• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Selasa, 25 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Teddy Disebut Linda Sempat ke Pabrik Sabu di Taiwan, Minta Fee Rp100 M

Redaktur

Kamis, 30 Maret 2023 14:10:40 WIB
Cetak
Teddy Disebut Linda Sempat ke Pabrik Sabu di Taiwan, Minta Fee Rp100 M
Terdakwa Irjen Pol Teddy Minahasa dalam persidangan di PN Jakbar.

Jakarta, BeritaOne.id - Persidangan kasus narkoba yang melibatkan mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Teddy Minahasa memasuki babak tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Kamis (30/3) ini. Sejumlah fakta persidangan terkuak dalam proses pemeriksaan yang telah dilalui.

Salah satunya, soal kunjungan ke pabrik sabu di Taiwan yang diungkap terdakwa Linda Pujiastuti alias Anita. Hal itu disampaikan Linda dalam sidang pemeriksaan terdakwa bersama Kompol Kasranto di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat pada 15 Maret lalu.

Cerita ini dimulai dari pertanyaan kuasa hukum Linda, Adriel Viari Purba, yang bertanya mengenai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Teddy dalam berkas Linda.

Dalam BAP yang dibacakan Adriel disampaikan bahwa Linda mengaku diajak Teddy ke Taiwan dan mengunjungi pabrik di sana. Adriel lantas bertanya untuk apa kunjungan tersebut.

Linda menjawab dirinya dan Teddy pergi ke Taiwan untuk datang ke pabrik sabu. Kemudian, dia bercerita ketika misi penangkapan di Laut China gagal.

"Jadi waktu saya gagal di Laut China, itu saya sudah minta maaf. Pak Teddy bilang 'Kamu kenal enggak sama bandar di sana?', 'Ada Pak Teddy'. Pak Teddy bilang begini 'Begini saja, kita ke sana. Kalau mereka mau kirim, kita kawal', 'Maksudnya gimana Pak Teddy?', 'Ya bilang saja buy 1 get 1', dia bilang begitu," ujar Linda menirukan percakapannya dengan Teddy.

"Ya saya kasih telepon dulu ke sana, saya tanya dulu. Kalau misalkan contoh, Mister X mau kirim ke Indonesia satu ton, jadi satu ton lewat, satu ton kita tangkap. Tapi Pak Teddy enggak mau, jadi kalau satu ton kirim ke sini, Pak Teddy minta fee Rp100 miliar. Jadi saya ke sana ketemu dengan Mister X, waktu itu saya tiga kali ke Taiwan dengan Pak Teddy," sambung dia.

Adriel kembali memastikan soal pabrik di Taiwan yang dikatakan Teddy dalam BAP merupakan pabrik sabu. Hal itu dibenarkan Linda.

Lalu, Adriel bertanya apakah cerita itu berbeda dengan misi Laut China Selatan yang disebut Teddy ingin menangkap dua ton sabu. Linda menjawab kunjungan Teddy ke Taiwan saat itu untuk menyepakati harga untuk meloloskan sabu ke Indonesia.

Adriel kemudian bertanya berapa ton sabu yang rencananya akan diloloskan ke Indonesia. Menurut Linda, Teddy meminta bayaran Rp100 miliar untuk meloloskan satu ton sabu. Namun, kesepakatan itu batal lantaran tak ada kecocokan tarif.

"Kalau satu ton Pak Teddy mintanya Rp100 miliar, tapi karena waktu itu terlalu mahal, akhirnya enggak jadi," kata Linda.

Selain itu, Adriel menanyakan siapa saja saksi yang ada dalam kunjungan ke Taiwan kala itu. Linda menerangkan yang pergi kala itu hanya dirinya dengan Teddy. Linda mengklaim perjalanan tersebut dapat dibuktikan dengan paspor.

Dibantah kubu Teddy
Penasihat hukum Teddy, Hotman Paris Hutapea, membantah kesaksian Linda soal pernah diajak Teddy berkunjung ke pabrik sabu di Taiwan. Hotman meminta publik dan majelis hakim tak langsung percaya lantaran kesaksian Linda kerap berubah-ubah.

Tak hanya itu, Hotman bahkan menyebut Linda bukan informan polisi atau 'cepu' melainkan termasuk pelaku jual beli narkoba.

"Kan kasus ini tidak ada kaitan dengan sabu dari Taiwan, mereka hanya mencoba menghancurkan nama Teddy. Semua dikarang," ujar Hotman di PN Jakarta Barat, Kamis (16/3).

Menurut Hotman, Linda selama ini berupaya mengamankan dirinya sendiri dan berupaya menjebak Teddy agar jenderal bintang dua itu dijerat hukum paling berat dalam perkara ini.

Hotman lantas menanyakan soal sosok Linda yang mengaku informan Polri, namun malah menikmati uang komisi senilai Rp60 juta yang diduga berasal dari hasil transaksi narkoba.

"Kalau untuk Rp60 juta saja dia sudah sikat, apa bisa dipercaya ucapannya?. Tapi dia lupa, jangan harap kalau dia mengaku menjual dan menerima hasilnya lalu bisa berlindung dengan alasan perintah Teddy Minahasa," ujar Hotman.

Teddy didakwa memperjualbelikan barang bukti sabu hasil sitaan Polres Bukittinggi sebanyak 5 kilogram (kg).

Tindak pidana itu turut melibatkan AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto P. Situmorang, Linda Pujiastuti alias Anita, Muhammad Nasir, dan Syamsul Maarif.

Awalnya, kasus ini terjadi ketika Polres Bukittinggi mengungkap peredaran narkoba dan menyita barang bukti jenis sabu seberat 41,387 Kg pada 14 Mei 2022. Saat itu, Dody yang menjabat sebagai Kapolres Bukittinggi melaporkan kasus tersebut kepada Teddy yang menjabat sebagai Kapolda Sumatra Barat.

Teddy kemudian memerintahkan Dody untuk dibulatkan menjadi seberat 41,4 kg. Selain itu, Teddy juga meminta agar Dody menukar sabu itu sebanyak 10 kg.

Dalam perkara ini, Dody dituntut dengan pidana 20 tahun penjara dan denda Rp2 miliar subsider 6 bulan kurungan dalam perkara ini. Sementara Linda dituntut dengan pidana 18 tahun penjara dan denda Rp2 miliar subsider 6 bulan penjara.

Selain itu, Kasranto dan Syamsul Ma'arif sama-sama dituntut pidana 17 tahun penjara dan denda Rp2 miliar subsider 6 bulan penjara dalam kasus ini.


Sumber : Vokal online /  Editor : Fitri

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores

Ahad, 16 Agustus 2026 - 08:07:39 WIB
Nasional

Kementerian PU di Bawah Menteri Dody Hanggodo Genjot Sumur Bor Antisipasi Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:22:00 WIB
Nasional

Ketua Umum JMSI: Soal ‘Londo Ireng’ Jangan Salah Mengerti

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:05:12 WIB
Nasional

Teguh Santosa: Media Punya Kekuatan Besar Redam Konflik dan Kedepankan Narasi Perdamaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:40:00 WIB
Nasional

Permudah Akses JKN di Wilayah Terpencil, BPJS Kesehatan Hadirkan LANURI Serentak di 558 Titik Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 12:42:26 WIB
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
24 Agustus 2026
Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
23 Agustus 2026
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
18 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 495 Kali
  • 02
    Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
    Dibaca: 203 Kali
  • 03
    Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
    Dibaca: 270 Kali
  • 04
    CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
    Dibaca: 267 Kali
  • 05
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 449 Kali
  • 06
    PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
    Dibaca: 329 Kali
  • 07
    Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
    Dibaca: 362 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id