Pekanbaru, BeritaOne.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Mardianto Manan melontarkan kritik keras terhadap kondisi jalan yang meresahkan warga di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Truk batubara yang merusak jalan menjadi sumber utama kegelisahan masyarakat tersebut.
Hari ini kami menerima masukan langsung dari perwakilan tokoh masyarakat Pulau Bayur, yang merasakan dampak langsung dari kerusakan jalan tersebut,'' ujar Mardianto kepada GoRiau.com.
"Jika cuaca panas, jalan berdebu dan berpotensi menyebabkan penyakit ISPA. Saat hujan, jalan menjadi becek dan licin, meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara motor," ujar Mardianto.
Truk batubara dituding menjadi penyebab utama kerusakan jalan provinsi tersebut, khususnya Jalan Lintas Peranap-Air Molek Indragiri Hulu (Inhu).
"Pemerintah provinsi seakan tidak memberikan perhatian. Dinas Perhubungan seharusnya melakukan tindakan pencegahan terhadap truk-truk batubara tersebut," kata anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Inhu-Kuansing itu.
Mardianto juga meyakini bahwa perusahaan dan truk batubara tersebut mendapat perlindungan dari kekuasaan. "Sepertinya mereka memiliki 'backing' yang tinggi. Mereka bebas melakukan apa saja, tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat," tutur Mardianto.
Perusahaan batubara dan armada truknya yang merusak jalan umum dianggap Mardianto telah menyebabkan kerugian bagi APBD Riau. Ia berharap gubernur turut serta bertindak melalui Dinas Perhubungan untuk menyelesaikan masalah ini.
Mardianto menegaskan bahwa Gubernur Riau harus mendukung kebijakan Presiden mengenai pembatasan Over Dimensi dan Over Loading (ODOL). "Apakah harus menunggu Presiden turun ke lokasi, seperti yang terjadi di Lampung dan Jambi?" tegas Mardianto.
Mardianto juga menyoroti masalah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki perusahaan A, namun dalam prakteknya dilakukan oleh perusahaan B. "Hal ini jelas melanggar aturan, pemerintah daerah harus tegas menyikapi persoalan ini," pungkas Mardianto.