• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Ahad, 12 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah

Sebut Gubri Syamsuar Tak Mampu Jaga Mahkota Melayu, Syahril Abubakar Diminta Introspeksi Diri

Redaktur

Selasa, 28 Februari 2023 07:47:17 WIB
Cetak
Sebut Gubri Syamsuar Tak Mampu Jaga Mahkota Melayu, Syahril Abubakar Diminta Introspeksi Diri

Pekanbaru, BeritaOne.id - Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau Alang Rizal memberikan tanggapan usai adanya statemen mantan Ketua Umum DPH LAM Riau Syahril Abubakar yang menyebut jika mahkota Melayu Riau tidak mampu dijaga oleh Gubernur Riau Syamsuar. 

Sekum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau itu menyebutkan, justru dengan bijak menurutnya Syahril Abubakar lah yang seharusnya melakukan introspeksi diri, tanpa harus menyalahkan orang lain. 

Alang Rizal menegaskan, secara pribadi ia tidak mengenal Datuk Seri Setia Amanah Gubernur Riau Syamsuar. Bahkan sebagai Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, dia unya beberapa kali kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan orang nomor satu di Provinsi Riau tersebut.

Akan tetapi, dia tidak melakukan itu karena secara pribadi dirinya tidak punya kepentingan apapun sedangkan secara kelembagaan sudah terwakili oleh sesama pengurus lainnya yang ditunjuk untuk mewakili lembaga. 

Menurutnya, begitulah caranya untuk menjaga diri agar tidak terseret pada hal-hal politis, apa lagi dalam menghadapi suksesi tahun 2024.

"Pada sisi lain ada pula pihak yang entah menokohkan diri, mengatakan  masyarakat terbelah karena kepemimpinan Gubernur Riau. Gubernur Riau tidak mampu menjaga mahkota melayu. Begitu juga secara sepihak mengatakan LAMR Provinsi Riau terbelah. Pertanyaannya masyarakat mana yang terbelah? Apa itu mahkota Melayu yang tidak bisa dijaga?, " tanyanya tegas. 

Alang Rizal mengatakan, sejauh ini tidak ada masyarakat Riau yang terbelah meskipun ada segelintir orang karena syahwat politik dan ekonomi menginginkan keterbelahan itu. Tapi masyarakat Riau tidak mudah untuk dibenturkan hanya untuk membela kepentingan pribadi seseorang.

"Apa itu mahkota Melayu Riau? Sebaiknya Tuan Sahril Abu Bakar tidak sembarangan membuat istilah, apalagi menyebut LAM Provinsi Riau sebagai mahkota Melayu. Tidak ada itu. Justru Lembaga Adat Melayu Riau Provinsi Riau, dan LAMR Kabupaten/Kota se Riau adalah lembaga yang fungsi dan tugasnya, “Mengangkat Batang Terendam” dalam arti mengembalikan nilai-nilai dan praktik-praktik adat dan budaya Melayu Riau. Nilai dan praktik adat dan budaya mana yang bisa terpakai dan mana yang tidak itu sepenuhnya masyarakat adat itu sendiri yang menentukan," sebut Budayawan asal Rohil itu.

Sekum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau menjelaskan, Lembaga Adat Melayu Riau tidak akan terjebak melegalkan penambahan misalnya suatu pebatinan di Kabupaten Pelalawan yang hanya ada 29 batin yang dikenal dengan sebutan Pebatinan Kuang Oso Tigo Puluh (Pebatinan Kurang Esa Tiga Puluh) ditambah menjadi 30 batin. 

Begitu juga dengan LAMR Provinsi Riau, sejauh ini tetap solid tanpa intervensi dari pihak manapun apalagi menyebut Gubernur Riau sebagai pihak yang melakukan intervensi. 

"Tidak ada sama sekali (intervensi), tapi bagaimanapun LAM Provinsi Riau sampai LAM kecamatan se Riau memang harus bermitra saling mendukung, dengan pemerintah, bukan intervensi," tambahnya. 

Alang Rizal melanjutkan, jika ada kemungkinan kebijakan pemerintah menggangu kepentingan masyarakat adat, maka tugas lembaga adat untuk mengingatkan agar kebijakan tersebut lebih berpihak ke masyarakat adat.

Dia menjabarkan, Lembaga Adat Melayu Riau Provinsi Riau punya aturan dan mekanisme sendiri untuk memberhentikan Ketua Umum MKA dan DPH serta jajaran kepengurusan LAMR Provinsi Riau. 

Tegasnya, Datuk Seri Setia Amanah Syamsuar selaku Gubernur Riau, punya alat untuk menilai keabsahan kepengurusan Lembaga Adat Melayu Riau Provinsi Riau yang dibentuk melalui Musda ataupun Musdalub. 

Dasar penilaiannya adalah Peraturan Daerah Lembaga Adat Melayu Riau No 1 Tahun 2012 dan AD/ART LAMR. Maka ungkapnya, berpijak pada aturan itulah Datuk Seri Setia Amanah melakukan pengukuhan terhadap pengurus LAMR Provinsi Riau hasil Mubeslub, tahun 2022.

"Kenapa LAM hasil Mubes yang diselenggarakan setelah LAMR melakukan Mubeslub tidak diakui dan tidak dikukuhkan oleh Datuk Seri Setia Amah Gubernur Riau? Sebelum mempersalahkan pihak lain kenapa ada Mubeslub? Sebaiknya dengan bijak lakukanlah introspeksi diri," ungkapnya. 

Bagi Alang Rizal, tidak pula patut untuk membendangkan ke langit dan menyerakkan ke bumi keburukan-keburukan orang lain, karena itu dilarang oleh adat Melayu yang bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah.

Sebut dia, penilaian Syahril Abu Bakar tentang kepemimpinan Syamsuar sebagai Gubernur Riau tidak punya prestasi dan biasa-biasa saja seharusnya berbasis pada data yang sahih.

Kemudian, ia juga meminta Syahril Abu Bakar untuk menghindari tudingan negatif hanya untuk memenuhi syahwat politik pribadi dan kelompok, apalagi atas dasar dendam. 

"Sangat tidak bijak pula sampai mengatakan bahwa Gubernur Riau tidak lagi layak untuk dipilih untuk periode kedua. Jika Syahril Abu Bakar mengatasnamakan diri sebagai politisi mungkin masih dapat diterima, meskipun secara adat tidak elok," ucapnya. 

Sekum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau menyampaikan, orang bijak mengatakan, terangilah rumah sendiri seterang-terangnya tanpa harus memadamkan penerangan rumah orang lain. 

Oleh karena itu tegasnya, bagaimanapun suka atau tidak suka terhadap Gubernur Riau saat ini, maka sebutnya Syamsuar adalah orang Melayu, pemimpin tertinggi di Provinsi Riau negeri Melayu. 

Ia berharap jangan karena percikan api yang dipantik oleh orang-orang tidak bertanggung jawab justru membuat masyarakat Riau terbelah. 

"Mari bersama kita jaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang sudah terbangun dengan baik," tutupnya.


 Editor : Fitri

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

Dituding Difitnah Usai Bela Petani, Ketua DPRD Inhu Pertanyakan Legalitas PT SBP

Kamis, 09 Juli 2026 - 19:17:01 WIB
Daerah

Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 07 Juli 2026 - 15:59:09 WIB
Daerah

Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara

Sabtu, 04 Juli 2026 - 20:41:26 WIB
Daerah

Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat

Jumat, 03 Juli 2026 - 22:11:23 WIB
Daerah

19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu

Kamis, 02 Juli 2026 - 13:18:51 WIB
Daerah

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif

Rabu, 01 Juli 2026 - 22:10:45 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Dituding Difitnah Usai Bela Petani, Ketua DPRD Inhu Pertanyakan Legalitas PT SBP
09 Juli 2026
Ketika Pendidikan Karakter Menghadapi Tantangan: Dapatkah Hypnoteaching Menjadi Solusi?
09 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dituding Difitnah Usai Bela Petani, Ketua DPRD Inhu Pertanyakan Legalitas PT SBP
    Dibaca: 207 Kali
  • 02
    Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
    Dibaca: 539 Kali
  • 03
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 419 Kali
  • 04
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 443 Kali
  • 05
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 438 Kali
  • 06
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 503 Kali
  • 07
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 561 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id