• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Erick Thohir: Jangan Campur Adukkan Sepakbola dengan Politik

MD Yasir

Sabtu, 21 Januari 2023 19:19:18 WIB
Cetak
Erick Thohir: Jangan Campur Adukkan Sepakbola dengan Politik

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta semua pihak untuk tidak mencampuradukkan antara sepakbola dan politik. Hal itu ditegaskan Erick menjawab pertanyaan tentang pencalonan dirinya sebagai calon ketua umum PSSI dan kemungkinan keikutsertaannya dalam kontestasi politik Pilpres 2024 mengingat namanya dijagokan sejumlah survei dalam tiga besar calon wakil presiden potensial untuk Pilpres 2024. 

"Saya selalu bilang, jangan campur adukkan antara politik dan sepakbola. Kita harus benar-benar pisahkan. Yang itu memang, bagian dari politik yang sedang berjalan. Kalau ini (PSSI) tidak ada hubungan dengan politik. Ini bagian yang harus kita benahi sama-sama," kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat malam (20/1/2023). 

Erick membantah dirinya diminta Presiden maju untuk mimpin PSSI. Namun, Menteri BUMN itu membenarkan dirinya meminta izin kepada kepada presiden saat hendak mencalonkan diri. 

Ketika dirinya menghadap Presiden Jokowi, Erick mengatakan meminta pertimbangan dari presiden bagaiman jika dirinya maju untuk membenahi sepakbola tanah air. 

"Respon beliau, bagus, ini sudah saatnya bagaimana PSSI dan pemerintah sama-sama bangun sepakbola Indonesia. Silahkan saja," kata Erick. 

Dukungan dari pemerintah, kata Erick, mutlak dibutuhkan untuk bersama-sama membangun iklim sepakbola yang sehat dan bersih. 

Erick mencontohkan, bagaimana Jepang membuat peta jalan (roadmap) sepakbolanya pada tahun 1991. Tak tanggung-tanggung, peta jalan itu dibuat untuk jangka waktu 100 tahun. Itu artinya, siapa pun presiden atau ketua organisasi sepakbolanya, peta jalan itu tetap dijadikan panduan bersama. 

Hasilnya, kata Erick, Jepang berhasil masuk ke ajang bergengsi Piala Dunia, termasuk Piala Dunia 2022 yang baru lalu. 

Erick mengatakan, orang kadang-kadang lupa dirnya sudah sangat lama bergelut di dunia olahraga. 

Di basket saja, kata Erick, dirinya sudah menangani klub Satria Muda sejak 1998-1999. Lalu, dia juga pernah diminta untuk memperbaiki Persija zaman Sutiyoso tahun 2022 sampai 2004. Hasilnya, Persija menjadi juara liga saat itu. 

Tak hanya itu, Erick juga diminta oleh Umuh Muchtar dan Glenn Sugita untuk membantu Persib Bandung menjadi lebih baik. 

Rekam jejak itu, kata Erick, bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan lagi. Bahkan, Erick mengingatkan, dirinya juga pernah dipercaya untuk menjadi Ketua Panitia Asian Games.

"Dunia olahraga itu ya dunia kita banget, lah. Jangan sampai sepakbola yang sangat bagus ini, harapan masyarakat, dicampuradukkan dengan politik. Kita harus posisikan itu," tegas Erick.  

"Sepakbola, dunia olahraga ini kan benar-benar jiwa kita, jiwa saya juga. Jadi jangan pernah dicampur-campur. Karena kenapa, kalau dicampur-campur nanti rusak," tambahnya. 

Namun begitu, Erick menegaskan tetap dibutuhkan dukungan politik yakni dukungan pemerintah. "Tidak ada yang namanya persepakbolaan itu di sebuah negara sukses karena kerja sendiri-sendiri. Semua adalah kerja tim dengan dukungan pemerintahnya," kata Erick. 

Karena itu, Erick yakin dengan peran semua pihak seperti suporter, pemerintah, pemilik klub, hingga pemilik media, sepakbola Indonesia yang sedang berada di titik terendahnya dapat dibenahi kembali. 

Bersih-bersih dan Aturan Main

Membangun sepakbola nasional yang baik, kata Erick tidak bisa menjadi target individu, melainkan harus dijadikan target bersama. Itu sebabnya, ketika mendaftar sebagai calon ketua umum PSSI Erick mengatakan sudah banyak teori dan konsep tentang, namun perlu nyali untuk membenahi sepakbola Indonesia supaya bersih dan berprestasi. 

"Kenapa, karena nanti pasti banyak keputusan yang akan menimbulkan kontroversi. Soal pemain, wasit, pelatih timnas, pasti akan ada kontroversi. Karena itu perlu nyali untuk mengambil keputusan yang baik. Bukan untuk diri sendiri, tetapi karena sepakbola ini adalah harapan dan jiwanya masyarakat," kata Erick. 

Karena itu, jika terpilih memimpin PSSI, Erick akan memulainya dengan membongkar tatanan yang sudah ada dan dibangun ulang dengan membuat pondasi baru berupa aturan main baru yang harus ditegakkan oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya. 

"Harus dibongkar, dibangun ulang. Ayo, kita tata bersama dengan role of the game baru," kata mantan Presiden Inter Milan itu. 

Erick mencontohkan, hal yang akan diatur dalam aturan baru itu  bagaimana nanti Indonesia mempunyai liga yang baik. Jangan sampai ikhitiar dan kemauan memperbaiki ini diporakporandakan oleh kepentingan individu.   

Aturan baru itu, kata Erick, juga dibutuhkan untuk menghindari konflik kepentingan, seperti yang dilakukannya saat melakukan aksi bersih-bersih di BUMN. 

Ditanya siapa yang mau dilawan pakai nyali, Erick mengatakan yang perlu dilawan adalah sistem, bukan individu. 

Erick menyadari nantinya keputusannya tidak akan bisa menyenangkan semua pihak. Namun hal itu harus dihadapi jika ingin sepakbola Indonesia berprestasi. 

"Sudah terlalu lama masyarakat berharap sepakbola yang mereka persepsikan baik. Yang pertama itu bagaimana sepakbola yang bersih dan kita kembali bikin indah," ujarnya. 

Karena itu, Erick ingin semua pihak yang terlibat nantinya menggunakan hati untuk membenahi sepakbola. 

"Pemilihan ini bukan siapa dan kenapa, tapi hatinya memang sama punya visi sepakbola seperti ini. Pakai hati, kalau tidak pakai hati, jangan, percuma saya bilang," tegas Erick.


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores

Ahad, 16 Agustus 2026 - 08:07:39 WIB
Nasional

Kementerian PU di Bawah Menteri Dody Hanggodo Genjot Sumur Bor Antisipasi Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:22:00 WIB
Nasional

Ketua Umum JMSI: Soal ‘Londo Ireng’ Jangan Salah Mengerti

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:05:12 WIB
Nasional

Teguh Santosa: Media Punya Kekuatan Besar Redam Konflik dan Kedepankan Narasi Perdamaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:40:00 WIB
Nasional

Permudah Akses JKN di Wilayah Terpencil, BPJS Kesehatan Hadirkan LANURI Serentak di 558 Titik Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 12:42:26 WIB
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
25 Agustus 2026
JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
24 Agustus 2026
Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
23 Agustus 2026
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
    Dibaca: 234 Kali
  • 02
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 533 Kali
  • 03
    Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
    Dibaca: 241 Kali
  • 04
    Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
    Dibaca: 309 Kali
  • 05
    CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
    Dibaca: 302 Kali
  • 06
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 487 Kali
  • 07
    PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
    Dibaca: 371 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id