• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 27 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pemerintahan

Wagub Riau Minta Pemkab/kota Harus Intensifkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini

MD Yasir

Rabu, 28 Desember 2022 11:05:05 WIB
Cetak
Wagub Riau Minta Pemkab/kota Harus Intensifkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution meminta pemerintah kabupaten dan kota mengintensifkan edukasi tentang kesiapan usia menikah guna mencegah pernikahan dini.

"Sebab dampak dari pernikahan dini tersebut memicu kasus kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran anak dan kekerasan fisik dan ekonomi sehingga selain perempuan, anak juga dirugikan akibat kedua orang tuanya yang belum siap secara mental dan ekonomi," kata Edy Natar Nasution pada Rapat Koordinasi evaluasi kinerja tim percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau di Pekanbaru, Selasa.

Menurut Edy, ketika orang tua tidak berdaya secara ekonomi dan terbatasnya pengetahuan tentang cara merawat anak pada 1.000 hari pertama kelahiran maka anak akan berpotensi stunting.

Kasus ini kata Edy menyebutkan, harus menjadi perhatian semua pihak dan segera diantisipasi khususnya pemerintah desa mustahil mereka tidak mengetahui telah terjadinya pernikahan dini di bawah tangan atau secara non prosedural itu.

"Ini menjadi tanggungjawab ASN pada OPD terkait apalagi jabatan ini selain dipertanggungjawabkan di dunia juga di hadapan Allah sehingga peran ASN perlu lebih diintensifkan. Kepala desa mampu membangun mekanisme dengan lebih bertanggung jawab," katanya.

Tanggungjawab lainnya juga dituntut kepada kepala daerah yang jarang menghadiri rapat teknis menyangkut kesejahteraan masyarakat antara lain penuntasan prevalensi stunting.

"Jika masih ditemukan pimpinan daerah yang tidak mau menghadiri rapat maka segera laporkan via Wash App ke saya, untuk saya teruskan ke Gubernur Riau bapak Syamsuar sebagai bagian penilaian kinerja ASN," katanya.

Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau, Fariza mengatakan pernikahan dini jelas melanggar Undang-undang perkawinan nomor 16 Tahun 2019 yakni batas usia minimal pria dan wanita untuk melangsungkan pernikahan adalah 19 tahun.

"Faktanya masih ditemukan remaja usia 14-17 tahun di Riau sudah memiliki dua bahkan tiga anak. Kasus ini baru kami temukan setelah mereka mengalami KDRT, dipukul suami, menjadi korban kekerasan fisik dan penelantaran anak,” katanya.

Pernikahan dini adalah pernikahan di bawah tangan/non prosedural karena mereka tidak memiliki KTP dan KK sehingga sulit mendapatkan layanan JKN KIS.

Fariza menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenag Riau untuk menghimpun data terkait jumlah pasangan pernikahan dini. Tetapi penyisiran sulit dilakukan karena pernikahan mereka tidak terdaftar.

"Setelah terjadi KDRT, temuan kasus stunting, KDRT dan penelantaran anak ketika mereka melapor ke kami. Karenanya bersama Tim Pendamping Keluarga perlu kembali digencarkan sosialisasi ke Kepala Desa untuk melakukan pencegahan, sebab mereka yang lebih mengenal dan mengetahui warganya sendiri," katanya.
 


Sumber : Antara /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pemerintahan

Kejar Target 15 Bendungan, Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Irigasi Merauke Ikut Digenjot

Selasa, 04 Agustus 2026 - 13:47:44 WIB
Pemerintahan

Pemerintahan Presiden Prabowo Bukan Reinkarnasi Orde Baru

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:10:21 WIB
Pemerintahan

Sepanjang 2025, Pemerintah Prabowo Tarik Utang Baru Rp736,3 Triliun

Jumat, 09 Januari 2026 - 13:54:03 WIB
Pemerintahan

Prabowo Bersyukur Dikritik, Artinya Diselamatkan

Selasa, 06 Januari 2026 - 15:03:15 WIB
Pemerintahan

Besok Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang

Senin, 05 Januari 2026 - 23:20:05 WIB
Pemerintahan

Pemerintah Tak Boleh Terjebak Birokrasi Kaku Saat Tangani Bencana Sumatera

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:17:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tak Kapok Dibui 5 Tahun, Kempes Kembali Diciduk Polisi Bawa Sabu 2,15 Gram
27 Agustus 2026
Konflik Agraria di Kepayang Sari, Warga Tolak Aktivitas PT Agrinas di Eks Tasma Puja
26 Agustus 2026
Jalan Sungai Rawa Rusak Parah, Marka Minim, Truk Bermuatan Besar Terus Melintas
26 Agustus 2026
Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
25 Agustus 2026
JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
24 Agustus 2026
Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
23 Agustus 2026
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Tak Kapok Dibui 5 Tahun, Kempes Kembali Diciduk Polisi Bawa Sabu 2,15 Gram
    Dibaca: 342 Kali
  • 02
    Kabut Asap Melanda, Matahari 08 Riau Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Pekanbaru
    Dibaca: 332 Kali
  • 03
    JMSI Riau Matangkan UKW Oktober 2026, Peserta Bisa Ikut Tingkat Muda hingga Utama
    Dibaca: 235 Kali
  • 04
    Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT
    Dibaca: 306 Kali
  • 05
    Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
    Dibaca: 263 Kali
  • 06
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 611 Kali
  • 07
    Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
    Dibaca: 305 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id