• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Selasa, 29 September 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Misinformasi dan Ancaman Pertahanan

Novi Rahmadani

Kamis, 22 Januari 2026 13:53:57 WIB
Cetak
Misinformasi dan Ancaman Pertahanan

Jakarta, BeritaOne.Id - SAAT ini organisasi yang paling rawan di Indonesia adalah Kabinet Merah Putih. Salah satu ancaman yang berpotensi menyebabkan kegagalan kabinet adalah misinformasi: informasi yang benar dan cukup tidak sampai ke Presiden.

Ada informasi yang ditahan dan ada yang dipelintir. Akibatnya keputusan yang diambil Presiden tidak tepat, tidak efisien dan tidak efektif dalam mewujudkan visi dan misi. Misinformasi sering dilakukan oleh para pembantu Presiden sendiri.

Rekrutmen para pembantu Presiden ala UUD 10 Agustus 2002 merupakan hasil kompromi dan transaksi antar elite partai politik. Hanya beberapa pembantu presiden direkrut semata karena pertimbangan kompetensi, akhlak dan kesetiaannya pada Presiden. Cukup satu Brutus ada di sekitar Presiden maka kabinet akan mengambil keputusan keliru atau terlambat.

Sementara itu wakil-wakil partai politik yang mendominasi Kabinet adalah wakil-wakil organisasi yang paling berbahaya di sekitar Presiden. Chomsky mensinyalir bahwa Partai Republik di bawah Trump adalah organisasi yang paling berbahaya di planet ini. Di Indonesia, dulu adalah PKI di tangan Soekarno lalu Golkar di tangan Soeharto. Sekarang adalah PDIP di tangan Megawati yang membesarkan Jokowi. Korupsi seringkali dilakukan oleh partai-partai berkuasa. Ke depan, Gerindra dan PSI bisa menjadi pengganti PDIP sebagai partai penguasa yang berbahaya.

Sebagian besar partai politik penguasa tidak menghendaki agar tata kelola kehidupan berbangsa dan bernegara diatur kembali sesuai UUD 18 Agustus 1945. Parpol juga melakukan misinformasi pada publik dengan menyebut UUD 10 Agustus 2002 sebagai UUD 1945.

Ini adalah misinformasi paling berbahaya atas kelanjutan NKRI. UUD 18 Agustus 1945 karya para ulama dan cendekiawan lurus negarawan pendiri bangsa telah diganti secara ugal-ugalan oleh anggota MPR hasil Pemilu 1999 yang sedang mabuk demokrasi liberal ala Barat menjadi UUD 10 Agustus 2002. UUD 18 Agustus 1945 adalah deklarasi perang atas segala bentuk penjajahan, dan strategi defensif-aktif untuk memenangkan perang tersebut.

Misinformasi kedua yang berbahaya adalah narasi yang mengatakan bahwa Pilpres dan Pilkada oleh MPR dan DPRD mengancam demokrasi. Padahal pemilih hanya memilih paslon hasil transaksi elite parpol dan oligarki. Pemilih tidak pernah benar-benar memilih secara langsung. Pemilihan langsung atas paslon yang diusung koalisi partai telah menyebabkan politik berbiaya tinggi, sedangkan yang terpilih hanyalah petugas partai yang menjalankan agenda oligarki, bukan mandataris rakyat yang menjalankan agenda rakyat seperti GBHN. Yang kita saksikan paling tidak selama 10 tahun terakhir adalah bukan demokrasi yang dijanjikan para reformis, tapi duitokrasi dan oligarkisasi alias demokrasi mbelgedhes.

Sebagai mantan jendral tempur intelektual, Presiden Prabowo memahami berbagai ancaman militer dan non-militer yang bersifat asimetris serta neo-cortex. Target utama musuh adalah disorientasi masif, dan memecah belah.

Semburan kebohongan dan hoax dipompa terus menerus melalui media sosial dan internet, sehingga publik tenggelam dalam adonan informasi yang justru melumpuhkan. Begitu banyak media komunikasi, tapi yang terjadi justru miskomunikasi yang menurunkan saling percaya, dan melemahkan sinergi dan persatuan serta menyemarakkan magerisme: budaya berbaring, malas bergerak, dan bermalas-malas. Penyakit degeneratif marak: diabetes, stroke, gagal ginjal dan obesitas.

Ancaman laten dalam pengelolaan barang publik seperti politik adalah informational asymmetry. Ini menurunkan insentif untuk bersinergi, melemahkan inisiatif, dan mendorong  konflik dan saling-tunggu yang tidak produktif. Politik kemudian banyak ditunggangi para free riders yang oleh Opu Mulyadi Tadampali disebut sebagai bandit, badut dan bandar politik yang melakukan berbagai gendham, glembuk, dan copet politik. Jagad politik menjadi sangat toxic di mana duit menjadi oksigen yang memicu mutasi Homo Sapiens  menjadi Homo Cebongensis dan Homo Kampretensis. Kini malah lahir secara epigenetik spesies oportunistik baru yang bisa disebut  Homo Eggiensis hasil restorative justice yang kini dirayakan oleh Homo Soloensis.

Ancaman pertahanan jelas ada yang dari luar. Namun yang terbesar selalu dari dalam kita sendiri. Puasa sebagai sistem pertahanan dengan demikian jadi penting agar kita tetap cerdas memilah dan memilih informasi, tidak didungukan oleh syahwat perut dan yang di bawah perut.**BrOne-09


Sumber : Rmol Com /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Jantung JKN dengan Pendekatan Value-Based Health Care

Rabu, 16 September 2026 - 19:11:59 WIB
Nasional

Strategi “Balik Bidak” Prabowo: Merangkul Rival, Mengunci Stabilitas

Kamis, 03 September 2026 - 05:08:21 WIB
Nasional

PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores

Ahad, 16 Agustus 2026 - 08:07:39 WIB
Nasional

Kementerian PU di Bawah Menteri Dody Hanggodo Genjot Sumur Bor Antisipasi Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:22:00 WIB
Nasional

Ketua Umum JMSI: Soal ‘Londo Ireng’ Jangan Salah Mengerti

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:05:12 WIB
Nasional

Teguh Santosa: Media Punya Kekuatan Besar Redam Konflik dan Kedepankan Narasi Perdamaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:40:00 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal
28 September 2026
JMSI Riau Gelar UKW 4-6 November 2026, Pendaftaran Dibuka dan Kuota Terbatas
28 September 2026
Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
25 September 2026
Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
23 September 2026
PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
18 September 2026
Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
18 September 2026
Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
17 September 2026
Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
17 September 2026
UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
17 September 2026
BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Jantung JKN dengan Pendekatan Value-Based Health Care
16 September 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
    Dibaca: 220 Kali
  • 02
    Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
    Dibaca: 289 Kali
  • 03
    PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
    Dibaca: 482 Kali
  • 04
    Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
    Dibaca: 997 Kali
  • 05
    Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
    Dibaca: 472 Kali
  • 06
    Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
    Dibaca: 521 Kali
  • 07
    UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
    Dibaca: 484 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id