• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Selasa, 07 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Kesehatan

Laporan WHO: 500 Juta Kasus Baru Sakit Jantung dan Diabetes Diprediksi Terjadi di 2030

MD Yasir

Jumat, 21 Oktober 2022 08:58:49 WIB
Cetak
Laporan WHO: 500 Juta Kasus Baru Sakit Jantung dan Diabetes Diprediksi Terjadi di 2030

JAKARTA, Beritaone.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan kurangnya olahraga secara kolektif akan menimbulkan kerugian besar di tahun-tahun mendatang jika tidak ada perubahan. Laporan tersebut memperkirakan akan ada hampir setengah miliar kasus baru penyakit tidak menular (PTM), seperti penyakit jantung dan diabetes, akibat kurangnya aktivitas fisik pada tahun 2030.

Dilansir dari Live Science, Jumat (21/10/2022), laporan tersebut juga menemukan bahwa banyak negara tidak berbuat banyak untuk membantu orang tetap aktif, seperti membangun jalan yang lebih aman untuk dilalui dengan berjalan kaki. Temuan ini berasal dari laporan status global pertama WHO tentang aktivitas fisik. Menganalisis data dari 194 negara tentang seberapa sering orang aktif secara fisik dan kebijakan yang diberlakukan oleh negara-negara untuk mempromosikan aktivitas fisik.

Sebagai bagian dari laporan, penulis juga menghitung efek potensial pada sistem perawatan kesehatan jika tingkat olahraga orang tetap sama hingga tahun 2030. Perkiraan terakhir ini akan diterbitkan dalam makalah yang akan datang tetapi dapat dilihat dalam pracetak dari Lancet yang diterbitkan dirilis minggu lalu.

Seringkali, lebih dari satu faktor berkontribusi terhadap penyakit jantung seseorang atau gangguan tidak menular lainnya, dan hanya beberapa dari faktor risiko ini yang dapat dicegah atau dapat diubah menjadi lebih baik. Tetapi banyak penelitian telah menunjukkan berapa pun jumlah olahraga, berapa pun usia seseorang, dapat membantu orang tetap sehat.

Berdasarkan penelitian lain, penulis mencoba menghitung fraksi PTM yang dapat dicegah yang sangat terkait dengan kurangnya aktivitas fisik yang akan muncul selama dekade berikutnya, dengan fokus khusus pada tujuh kondisi utama penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit tertentu. kanker, demensia dan depresi. Secara keseluruhan, penulis memperkirakan hampir 500 juta kasus baru dari kondisi ini akan terjadi antara tahun 2020 dan 2030 di seluruh dunia.

“Studi ini menyerukan tindakan mendesak negara-negara untuk memprioritaskan investasi dalam intervensi yang mengurangi faktor risiko yang dapat dimodifikasi ini,” tulis para penulis.

Namun sejauh ini, tampaknya sebagian besar negara gagal dalam melakukan investasi ini. Laporan WHO menemukan kurang dari setengah negara bahkan memiliki kebijakan aktivitas fisik nasional. Hanya 30 persen negara yang telah menyatakan pedoman aktivitas fisik nasional untuk semua kelompok umur.

Sementara sebagian besar negara memiliki beberapa cara untuk melacak seberapa aktif orang dewasa, kurang dari 30 persen melakukan hal yang sama untuk anak-anak di bawah 5 tahun. Penerapan banyak dari kebijakan ini, seperti acara lari atau jalan kaki yang diselenggarakan secara nasional, telah lebih terganggu oleh pandemi covid 19.

Ada banyak alasan mengapa orang tidak seaktif mungkin secara fisik, dan banyak di antaranya di luar kendali orang, seperti jenis pekerjaan dan jam kerja yang mereka miliki. Beberapa rekomendasi yang diberikan oleh WHO untuk mendorong aktivitas fisik antara lain lebih banyak ruang terbuka publik, jalan yang dapat dilalui pejalan kaki dan infrastruktur lainnya, dan lebih banyak aktivitas olahraga atau gym di sekolah.


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB
Nasional

Didukung Alumni Se-Indonesia, Andar Amin Harahap Pimpin IKA SMAN 2 PSP

Senin, 27 April 2026 - 10:42:52 WIB
Nasional

Sebanyak 70 Calon Anggota Mendaftar, Rianto SH, MH Curi Perhatian di Seleksi Komisi Informasi Sumut 2026

Rabu, 22 April 2026 - 22:44:29 WIB
Nasional

3 Tahun Penembakan Tokoh Pers Rahimandani Tak Terungkap, Ketum JMSI: Ini Luka Demokrasi

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:09:08 WIB
Nasional

HUT ke-6 JMSI, Dewan Pers Respons Positif Usulan Perluasan Perlindungan HAM bagi Insan Pers

Ahad, 08 Februari 2026 - 21:32:11 WIB
Nasional

Percepatan PSR Digenjot, BPDP Gandeng 42 Kelembagaan Pekebun di 11 Provinsi

Sabtu, 07 Februari 2026 - 20:08:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 205 Kali
  • 02
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 217 Kali
  • 03
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 252 Kali
  • 04
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 222 Kali
  • 05
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 340 Kali
  • 06
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 316 Kali
  • 07
    19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
    Dibaca: 276 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id