• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 09 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pemerintahan

Wagub Riau Minta Pemkab/kota Harus Intensifkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini

MD Yasir

Rabu, 28 Desember 2022 11:05:05 WIB
Cetak
Wagub Riau Minta Pemkab/kota Harus Intensifkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution meminta pemerintah kabupaten dan kota mengintensifkan edukasi tentang kesiapan usia menikah guna mencegah pernikahan dini.

"Sebab dampak dari pernikahan dini tersebut memicu kasus kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran anak dan kekerasan fisik dan ekonomi sehingga selain perempuan, anak juga dirugikan akibat kedua orang tuanya yang belum siap secara mental dan ekonomi," kata Edy Natar Nasution pada Rapat Koordinasi evaluasi kinerja tim percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau di Pekanbaru, Selasa.

Menurut Edy, ketika orang tua tidak berdaya secara ekonomi dan terbatasnya pengetahuan tentang cara merawat anak pada 1.000 hari pertama kelahiran maka anak akan berpotensi stunting.

Kasus ini kata Edy menyebutkan, harus menjadi perhatian semua pihak dan segera diantisipasi khususnya pemerintah desa mustahil mereka tidak mengetahui telah terjadinya pernikahan dini di bawah tangan atau secara non prosedural itu.

"Ini menjadi tanggungjawab ASN pada OPD terkait apalagi jabatan ini selain dipertanggungjawabkan di dunia juga di hadapan Allah sehingga peran ASN perlu lebih diintensifkan. Kepala desa mampu membangun mekanisme dengan lebih bertanggung jawab," katanya.

Tanggungjawab lainnya juga dituntut kepada kepala daerah yang jarang menghadiri rapat teknis menyangkut kesejahteraan masyarakat antara lain penuntasan prevalensi stunting.

"Jika masih ditemukan pimpinan daerah yang tidak mau menghadiri rapat maka segera laporkan via Wash App ke saya, untuk saya teruskan ke Gubernur Riau bapak Syamsuar sebagai bagian penilaian kinerja ASN," katanya.

Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau, Fariza mengatakan pernikahan dini jelas melanggar Undang-undang perkawinan nomor 16 Tahun 2019 yakni batas usia minimal pria dan wanita untuk melangsungkan pernikahan adalah 19 tahun.

"Faktanya masih ditemukan remaja usia 14-17 tahun di Riau sudah memiliki dua bahkan tiga anak. Kasus ini baru kami temukan setelah mereka mengalami KDRT, dipukul suami, menjadi korban kekerasan fisik dan penelantaran anak,” katanya.

Pernikahan dini adalah pernikahan di bawah tangan/non prosedural karena mereka tidak memiliki KTP dan KK sehingga sulit mendapatkan layanan JKN KIS.

Fariza menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenag Riau untuk menghimpun data terkait jumlah pasangan pernikahan dini. Tetapi penyisiran sulit dilakukan karena pernikahan mereka tidak terdaftar.

"Setelah terjadi KDRT, temuan kasus stunting, KDRT dan penelantaran anak ketika mereka melapor ke kami. Karenanya bersama Tim Pendamping Keluarga perlu kembali digencarkan sosialisasi ke Kepala Desa untuk melakukan pencegahan, sebab mereka yang lebih mengenal dan mengetahui warganya sendiri," katanya.
 


Sumber : Antara /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pemerintahan

Pemerintahan Presiden Prabowo Bukan Reinkarnasi Orde Baru

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:10:21 WIB
Pemerintahan

Sepanjang 2025, Pemerintah Prabowo Tarik Utang Baru Rp736,3 Triliun

Jumat, 09 Januari 2026 - 13:54:03 WIB
Pemerintahan

Prabowo Bersyukur Dikritik, Artinya Diselamatkan

Selasa, 06 Januari 2026 - 15:03:15 WIB
Pemerintahan

Besok Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang

Senin, 05 Januari 2026 - 23:20:05 WIB
Pemerintahan

Pemerintah Tak Boleh Terjebak Birokrasi Kaku Saat Tangani Bencana Sumatera

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:17:06 WIB
Pemerintahan

Pejabat Harus Mencontoh Ma’ruf Amin, Mundur Tanpa Didesak

Rabu, 24 Desember 2025 - 22:18:03 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
    Dibaca: 382 Kali
  • 02
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 301 Kali
  • 03
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 312 Kali
  • 04
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 329 Kali
  • 05
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 312 Kali
  • 06
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 439 Kali
  • 07
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 423 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id