru masyarakat mengenal sampan boat," ucap Zuhaifi.
 
Diceritakan Zuhaifi, ritual ini pernah tak diadakan selama dua tahun berturut-turut karena banjir yang cukup besar di daerah sekitar makam. Karena hal itu, banyak bala dan musibah yang datang kala itu.
 
"Oleh karena itu kami membentuk majelis tinggi kerapatan empat suku Melayu Kenegerian Kubu, dimana empat suku yang membentuk Kenegerian Kubu ini bergabung menjadi satu," terang pria bergelar Encik Wira Siak ini.
 
Lanjutnya, ritual ini bukanlah ajang untuk dijadikan tontonan. Ratib Kerambai tidak boleh ditonton dan perempuan tak boleh ikut serta dalam ritual ini, sekalipun gadis kecil. Ini merupakan pantangan dan larangan sedari dulu.
 
Dijelaskan Zuhaifi, ritual diawali dengan persiapan di makam, kemudian sambutan dari pimpinan ratib yang disebut syekh ratib, tokoh dan majelis-majelis di Kubu. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran, kemudian dijelaskan sejarah singkat ritual ini. Dilakukan pula tahlil dan doa, lalu dikumandangkan adzan oleh dua orang. Barulah para pria masuk ke sampan dan mulai bertolak.

"Hingga sampai ke Tanjung Pulau dekat laut, kalimat-kalimat tauhid dan dzikir terus dilafalkan. Di sana dilakukan lagi ratib, ayat pendek, tahlil, doa, dikumandangkan adzan kembali, dan acara pun selesai," jelasnya.
 
Untuk tahun 2022 sendiri, tradisi ini diperkirakan diikuti oleh 380 pria dengan mengendarai 70 sampan boat yang mengarah hingga ke Tanjung Pulau.
 
Menurut Zuhaifi, ia dan Dewan Pengurus Harian sebagai generasi penerus berkewajiban untuk melestarikan simpul-simpul tradisi yang ada di Kenegerian Kubu.
 
Pihaknya kemudian mendaftarkan tradisi ini ke Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, dan dilanjutkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Berbuah manis, perjuangan mereka menjadikan tradisi Ratib Kerambai dinobatkan sebagai warisan budaya bukan benda.
 
"Alhamdulillah tahun 2021 Ratib Kerambai masuk ke dalam penghargaan warisan budaya tak benda. Ini suatu kebanggaan kami tentunya," pungkasnya.


Sumber : Antara /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Peristiwa

Dua Anggota Polri Gugur, TNI AD Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf

Senin, 26 Januari 2026 - 21:13:22 WIB
Peristiwa

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:47:14 WIB
Peristiwa

Update Bencana Sumatera: 145 Korban Belum Ditemukan

Jumat, 09 Januari 2026 - 19:42:25 WIB
Peristiwa

9 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang Sitaro

Senin, 05 Januari 2026 - 22:40:05 WIB
Peristiwa

Korban Bencana Sumatera Menjadi 1.167 Orang Meninggal

Ahad, 04 Januari 2026 - 21:43:07 WIB
Peristiwa

Nahas, Kades Braja Asri Tewas Diserang Gajah Hutan Way Kambas

Rabu, 31 Desember 2025 - 23:40:04 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 376 Kali
  • 02
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 265 Kali
  • 03
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 305 Kali
  • 04
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 311 Kali
  • 05
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 344 Kali
  • 06
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 334 Kali
  • 07
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 675 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id