• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Internasional

3.500 Orang Rohingya Bertaruh Nyawa Menyeberangi Lautan pada 2022

MD Yasir

Rabu, 18 Januari 2023 08:05:29 WIB
Cetak
3.500 Orang Rohingya Bertaruh Nyawa Menyeberangi Lautan pada 2022

JENEWA - PBB pada Selasa (17/1/2023) mengecam peningkatan jumlah pengungsi Rohingya yang hilang di lautan saat melarikan diri dari tanah air mereka di Myanmar atau Bangladesh tahun lalu. PBB menyerukan agar ada tindakan bersama untuk mencegah lebih banyak lagi pengungsi Rohingya yang akan mati.

Lebih dari 3.500 orang Rohingya mencoba menyeberangi lautan pada 2022. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan, jumlah tersebut naik drastis dari tahun sebelumnya, ketika sekitar 700 orang Rohingya melakukan perjalanan serupa.

“UNHCR telah mencatat peningkatan jumlah kematian yang mengkhawatirkan.  Setidaknya 348 orang meninggal atau hilang di laut pada 2022, menjadikannya salah satu tahun paling mematikan sejak 2014,” kata juru bicara UNHCR, Shabia Mantoo kepada wartawan di Jenewa, dilaporkan The Straits Times, Selasa (17/1/2023).

Mantoo mengatakan, pada 2022 sebanyak 3.040 Rohingya yang berusaha melarikan diri melalui laut mendarat di beberapa negara seperti Myanmar, Malaysia, Indonesia, dan Bangladesh. Hampir 45 persen dari mereka yang melakukan pelarian adalah perempuan dan anak-anak.
 
Mantoo mengatakan, sebagian besar kapal berangkat dari Myanmar dan Bangladesh. Hal ini menyoroti meningkatnya rasa putus asa pengungsi Rohingya di kedua negara tersebut.

“Mereka yang mendarat melaporkan bahwa mereka melakukan perjalanan laut yang berbahaya ini dalam upaya mencari perlindungan, keamanan, reunifikasi keluarga, dan mata pencaharian di negara lain,” kata Mantoo.

“Di antara mereka adalah korban perdagangan manusia, anak-anak tanpa pendamping dan terpisah, serta penyintas kekerasan berbasis seksual dan gender," tambah Mantoo.

Tindakan keras militer di Myanmar pada 2017 membuat ratusan ribu minoritas Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Mereka menyimpan cerita mengerikan tentang pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran oleh militer. Myanmar menghadapi tuduhan genosida di pengadilan tinggi PBB setelah eksodus massal tersebut.

Mantoo mengatakan, UNHCR telah menyerukan kepada otoritas maritim untuk menyelamatkan dan menurunkan orang-orang yang dalam kesulitan. Namun seruan ini telah diabaikan dan banyak kapal terapung-apung selama berpekan-pekan. “Krisis saat ini di Teluk Benggala dan Laut Andaman adalah krisis solidaritas,” ujar Mantoo.

UNHCR menyerukan tanggapan regional untuk menangani perdagangan manusia, upaya pencarian dan penyelamatan, serta dukungan di negara-negara tempat pengungsi Rohingya mendarat. UNHCR juga ingin melihat upaya untuk mengatasi akar penyebab mengapa Rohingya melarikan diri dari Myanmar.

"Tanpa tanggapan seperti itu, lebih banyak orang akan mati di laut lepas karena orang melakukan perjalanan berbahaya untuk mencari keselamatan," kata Mantoo.

 


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Internasional

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:27:33 WIB
Internasional

Sah, Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Kamis, 08 Januari 2026 - 22:28:54 WIB
Internasional

130 Anak Sekolah Nigeria Dibebaskan setelah Sebulan Diculik

Senin, 22 Desember 2025 - 15:16:36 WIB
Internasional

Gibran Pamer QRIS hingga MBG di KTT G20 Afrika Selatan

Ahad, 23 November 2025 - 21:19:56 WIB
Internasional

Pemilu Berdarah di Tanzania Telan Korban Jiwa Hingga 700 Orang

Ahad, 02 November 2025 - 11:54:31 WIB
Internasional

Prabowo Tekankan Adaptasi dan Inovasi dalam Kemitraan ASEAN-Jepang

Ahad, 26 Oktober 2025 - 20:14:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
25 Agustus 2026
JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
24 Agustus 2026
Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
23 Agustus 2026
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
    Dibaca: 235 Kali
  • 02
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 534 Kali
  • 03
    Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
    Dibaca: 242 Kali
  • 04
    Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
    Dibaca: 310 Kali
  • 05
    CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
    Dibaca: 304 Kali
  • 06
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 488 Kali
  • 07
    PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
    Dibaca: 372 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id