• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

Benarkah Menanam Padi Lebih Untung Dibandingkan Kelapa Sawit, Ini Hitungannya

Redaktur

Senin, 05 Februari 2024 07:16:45 WIB
Cetak
Benarkah Menanam Padi Lebih Untung Dibandingkan Kelapa Sawit, Ini Hitungannya

Bengkulu, BeritaOne.id - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu menyebutkan jika menanam padi lebih untung dibandingkan kelapa sawit. Berdasarkan hitungan mereka, dalam setahun, petani padi mampu mengantongi pendapatan hingga Rp 96 juta atau lebih tinggi dibandingkan petani kelapa sawit yang hanya mampu mengantongi Rp 57,6 juta.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, M Rizon SHut MSi mengatakan, menanam padi lebih untung dibandingkan menanam kelapa sawit. Karena jika petani memiliki minimal 2 hektar lahan padi maka setiap kali panen akan mendapatkan keuntungan Rp 32 juta. Artinya dalam setahun petani padi bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 96 juta.
"Padi itu lebih enak daripada kelapa sawit, dari proses tanam hingga panen itu bisa untung Rp 32 juta, setahun bisa 3 kali panen berarti mereka untung Rp 96 juta," kata Rizon kepada Elaeis.co, Minggu 4 Februari 2024.

Sementara itu, jika menanam kelapa sawit dengan luas 1 hektar, petani hanya mampu mengantongi Rp 2,4 juta setiap kali panen. Dimana dalam setahun mereka bisa panen sebanyak 24 kali. Artinya mereka setahun hanya bisa menghasilkan Rp 57,6 juta.
"Jadi kalau dibanding-bandingkan pendapatan petani kelapa sawit itu masih kalah dibandingkan petani kelapa sawit," ujar Rizon.

Oleh sebab itu, Ia mengaku, telah meminta kepada petani kelapa sawit di daerah yang menanam kelapa sawit di lahan persawahan agar beralih menjadi petani padi. Sebab bagaimanapun padi lebih menguntungkan. Bahkan ketika harga TBS mengalami penurunan, harga padi kering tetap bertahan Rp 5.500 per kilogram.

"Kalau kelapa sawit itu bisa mengalami penurunan harga, sementara itu harga gabah kering giling itu harganya tetap dan jarang turun. Jadi menanam padi lebih menguntungkan dibandingkan kelapa sawit," tutupnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring mengaku, telah mendorong petani agar tetap menanam padi. Karena bagaimanapun padi adalah komoditas yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Padi itu kan kebutuhan pangan, jadi itu harus digencarkan menanamnya agar ketahanan pangan kita tetap terjaga," kata Usin.

Ia mengaku, jika petani banyak yang beralih ke tanaman kelapa sawit maka akan berdampak pada pasokan pangan di Bengkulu. Oleh sebab itu, petani harus tetap menanam padi.
"Jangan sampai gara-gara banyak yang beralih ke kelapa sawit membuat harga beras mahal dan itu hanya merugikan petani juga nanti," tutupnya. **B-Bengkulu, BeritaOne.id - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu menyebutkan jika menanam padi lebih untung dibandingkan kelapa sawit. Berdasarkan hitungan mereka, dalam setahun, petani padi mampu mengantongi pendapatan hingga Rp 96 juta atau lebih tinggi dibandingkan petani kelapa sawit yang hanya mampu mengantongi Rp 57,6 juta.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, M Rizon SHut MSi mengatakan, menanam padi lebih untung dibandingkan menanam kelapa sawit. Karena jika petani memiliki minimal 2 hektar lahan padi maka setiap kali panen akan mendapatkan keuntungan Rp 32 juta. Artinya dalam setahun petani padi bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 96 juta.

"Padi itu lebih enak daripada kelapa sawit, dari proses tanam hingga panen itu bisa untung Rp 32 juta, setahun bisa 3 kali panen berarti mereka untung Rp 96 juta," kata Rizon kepada Elaeis.co, Minggu 4 Februari 2024.

Sementara itu, jika menanam kelapa sawit dengan luas 1 hektar, petani hanya mampu mengantongi Rp 2,4 juta setiap kali panen. Dimana dalam setahun mereka bisa panen sebanyak 24 kali. Artinya mereka setahun hanya bisa menghasilkan Rp 57,6 juta.

"Jadi kalau dibanding-bandingkan pendapatan petani kelapa sawit itu masih kalah dibandingkan petani kelapa sawit," ujar Rizon.

Oleh sebab itu, Ia mengaku, telah meminta kepada petani kelapa sawit di daerah yang menanam kelapa sawit di lahan persawahan agar beralih menjadi petani padi. Sebab bagaimanapun padi lebih menguntungkan. Bahkan ketika harga TBS mengalami penurunan, harga padi kering tetap bertahan Rp 5.500 per kilogram.

"Kalau kelapa sawit itu bisa mengalami penurunan harga, sementara itu harga gabah kering giling itu harganya tetap dan jarang turun. Jadi menanam padi lebih menguntungkan dibandingkan kelapa sawit," tutupnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring mengaku, telah mendorong petani agar tetap menanam padi. Karena bagaimanapun padi adalah komoditas yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Padi itu kan kebutuhan pangan, jadi itu harus digencarkan menanamnya agar ketahanan pangan kita tetap terjaga," kata Usin.

Ia mengaku, jika petani banyak yang beralih ke tanaman kelapa sawit maka akan berdampak pada pasokan pangan di Bengkulu. Oleh sebab itu, petani harus tetap menanam padi.

"Jangan sampai gara-gara banyak yang beralih ke kelapa sawit membuat harga beras mahal dan itu hanya merugikan petani juga nanti," tutupnya. **B-One03


Sumber : Elaeis.co /  Editor : Fitri

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
18 Agustus 2026
HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
18 Agustus 2026
PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
17 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 344 Kali
  • 02
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 379 Kali
  • 03
    PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
    Dibaca: 264 Kali
  • 04
    Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
    Dibaca: 291 Kali
  • 05
    HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
    Dibaca: 331 Kali
  • 06
    PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
    Dibaca: 308 Kali
  • 07
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 558 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id