Jakarta, BeritaOne.id - Konjen RI, dari KJRI Jeddah, Eko Hartono, mengungkapkan, lima jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Arab Saudi dideportasi (dipulangkan ke Tanah Air) oleh otoritas Arab Saudi lantaran pernah dideportasi sebelumnya.
Dikutip dari Viva.co.id, Eko menerangkan, jamaah haji yang dipulangkan tersebut seharusnya baru bisa masuk kembali ke Arab Saudi setelah 10 tahun masa deportasi.
"Ada 5 jamaah terpaksa dipulangkan ke Tanah Air karena pernah masuk ke Saudi dan dideportasi Pemerinrah Arab. Seseorang yang dideportasi gak boleh masuk lagi ke Saudi sebelum 10 tahun. Mungkin yang bersangkutan kurang memperhatikan, jadi terpaksa dipulangkan lagi," kata Eko saat menyambut kedatangan kelompok terbang (Kloter) terakhir jamaah haji fase kedatangan gelombang kedua di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (25/6/2023).
Eko berharap tahun berikutnya tidak ada lagi kasus deportasi. Ia pun berpesan, bagi mereka yang merasa pernah dideportasi oleh pihak pemerintah Arab Saudi, patuhi peraturannya. Setelah 10 tahun masa deportasi, baru bisa masuk kembali ke Arab Saudi.
"Kalau belum 10 tahun, jangan coba-coba ke Arab Saudi. Semoga tahun-tahun berikutnya tidak terulang," ujarnya lagi.
Dituturkan Eko, mereka yang dipulangkan itu membawa rombongan keluarga. Sehingga terpaksa keluarga yang dibawa harus dititipkan pada jamaah lain.
"Apalagi dia bawa keluarga, kasihan keluarganya jadi dititipkan. Mereka yang dipulangkan itu dari embarkasi Lombok, Banjarmasin dan Surabaya," ujarnya lagi.
Lanjut Eko, mereka yang dipulangkan itu sebelumnya pernah dideportasi karena berbagai kasus. Di antaranya karena masa tinggal di Arab Saudi sebelumnya melebihi batas waktu yang ditentukan. Ada juga yang pernah terlibat kasus karena melakukan kejahatan.
"Sebab biasanya melebihi masa tinggal, ketika ketahuan oleh petugas Saudi jadi dipulangkan satu-satu. Bisa juga terlibat pelanggaran-pelanggaran lain atau kejahatan," ucapnya.
Eko berpesan pada seluruh jamaah haji agar selama berada di Arab Saudi para tidak melakukan foto-foto menggunakan simbol yang dilarang.
"Simbol travel juga gak boleh. Jangan seperti di Indonesia, di sini beda peraturan. Mohon dijaga betul jangan foto sembarangan pakai simbol atau atribut tertentu, tidak boleh. Jelang Pemilu saya harap jamaah gak ada yang memanfaatkan momen itu," katanya.
Hingga closing date, total ada 558 kloter dengan jumlah 209.782 jamaah haji reguler yang telah tiba di Tanah Suci. Adapun rinciannya 276 kloter dengan 103.809 jamaah mendarat di Bandara Madinah, sementara 282 kloter dengan 105.973 jemaah mendarat di Bandara Jeddah.