• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 27 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Kementan: Beras Nasional dalam Kondisi Aman

MD Yasir

Sabtu, 31 Desember 2022 15:39:00 WIB
Cetak
Kementan: Beras Nasional dalam Kondisi Aman

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pemantauan kondisi pertanaman dan luas panen dengan menggunakan metode citra satelit. Metode ini merupakan sistem informasi Standing Crop (SISCrop) untuk menghitung kondisi secara ril time.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP Kementan), Husnain menjelaskan sistem kerja citra satelit mampu mengkomunikasikan kondisi di lapangan dengan kombinasi model optik dan star yang menembus awan menggunakan sensor radar.

"Kemudian pada Tahun 2020 kita mulai membangun SAR (synthetic aperture radar) yang bisa menembua awan dan tidak terpengaruh pengambilan citra di saat siang ataupun malam. Dan di tahun 2021 kita sudah menambahkan fitur provitas padi," kata Husnain, Jumat (30/12/2022).

Husnain mengatakan, citra satelit yang beroprasi bisa berputar mengelilingi bumi dengan sangat baik sehingga informasi yang didapatkan merupakan informasi utuh. Sebagai gambaran, sistem ini telah memotret kondisi pertanaman pado di Kabupaten Karawang, Indramayu bahkan sampai di luar pulau Jawa.
 
"Dan setiap tanggal 16 atau paling lambat tanggal 2 setiap bulan itu data sudah diperbarui. Misalnya untuk warna biru itu ternyata sedang pengenangan, warna hijau muda itu masa vegetatif 1 jadi tanah tertutup oleh tanaman, kemudian yang hijau lebih pekat vegetatif 2, kemudian mulai menguning generatif 1 dan kuning pekat generatif 2, setelah itu dipanen dan tanahnya kosong itu kita tampilkan dalam bentuk berbagai warna," katanya.

Sementara untuk satelit sentinel 1 yang digunakan sebagai dasar dari sistem informasi standing crop 2.0 ini, kementan telah menggunakan sensor SAR yang bebas dari tutupan awan dan tidak terkendala waktu pengambilan sehingga hasil potret dalam kondisi bagus.

"Resolusi tempuralnya adalah 10 sampai 15 hari. Jadi kita mengupdate setelah 15 hari ini sudah real time, kemudia resolusi spasial 10 meter jadi 1 pixel mewakili 10x10. Nah yang kita dapatkan dari SIS Crop ini yang pertama monitor standing crop fase tanaman yang kita bagi atas 6 fase," katanya

Dari fase tersebut, kata Husnain, masa panen raya diprediksi akan berlangsung pada bulan Februari, Maret dan April sehingga tidak ada kekhawatiran dengan kondisi beras nasional selama beberapa bulan ke depan.

"Kita di Kementan bertanggungjawab menyediakan pangan untuk 270 juta penduduk. Apalagi kita perlu memiliki data ril time dan upaya peningkatan produktivitas. Kami juga melakukan penghitungan melalui beberapa tahapan. Termasuk semua tahapan yang dilakukan BPS mengenai semple ubinan. Yang pasti data yang kita rujuk tetap menggunakan data BPS. Tetapi Kementan sebagai kementerian teknis harus memiliki informasi ril time terutama dalam informasi kebutuhan produksi," jelasnya.


Sumber : Cnnindonesia.com /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores

Ahad, 16 Agustus 2026 - 08:07:39 WIB
Nasional

Kementerian PU di Bawah Menteri Dody Hanggodo Genjot Sumur Bor Antisipasi Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:22:00 WIB
Nasional

Ketua Umum JMSI: Soal ‘Londo Ireng’ Jangan Salah Mengerti

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:05:12 WIB
Nasional

Teguh Santosa: Media Punya Kekuatan Besar Redam Konflik dan Kedepankan Narasi Perdamaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:40:00 WIB
Nasional

Permudah Akses JKN di Wilayah Terpencil, BPJS Kesehatan Hadirkan LANURI Serentak di 558 Titik Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 12:42:26 WIB
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tak Kapok Dibui 5 Tahun, Kempes Kembali Diciduk Polisi Bawa Sabu 2,15 Gram
27 Agustus 2026
Konflik Agraria di Kepayang Sari, Warga Tolak Aktivitas PT Agrinas di Eks Tasma Puja
26 Agustus 2026
Jalan Sungai Rawa Rusak Parah, Marka Minim, Truk Bermuatan Besar Terus Melintas
26 Agustus 2026
Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
25 Agustus 2026
JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
24 Agustus 2026
Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
23 Agustus 2026
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Tak Kapok Dibui 5 Tahun, Kempes Kembali Diciduk Polisi Bawa Sabu 2,15 Gram
    Dibaca: 330 Kali
  • 02
    Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
    Dibaca: 328 Kali
  • 03
    JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
    Dibaca: 231 Kali
  • 04
    Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
    Dibaca: 305 Kali
  • 05
    Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
    Dibaca: 261 Kali
  • 06
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 606 Kali
  • 07
    Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
    Dibaca: 303 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id