• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah

Api Karhutla Mengganas, Ratusan Titik Panas Kepung Riau, BEM UIR: "Ini Bukan Kelalaian, Tapi Kejahatan!"

Fitri Aisah

Selasa, 22 Juli 2025 23:33:58 WIB
Cetak
Api Karhutla Mengganas, Ratusan Titik Panas Kepung Riau, BEM UIR:
Penjabat (Pj) Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Riau (BEM UIR), Dimas Aditya

Pekanbaru, BeritaOne.id - Provinsi Riau kini berada dalam status darurat de facto akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang semakin tidak terkendali. Api dilaporkan mengganas serentak di berbagai kabupaten, dengan Rokan Hilir (Rohil), Rokan Hulu (Rohul), dan Kampar menjadi tiga wilayah dengan eskalasi terparah. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Penjabat (Pj) Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Riau (BEM UIR), Dimas Aditya, yang menyebut ini sebagai puncak dari kegagalan sistemik.

Dalam wawancara khusus dengan media, Selasa (22/7), Dimas Aditya menegaskan bahwa fokus perhatian tidak boleh lagi pada asap, melainkan pada api yang menjadi sumber bencana.

"Mari kita berhenti bicara soal 'musim'. Ini bukan musim, ini adalah kejahatan lingkungan yang terstruktur. Data dari lapangan sangat mengerikan dan menunjukkan Riau sedang dilalap api dari berbagai penjuru," buka Dimas dengan tegas.

Data Bicara: Riau Membara di Berbagai Titik

Dimas memaparkan data-data faktual terbaru yang berhasil dihimpun, menunjukkan gambaran krisis skala provinsi yang sesungguhnya.

"Data BMKG per kemarin (21/7) sangat alarmistis. Terdeteksi 582 titik panas di Riau, dan ini menjadikan provinsi kita sebagai episentrum Karhutla di Sumatera. Sebarannya sangat mengkhawatirkan. Rokan Hilir menjadi yang terparah dengan 244 titik, disusul Rokan Hulu dengan 192 titik. Dua kabupaten ini saja sudah menyumbang lebih dari 70% titik api di Riau!" paparnya.

Ia melanjutkan dengan menyoroti kondisi spesifik di tiap wilayah yang tak kalah parah.

"Di Rohil, laporan menyebutkan lebih dari 100 hektar lahan gambut di Kecamatan Kubu sudah terbakar selama berhari-hari, diperparah angin kencang. Di Rohul, api bahkan sudah masuk hari ketiga di Kecamatan Rokan IV Koto dan mulai meluas ke kebun-kebun masyarakat. Sementara di Kampar, puluhan hektar lahan gambut di Kecamatan Tambang dan Tapung juga hangus, menyebabkan tim pemadam gabungan kewalahan akibat sulitnya medan dan minimnya sumber air," jelas Dimas secara rinci.

"Kita salut pada Satgas darat yang mempertaruhkan nyawa. Tapi mereka di hilir. Pertanyaan kami tetap sama: Mengapa api ini bisa muncul serentak di begitu banyak tempat? Di mana fungsi pencegahan?"

Menuding Kegagalan Pengawasan dan Tanggung Jawab Korporasi

Dimas secara lugas menunjuk adanya kegagalan dalam fungsi pengawasan dan penegakan hukum sebagai akar masalah utama yang membuat Karhutla terus berulang setiap tahun.

"Pola ini terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Api muncul di lahan-lahan gambut yang kering, banyak di antaranya berada di sekitar atau bahkan di dalam area konsesi perusahaan. Ini adalah modus klasik untuk pembersihan lahan secara murah. Ini bukan lagi kelalaian, ini adalah pembiaran yang disengaja," tegasnya.

"Perusahaan pemegang konsesi punya kewajiban hukum untuk mencegah dan memadamkan api di wilayahnya. Di mana sekat kanal, menara api, dan tim patroli internal mereka saat api pertama kali muncul di Rohil, Rohul, dan Kampar? Jangan hanya mengeruk SDA Riau, tapi lepas tanggung jawab saat bencana datang," sambungnya.

BEM UIR Suarakan Tiga Tuntutan Mendesak
Menyikapi situasi darurat ini, BEM UIR secara resmi menyuarakan tiga tuntutan konkret yang harus segera dieksekusi oleh pemerintah dan aparat penegak hukum.
1. Tetapkan Status Tanggap Darurat & Audit Total: "Kami menuntut Gubernur Riau untuk segera menetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla. Bersamaan dengan itu, KLHK dan Gakkum harus melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap semua perusahaan yang di dalam dan sekitar konsesinya ditemukan titik api, terutama di Rohil, Rohul, dan Kampar."
2. Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: "Kepada Polda Riau, jangan hanya menangkap pelaku perorangan. Usut tuntas hingga ke aktor intelektual dan korporasi. Gunakan pasal pidana korporasi, bekukan izin, dan sita aset perusahaan yang terbukti lalai atau sengaja membakar. Rakyat butuh keadilan ekologis!"
3. Paksa Tanggung Jawab Korporasi: "Pemerintah Provinsi harus memaksa perusahaan untuk membangun dan memelihara infrastruktur pencegahan kebakaran secara permanen. Jika tidak mampu, cabut izinnya. Jangan biarkan beban pemadaman hanya ditanggung oleh negara dan relawan."

Di akhir wawancara, Dimas menegaskan bahwa mahasiswa akan terus menjadi pengawas eksternal yang kritis.

"Kami tidak akan diam. BEM UIR akan terus mengawal setiap jengkal lahan yang terbakar di seluruh Riau dan menuntut keadilan bagi tanah kami yang terus dilukai setiap tahunnya. Ini adalah perjuangan untuk udara bersih dan masa depan ekologis Riau," tutupnya.**


 Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:28:34 WIB
Daerah

Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:34:56 WIB
Daerah

Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:12:28 WIB
Daerah

Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:16:14 WIB
Daerah

Dodi Irawan dan Iskandar Zulkarnain Bawa Pesan Budaya Lewat Puisi “Laksamana Riau”

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:37:08 WIB
Daerah

Wacana Kota Rumbai Kembali Mencuat, Spanduk “Selamat Datang di Kota Rumbai” Terpampang di Jembatan Siak IV

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 11:46:55 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
16 Agustus 2026
PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
16 Agustus 2026
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
14 Agustus 2026
Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
13 Agustus 2026
Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
12 Agustus 2026
54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
12 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
12 Agustus 2026
Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
12 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 271 Kali
  • 02
    Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
    Dibaca: 249 Kali
  • 03
    Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
    Dibaca: 977 Kali
  • 04
    54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
    Dibaca: 218 Kali
  • 05
    Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
    Dibaca: 272 Kali
  • 06
    Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
    Dibaca: 211 Kali
  • 07
    Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
    Dibaca: 269 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id