• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Kesehatan

Laporan WHO: 500 Juta Kasus Baru Sakit Jantung dan Diabetes Diprediksi Terjadi di 2030

MD Yasir

Jumat, 21 Oktober 2022 08:58:49 WIB
Cetak
Laporan WHO: 500 Juta Kasus Baru Sakit Jantung dan Diabetes Diprediksi Terjadi di 2030

JAKARTA, Beritaone.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan kurangnya olahraga secara kolektif akan menimbulkan kerugian besar di tahun-tahun mendatang jika tidak ada perubahan. Laporan tersebut memperkirakan akan ada hampir setengah miliar kasus baru penyakit tidak menular (PTM), seperti penyakit jantung dan diabetes, akibat kurangnya aktivitas fisik pada tahun 2030.

Dilansir dari Live Science, Jumat (21/10/2022), laporan tersebut juga menemukan bahwa banyak negara tidak berbuat banyak untuk membantu orang tetap aktif, seperti membangun jalan yang lebih aman untuk dilalui dengan berjalan kaki. Temuan ini berasal dari laporan status global pertama WHO tentang aktivitas fisik. Menganalisis data dari 194 negara tentang seberapa sering orang aktif secara fisik dan kebijakan yang diberlakukan oleh negara-negara untuk mempromosikan aktivitas fisik.

Sebagai bagian dari laporan, penulis juga menghitung efek potensial pada sistem perawatan kesehatan jika tingkat olahraga orang tetap sama hingga tahun 2030. Perkiraan terakhir ini akan diterbitkan dalam makalah yang akan datang tetapi dapat dilihat dalam pracetak dari Lancet yang diterbitkan dirilis minggu lalu.

Seringkali, lebih dari satu faktor berkontribusi terhadap penyakit jantung seseorang atau gangguan tidak menular lainnya, dan hanya beberapa dari faktor risiko ini yang dapat dicegah atau dapat diubah menjadi lebih baik. Tetapi banyak penelitian telah menunjukkan berapa pun jumlah olahraga, berapa pun usia seseorang, dapat membantu orang tetap sehat.

Berdasarkan penelitian lain, penulis mencoba menghitung fraksi PTM yang dapat dicegah yang sangat terkait dengan kurangnya aktivitas fisik yang akan muncul selama dekade berikutnya, dengan fokus khusus pada tujuh kondisi utama penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit tertentu. kanker, demensia dan depresi. Secara keseluruhan, penulis memperkirakan hampir 500 juta kasus baru dari kondisi ini akan terjadi antara tahun 2020 dan 2030 di seluruh dunia.

“Studi ini menyerukan tindakan mendesak negara-negara untuk memprioritaskan investasi dalam intervensi yang mengurangi faktor risiko yang dapat dimodifikasi ini,” tulis para penulis.

Namun sejauh ini, tampaknya sebagian besar negara gagal dalam melakukan investasi ini. Laporan WHO menemukan kurang dari setengah negara bahkan memiliki kebijakan aktivitas fisik nasional. Hanya 30 persen negara yang telah menyatakan pedoman aktivitas fisik nasional untuk semua kelompok umur.

Sementara sebagian besar negara memiliki beberapa cara untuk melacak seberapa aktif orang dewasa, kurang dari 30 persen melakukan hal yang sama untuk anak-anak di bawah 5 tahun. Penerapan banyak dari kebijakan ini, seperti acara lari atau jalan kaki yang diselenggarakan secara nasional, telah lebih terganggu oleh pandemi covid 19.

Ada banyak alasan mengapa orang tidak seaktif mungkin secara fisik, dan banyak di antaranya di luar kendali orang, seperti jenis pekerjaan dan jam kerja yang mereka miliki. Beberapa rekomendasi yang diberikan oleh WHO untuk mendorong aktivitas fisik antara lain lebih banyak ruang terbuka publik, jalan yang dapat dilalui pejalan kaki dan infrastruktur lainnya, dan lebih banyak aktivitas olahraga atau gym di sekolah.


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores

Ahad, 16 Agustus 2026 - 08:07:39 WIB
Nasional

Kementerian PU di Bawah Menteri Dody Hanggodo Genjot Sumur Bor Antisipasi Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:22:00 WIB
Nasional

Ketua Umum JMSI: Soal ‘Londo Ireng’ Jangan Salah Mengerti

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:05:12 WIB
Nasional

Teguh Santosa: Media Punya Kekuatan Besar Redam Konflik dan Kedepankan Narasi Perdamaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:40:00 WIB
Nasional

Permudah Akses JKN di Wilayah Terpencil, BPJS Kesehatan Hadirkan LANURI Serentak di 558 Titik Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 12:42:26 WIB
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
18 Agustus 2026
HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
18 Agustus 2026
PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
17 Agustus 2026
Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
16 Agustus 2026
PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
16 Agustus 2026
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 322 Kali
  • 02
    PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
    Dibaca: 221 Kali
  • 03
    Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
    Dibaca: 240 Kali
  • 04
    HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
    Dibaca: 285 Kali
  • 05
    PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
    Dibaca: 264 Kali
  • 06
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 508 Kali
  • 07
    PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
    Dibaca: 342 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id