• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Selasa, 07 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Internasional

10 Anak Yaman Pengidap Leukemia Meninggal Akibat Obat Kedaluwarsa

MD Yasir

Sabtu, 15 Oktober 2022 11:55:56 WIB
Cetak
10 Anak Yaman Pengidap Leukemia Meninggal Akibat Obat Kedaluwarsa

SANA'A, Beritaone.id - Sekitar 10 anak pasien Leukemia di Yaman meninggal dab puluhan lainnya sakit parah. Kejadian itu terjadi usai anak-anak tersebut diberikan obat kanker kedaluwarsa di ibu kota yang dikuasai Houthi.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi dalam sebuah pernyataan menyatakan, anak-anak itu berusia antara tiga dan 15 tahun dan meninggal di Rumah Sakit Kuwait Sanaa setelah disuntik dengan obat-obatan selundupan dosis lama di sejumlah klinik swasta. Para pejabat tidak mengatakan kapan 10 kematian itu terjadi.

Menurut pejabat kesehatan dan pekerja yang berbicara kepada Associated Press, sekitar 50 anak menerima pengobatan kemoterapi selundupan yang dikenal sebagai Methotrexate yang awalnya diproduksi di India. Mereka mengatakan, total 19 anak telah meninggal karena pengobatan yang kedaluwarsa.

Para pejabat dan pekerja berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak diberi pengarahan untuk berbicara dengan media. Perang Yaman yang berlangsung delapan tahun itu membuat kurangnya akses ke sumber daya dasar, termasuk makanan dan obat-obatan. Kondisi ini telah menciptakan jaringan penyelundupan besar di kedua wilayah yang dikuasai pemberontak Houthi dan koalisi Arab Saudi.

Beberapa dokter di Sanaa mengatakan, pejabat Houthi diam-diam bekerja dalam kemitraan dengan penyelundup obat-obatan yang sering menjual perawatan kedaluwarsa ke klinik swasta dari gudang penyimpanan di seluruh negeri. Dengan melakukan itu, Houthi diklaim membatasi ketersediaan perawatan yang aman.

Houthi di masa lalu berusaha menutupi penyebab kematian. Selama puncak pandemi virus korona, dokter menuduh pemerintah Houthi memaksa pekerja medis untuk memalsukan sertifikat kematian.

Kementerian Kesehatan Houthi mengatakan, telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Mereka menyalahkan kematian tersebut kepada pasukan koalisi Saudi karena menyebabkan kurangnya obat-obatan yang tersedia di daerah-daerah yang dikuasai Houthi.

Keluarga dari salah satu anak yang meninggal mengatakan, anaknya merasakan sakit dan kram setelah menerima perawatan kemoterapi yang kadaluwarsa kemudian meninggal lima hari kemudian. 

"Hal terburuk adalah bahwa administrasi rumah sakit berusaha menyembunyikan kebenaran dari kami," kata ayah anak laki-laki itu yang meminta untuk tidak disebutkan namanya demi keselamatannya dan keluarganya.

Pasukan Houthi yang didukung Iran merebut sebagian besar Yaman utara dan Sanaa pada 2014, mendorong pemerintah yang diakui internasional ke pengasingan. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi, termasuk Uni Emirat Arab, melakukan intervensi pada tahun berikutnya untuk mencoba mengembalikan pemerintah ke tampuk 
kekuasaan.


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Internasional

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:27:33 WIB
Internasional

Sah, Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Kamis, 08 Januari 2026 - 22:28:54 WIB
Internasional

130 Anak Sekolah Nigeria Dibebaskan setelah Sebulan Diculik

Senin, 22 Desember 2025 - 15:16:36 WIB
Internasional

Gibran Pamer QRIS hingga MBG di KTT G20 Afrika Selatan

Ahad, 23 November 2025 - 21:19:56 WIB
Internasional

Pemilu Berdarah di Tanzania Telan Korban Jiwa Hingga 700 Orang

Ahad, 02 November 2025 - 11:54:31 WIB
Internasional

Prabowo Tekankan Adaptasi dan Inovasi dalam Kemitraan ASEAN-Jepang

Ahad, 26 Oktober 2025 - 20:14:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 211 Kali
  • 02
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 246 Kali
  • 03
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 215 Kali
  • 04
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 334 Kali
  • 05
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 308 Kali
  • 06
    19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
    Dibaca: 270 Kali
  • 07
    Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
    Dibaca: 296 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id