• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 02 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

Peluh Lembaga Tani Mengawal Harga Sawit

MD Yasir

Senin, 14 Maret 2022 17:38:35 WIB
Cetak
Peluh Lembaga Tani Mengawal Harga Sawit

PEKANBARU, Beritaone.id – Periode ini harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit produksi pekebun di Provinsi Riau untuk umur 10 – 20 tahun naik dari harga Rp 3.930,94 per kilogram menjadi Rp 4.183,51 per kilogram. Kenaikan sebesar Rp 252,57 per kilogram ini menjadi kabar gembira bagi petani sawit terlebih lagi di masa pandemi covid-19.

Salah satu faktor yang memungkinkan meningkatnya harga TBS di Provinsi Riau tidak lepas dari peran lembaga tani dalam upayanya memperjuangkan harga TBS kelapa sawit yang setara dan berkeadilan.

Karya Muslimat, seorang petani kelapa sawit dari Dusun VI Muara Mahat Baru Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau yang aktif di kelembagaan petani sawit sebagai anggota Departemen Bidang Kemitraan & Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW APKASINDO) Riau bercerita tentang kiprahnya di lembaga petani sejak tahun 2000-an silam kepada sawitsetara.net.

“Penetapan harga pada tahun 2000 dengan 2020 itu sangat jauh berbeda. Kalau dulu kita mulai rapat penetapan harga itu sering ribut,” kata Karya Muslimat.

Penyebab keributan saat penetapan harga adalah dahulu para peserta belum banyak yang menguasai tata cara perhitungan harga, juga petani kelapa sawit dahulu belum berlembaga sehingga perusahaan maupun pemerintah dirasa tidak mau menerima apa yang petani sampaikan karena tidak punya kekuatan kelembagaan, sedang dari pihak petani secara sendiri-sendiri menuntut harga harus naik tidak mau harga turun.

Hal itu mulai berubah lebih teratur saat dikukuhkannya Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Riau oleh Direktur Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian Agus Pakpahan. Sejak saat itulah baru dirasakan suara-suara petani mulai didengar.

Meski hari ini harga TBS kelapa sawit di Provinsi Riau naik, namun acapkali tidak lebih tinggi dari harga TBS kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat yang periode ini menyentuh harga Rp 4.518,45 per kilogram. Hal ini menurut Karya dikarenakan perhitungan indeks K (indeks proporsi yang dinyatakan dalam persentase (%) yang menunjukkan bagian yang diterima oleh pekebun) Provinsi Sumatera Barat tidak menggunakan Biaya Tidak Langsung (BTL) 2,63% seperti yang Provinsi Riau berlakukan.

“Pada 2010 kita sudah di-nol-kan. Kita jalani sudah sekitar 3 tahun. Namun setelahnya ada rapat di Bangka Belitung perihal penyusunan Permentan, waktu itu saya engga ikut, rupanya dimasukkan kembali 2,63% untuk perusahaan dengan alasan perusahaan tidak punya biaya administrasi,” jelas Karya.

Hal itu membuatnya heran kenapa rekan-rekannya yang datang ke rapat Permentan di Bangka Belitung menyetujuinya. Ia mengeluhkan perusahaan yang seharusnya punya biaya administrasi sendiri namun dibebankan kepada petani. Ia juga mengeluhkan realisasi BTL 2,63%.

“Sekarang dari 2,63% itu ada 1% untuk tim harga. Sampai sekarang 1 rupiah pun belum ada. Jadi ongkos saya dari rumah sampai sini pulang pergi kita tanggung sendiri. Padahal ini resmi dari Permentan, juga dari Pergub,” keluh Karya.

Karya melanjutkan, “Dahulu kita rapat, isi absen, ada snack. Kemudian selesai rapat, kita ada nasi kotak. Sekarang snacknya ada, nasi kotaknya engga ada. Terpaksa kita bawa air sendiri.”

Karya menerangkan hal itu terjadi lantaran panitia rapat takut ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal biaya itu tercantum di dalam Permentan dan Pergub bahwa rapat penetapan harga dibiayai APBD, APBN, dan dana sumbangan tidak mengikat, yang disumbang oleh perusahaan untuk membiayai itu.

Seperti tercantum pada Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun di Provinsi Riau pasal 3 ayat (1) Untuk mendukung pelaksanaan tugasnya, Tim Penetapan Harga Pembelian TBS dialokasikan biaya operasional untuk kegiatan penetapan harga pembelian TBS yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Riau dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Meski demikian, Karya merasa puas dengan harga TBS kelapa sawit di Provinsi Riau karena setiap periode harganya naik.

“Perusahaan kan harus setor 20%  Crude Palm Oil (CPO)nya untuk minyak goreng sehingga sisanya sedikit, jadi yang sedikit itulah luar negeri berebut untuk mendapatkan CPO sebab takut tidak kebagian, itu analisa saya.” Jelas Karya.

Karya menceritakan petani-petani sawit di Provinsi Riau belum banyak yang mengerti mengenai faktor-faktor harga seperti indeks K dan BTL.

“Kadang kita menyampaikan kepada petani atau kepada pengurus Koperasi Unit Desa (KUD), bahkan bukunya kita kasih, tapi dia tidak menyampaikan. Makanya anggota KUD menerima apa adanya (harga TBS, red). Padahal setiap ada perubahan Permentan Pergub kita kasih, kita copy dan bagikan. Yang penting bagi mereka adalah harganya naik. Jadi mereka kalau jumpa saya hanya bilang, Pak, perjuangkan harganya!”

“Apa kurang saya memperjuangkan dari dulu?” Tutup Karya.


 Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
27 Juni 2026
PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
27 Juni 2026
Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
26 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 309 Kali
  • 02
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 229 Kali
  • 03
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 257 Kali
  • 04
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 286 Kali
  • 05
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 280 Kali
  • 06
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 598 Kali
  • 07
    Pelantikan JMSI Riau 2025-2030 Berlangsung Meriah, 12 Tokoh Terima Penghargaan JMSI Award 2026
    Dibaca: 354 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id