• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

One Piece Flag Versus Merah Putih di Tanah Republik

Novi Rahmadani

Senin, 04 Agustus 2025 15:35:18 WIB
Cetak
One Piece Flag Versus Merah Putih di Tanah Republik

Jakarta, BeritaOne.Id - Negeri yang dipandu oleh "kitab suci" peradaban Pembukaan & UUD 1945 sejak lama dimatikan. Indonesia adalah nama sebuah  negeri yang gemar sekali memperingati kemerdekaan. Sepanjang tahun, berpuluh tahun rakyat dihimbau  untuk bersorak sorai, bersolek dalam batik, mengikuti lomba-lomba penuh tawa palsu, menyanyikan lagu wajib dengan suara tercekat agar lupa perut kosong atau pekerjaan tak menentu. Miskin.

Di layar, wajah-wajah busuk pemimpin tampil terampil membagikan kebohongan dalam narasi tentang pencapaian, pembangunan, dan angka-angka pertumbuhan. Padahal kemiskinan terus bertambah.

Namun di sela-sela upacara  dan sorakan, terselip tanya lirih yang tak bisa diusir: Benarkah kita telah merdeka? Ataukah kita hanya hidup dalam versi revisi dari masa kolonial, kini dijalankan oleh para elite yang berbicara dengan bahasa nasionalisme sambil menanam dinasti?

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tampaknya, bukan peristiwa yang  terjadi pada 17 Agustus 1945. Ia telah menjadi "proyek kebohongan" yang terus diproduksi. Dan semakin ke sini, yang terlihat bukan penyempurnaan, melainkan pengkhianatan.

Merah Putih yang Usang dan Kehilangan Makna

Bendera Merah Putih berkibar di ribuan tiang. Tapi ia kini tak lagi menyala sebagai lambang perlawanan, melainkan simbol upacara yang kehilangan makna. Ia disulap menjadi aksesoris negara:dikibarkan ketika pemilu tiba, diturunkan ketika konsesi tambang dinegosiasikan, dicuci ketika aparat menghajar demonstran.

Merah Putih, seperti republik ini, telah menjadi ornamen dalam panggung politik. Ia menjadi dekorasi kebohongan, bukan percikan keberanian.

Dalam ruang-ruang kekuasaan, para elite menyembah simbol negara, tetapi menista isinya. Mereka menyebut rakyat sebagai tuan, tapi menjual kedaulatannya kepada korporasi. Mereka bersumpah setia pada Pancasila, namun memperlakukan sila kelima seperti lelucon pasar gelap.

Maka tak heran jika simbol-simbol alternatif mulai tumbuh dari lapisan bawah kesadaran kolektif. Di antaranya: bendera bajak laut Topi Jerami dari serial One Piece.

One Piece: Simbol  Perlawanan yang Lebih Jujur

Di tengah absurditas sistem politik hari ini, One Piece menjadi lebih dari sekadar hiburan pop. Ia telah menjelma menjadi alegori sosial: tentang mimpi yang dirampas, kekuasaan yang busuk, dan keberanian untuk menolak tunduk.

Monkey D. Luffy, tokoh sentral serial ini, adalah bajak laut yang ingin menjadi Raja. Tapi bukan raja dalam artian kuasa, melainkan sebagai simbol kebebasan absolut. Ia tidak ingin memerintah, tapi tak ingin diperintah. Ia tidak menjanjikan kesejahteraan, tapi menjamin kehormatan dan kebebasan memilih jalan hidup.

Dalam dunia One Piece, Pemerintah Dunia adalah karikatur dari sistem global yang korup: mereka menutupi sejarah, membenarkan tirani, dan menciptakan ketertiban yang melanggengkan ketakutan. Apakah ini terdengar asing?

Indonesia pascareformasi, dalam banyak hal, merepresentasikan logika kekuasaan semacam itu. Stabilitas menjadi mantra suci. Kritik dianggap kebisingan. Dan hukum dijalankan seperti pisau tukang daging: tajam ke lawan politik, tumpul untuk lingkaran istana.

Luffy tidak tunduk pada sistem seperti itu. Dan rakyat Indonesia pun tampaknya mulai mencari pelarian dalam simbol bajak laut yang lebih jujur daripada parlemen mereka sendiri.

Rakyat yang Terus Bermimpi

Ada sesuatu yang getir dalam ironi ini: bangsa yang telah merdeka selama lebih dari tujuh dekade, tapi rakyatnya masih bermimpi tentang arti kemerdekaan yang sejati.

Mereka bermimpi tentang negara yang tidak memperkosa alam demi investor. Tentang pendidikan yang tidak menjadi mesin klasifikasi sosial. Tentang keadilan yang tidak bisa dibeli. Tentang pemilu yang bukan lelucon elit politik.

Tetapi setiap kali rakyat mendekat pada mimpi itu -dalam bentuk demonstrasi, kritik, atau partisipasi- kekuasaan justru menertawakannya, menghambatnya, bahkan menghukumnya. Maka mimpi-mimpi itu pun mundur ke ruang fiksi, kepada tokoh-tokoh seperti Luffy yang, meski khayal, menawarkan kejujuran dan keberanian yang nyata.

One Piece, secara paradoks, menjadi mitos yang lebih masuk akal ketimbang pidato kenegaraan presiden.

Luffy dan Pendiri Bangsa

Para pendiri bangsa Indonesia adalah semacam bajak laut dalam sejarah mereka sendiri. Mereka menolak tatanan kolonial, menantang narasi dunia, dan berlayar dalam badai geopolitik global dengan perahu kecil bernama republik. Tapi setelah mereka wafat -atau disingkirkan- republik ini direbut oleh mereka yang mengaku sebagai pelanjut perjuangan, namun tak mewarisi keberaniannya.

Kini republik ini dipimpin oleh orang-orang yang menyembah elektabilitas lebih dari integritas. Yang lebih bangga menanam anak dalam jabatan ketimbang memperjuangkan nasib petani. Maka jangan salahkan rakyat jika mereka lebih percaya pada Luffy daripada pada lembaga-lembaga negara.

Luffy mungkin bajak laut, tapi ia bukan pencuri. Ia hanya ingin menciptakan dunia yang tidak ditentukan oleh kelahiran, status, atau kekuasaan. Bukankah itu juga yang dahulu diperjuangkan oleh Tan Malaka, Sjahrir, atau Soekarno?

Kemerdekaan Tak Pernah Diberi -Harus Direbut

Kemerdekaan bukan hadiah. Ia bukan surat keputusan yang bisa diteken oleh presiden. Ia bukan seremoni. Ia adalah keberanian untuk berkata tidak pada sistem yang tidak adil. Keberanian untuk menolak diam.

Dan jika hari ini republik ini terus dibajak oleh elite politik, maka satu-satunya jalan ialah membajaknya kembali. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, tapi demi mengembalikan hak rakyat untuk bermimpi secara utuh, bukan hanya lewat fiksi.

Jika simbol negara tak lagi mampu membakar semangat, maka rakyat akan menciptakan simbolnya sendiri. Jika Merah Putih terus dipakai untuk membungkus kebohongan, maka jangan heran jika bendera Topi Jerami dikibarkan sebagai lambang perlawanan baru.

Bukan karena kita lebih mencintai Negeri Asing  daripada Indonesia. Tapi karena kita "muak" dengan pengkhianatan yang berseragam nasionalisme.

Epilog: Menuju Kemerdekaan Republik yang Sejati

Suatu hari nanti, anak-anak akan bertanya: “Apa makna kemerdekaan?” Dan jika jawabannya masih seputar upacara dan angka statistik, maka republik ini belum benar-benar bebas.

Mungkin kemerdekaan sejati hanya akan tiba ketika rakyat berhenti tunduk, dan mulai menjadi bajak laut dalam republiknya sendiri. Bukan perampok, tapi pemberontak terhadap sistem yang telah kehilangan nurani.

Dan mungkin, One Piece bukan sekadar harta. Ia adalah simbol tentang sebuah dunia yang bisa dibayangkan kembali -lebih adil, lebih bebas, dan lebih jujur daripada negeri bernama Indonesia hari ini.

Republik yang dibajak harus direbut kembali. Dan benderanya.. mungkin tak selalu harus merah putih karena terlalu mulia dikibarkan oleh perampok-perompak negara.
**BrOne-09


Sumber : Rmol Com /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores

Ahad, 16 Agustus 2026 - 08:07:39 WIB
Nasional

Kementerian PU di Bawah Menteri Dody Hanggodo Genjot Sumur Bor Antisipasi Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:22:00 WIB
Nasional

Ketua Umum JMSI: Soal ‘Londo Ireng’ Jangan Salah Mengerti

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:05:12 WIB
Nasional

Teguh Santosa: Media Punya Kekuatan Besar Redam Konflik dan Kedepankan Narasi Perdamaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:40:00 WIB
Nasional

Permudah Akses JKN di Wilayah Terpencil, BPJS Kesehatan Hadirkan LANURI Serentak di 558 Titik Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 12:42:26 WIB
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
16 Agustus 2026
PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
16 Agustus 2026
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
14 Agustus 2026
Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
13 Agustus 2026
Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
12 Agustus 2026
54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
12 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
12 Agustus 2026
Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
12 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 266 Kali
  • 02
    Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
    Dibaca: 248 Kali
  • 03
    Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
    Dibaca: 975 Kali
  • 04
    54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
    Dibaca: 217 Kali
  • 05
    Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
    Dibaca: 270 Kali
  • 06
    Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
    Dibaca: 210 Kali
  • 07
    Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
    Dibaca: 267 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id