• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 09 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Kementan: Beras Nasional dalam Kondisi Aman

MD Yasir

Sabtu, 31 Desember 2022 15:39:00 WIB
Cetak
Kementan: Beras Nasional dalam Kondisi Aman

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pemantauan kondisi pertanaman dan luas panen dengan menggunakan metode citra satelit. Metode ini merupakan sistem informasi Standing Crop (SISCrop) untuk menghitung kondisi secara ril time.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP Kementan), Husnain menjelaskan sistem kerja citra satelit mampu mengkomunikasikan kondisi di lapangan dengan kombinasi model optik dan star yang menembus awan menggunakan sensor radar.

"Kemudian pada Tahun 2020 kita mulai membangun SAR (synthetic aperture radar) yang bisa menembua awan dan tidak terpengaruh pengambilan citra di saat siang ataupun malam. Dan di tahun 2021 kita sudah menambahkan fitur provitas padi," kata Husnain, Jumat (30/12/2022).

Husnain mengatakan, citra satelit yang beroprasi bisa berputar mengelilingi bumi dengan sangat baik sehingga informasi yang didapatkan merupakan informasi utuh. Sebagai gambaran, sistem ini telah memotret kondisi pertanaman pado di Kabupaten Karawang, Indramayu bahkan sampai di luar pulau Jawa.
 
"Dan setiap tanggal 16 atau paling lambat tanggal 2 setiap bulan itu data sudah diperbarui. Misalnya untuk warna biru itu ternyata sedang pengenangan, warna hijau muda itu masa vegetatif 1 jadi tanah tertutup oleh tanaman, kemudian yang hijau lebih pekat vegetatif 2, kemudian mulai menguning generatif 1 dan kuning pekat generatif 2, setelah itu dipanen dan tanahnya kosong itu kita tampilkan dalam bentuk berbagai warna," katanya.

Sementara untuk satelit sentinel 1 yang digunakan sebagai dasar dari sistem informasi standing crop 2.0 ini, kementan telah menggunakan sensor SAR yang bebas dari tutupan awan dan tidak terkendala waktu pengambilan sehingga hasil potret dalam kondisi bagus.

"Resolusi tempuralnya adalah 10 sampai 15 hari. Jadi kita mengupdate setelah 15 hari ini sudah real time, kemudia resolusi spasial 10 meter jadi 1 pixel mewakili 10x10. Nah yang kita dapatkan dari SIS Crop ini yang pertama monitor standing crop fase tanaman yang kita bagi atas 6 fase," katanya

Dari fase tersebut, kata Husnain, masa panen raya diprediksi akan berlangsung pada bulan Februari, Maret dan April sehingga tidak ada kekhawatiran dengan kondisi beras nasional selama beberapa bulan ke depan.

"Kita di Kementan bertanggungjawab menyediakan pangan untuk 270 juta penduduk. Apalagi kita perlu memiliki data ril time dan upaya peningkatan produktivitas. Kami juga melakukan penghitungan melalui beberapa tahapan. Termasuk semua tahapan yang dilakukan BPS mengenai semple ubinan. Yang pasti data yang kita rujuk tetap menggunakan data BPS. Tetapi Kementan sebagai kementerian teknis harus memiliki informasi ril time terutama dalam informasi kebutuhan produksi," jelasnya.


Sumber : Cnnindonesia.com /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB
Nasional

Didukung Alumni Se-Indonesia, Andar Amin Harahap Pimpin IKA SMAN 2 PSP

Senin, 27 April 2026 - 10:42:52 WIB
Nasional

Sebanyak 70 Calon Anggota Mendaftar, Rianto SH, MH Curi Perhatian di Seleksi Komisi Informasi Sumut 2026

Rabu, 22 April 2026 - 22:44:29 WIB
Nasional

3 Tahun Penembakan Tokoh Pers Rahimandani Tak Terungkap, Ketum JMSI: Ini Luka Demokrasi

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:09:08 WIB
Nasional

HUT ke-6 JMSI, Dewan Pers Respons Positif Usulan Perluasan Perlindungan HAM bagi Insan Pers

Ahad, 08 Februari 2026 - 21:32:11 WIB
Nasional

Percepatan PSR Digenjot, BPDP Gandeng 42 Kelembagaan Pekebun di 11 Provinsi

Sabtu, 07 Februari 2026 - 20:08:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
    Dibaca: 388 Kali
  • 02
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 305 Kali
  • 03
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 320 Kali
  • 04
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 334 Kali
  • 05
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 320 Kali
  • 06
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 447 Kali
  • 07
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 434 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id