• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Ahad, 05 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah

1 Warga Inhu Dari 60 Orang WNI Disekap Di Kamboja

Redaktur

Selasa, 02 Agustus 2022 18:35:57 WIB
Cetak
1 Warga Inhu Dari 60 Orang WNI Disekap Di Kamboja
60 orang WNI sudah sampai lagi geust house Kamboja

Inhu, Beritaone.id - 1 dari 60 orang yang tercatat sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban lowongan kerja palsu di Kamboja, Muhammad Rafi (39) merupakan warga Kecamatan Pasirpenyu Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau yang mengalami penyekapan, penyiksaan selama dua Minggu di Kamboja. 

Dari 60 orang WNI sudah mengadukan apa yang dialaminya ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja. Seperti yang dialami Muhammad Rafi dijanjikan kerja di Kamboja, namun dia dijual kepada perusahaan oleh asing, bekerja tidak sesuai apa yang di janjikan serta mendapatkan penyiksaan di setrum dan di pukul hingga berdarah.

Awal kejadian sebelum ke Kamboja, Muhammad Rafi mengaku mendapatkan informasi lowongan pekerjaan melalui media sosial facebook untuk dipekerjakan di perusahaan sebagai Tranding Forex, chip game online, dengan tawaran gaji lebih dari 800 dolar. 

"Saat chatting di media sosial, saya mengatakan bahwa saya sedang tidak kerja dan membutuhkan pekerjaan yang jelas. Saya direkrut dengan iming-iming gaji diatas 1000 dolar (setara Rp14juta)," kata Muhammad Rafi mengubungi Redaksi VokalOnline.Com Senin (1/8/2022).

Setelah setuju, Muhammad Rafi dibelikan tiket ke Kamboja dan di berangkatkan pada Januari 2022, Melalui Bandara Kualanamu Medan transit di Kuala lumpur lalu menuju Phnom Phane.

Bahwa sesampainya di bandara, korban di jemput oleh supir perusahaan, ditampung dalam sebuah rumah di Phom Pane selama 1 malam, dengan 4 orang WNI lainya. 

Selanjutnya pada malam hari dia dibawa ke kantor perusahaan, di Buvet casino bokbai di gedung 8, dan di test typing.

Bahwa pada tanggal 10 Januari 2022, korban mulai di training selama 2 hari, di training bagaimana cara menipu oleh sesama pekerja WNI. 

Setelah itu dia diberi komputer untuk bekerja, namun tetap dipantau dan di ajari.

Bahwa pada saat itu karyawan di perusahaan tersebut sebanyak 16, dan semuanya adalah WNI.

"Selama bekerja saya mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, paspor di tahan oleh perusahaan, dicuci otak, di beri makan tidak layak (makanan tidak halal), gaji tidak tepat waktu, sudah 45 hari kerja baru mendapatkan gaji," kata Muhammad Rafi bercerita seraya meminta bantuan kepada Pemda Inhu.

Pada 45 hari pertama, Muhammad Rafi menjelaskan kalau dia mendapatkan gaji 450 USD (setara lebih kurang Rp6 juta) dan gaji 800 USD (setara lebih kurang Rp11 juta)

Pada bulan kedua, selama bekerja tidak mendapatkan hari libur bahkan selalu mendpatkan kekerasan berupa di pukul.

Muhammad Rafi menjelaskan, 16 Juni 2022 dia berhasil lari setelah dua Minggu didekap dan disiksa dan berhasil menghubungi KBRI melalui Telpon, dan meminta dibantu untuk di evakuasi.

Laporan Muhammad Rafi ke KBRI diketahui oleh perusahaan tempatnya dipekerjakan, sehingga perusahaan kembali datang dengan memberikan ancaman kepada korban dan WNI lainya berupa ancaman berupa membayar denda sebesar $2.000 (setara Rp28 juta) namun, jika dalam tempo waktu yang di tentukan tidak sanggung membayar maka korban di ancam akan di siksa seperti di setrum dan dipukuli hingga berdarah.

Bahwa pada tanggal 22 Juni 2022, dikarenakan beberapa WNI lainya membayar kepada perusahaan akhirnya korban membayar uang sejumlah gaji yang dia terima selama bekerja. Bahwa korban dari perusahaan ke hotel nawin guest, dikarenakan ada informasi dari teman WNI yang sudah keluar sebelumnya

Bahwa korban datang langsung ke KBRI dan memohon untuk dibantu dan KBRI menyuruh korban untuk mengurus SPLP denda tinggal selama over stay, bilamana SPLP sudah selesai korban diminta untuk membeli tiket pulang sendiri.

Korban saat ini sudah lebih dari 3 bulan tinggal di hotel Nawin guest dan untuk membeli makan dan membayar hotel, mereka kesulitan dan ada yang berusaha kerja menjadi jasa tukar uang dolar.


Sumber : Vokal online /  Editor : Fitri

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara

Sabtu, 04 Juli 2026 - 20:41:26 WIB
Daerah

Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat

Jumat, 03 Juli 2026 - 22:11:23 WIB
Daerah

19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu

Kamis, 02 Juli 2026 - 13:18:51 WIB
Daerah

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif

Rabu, 01 Juli 2026 - 22:10:45 WIB
Daerah

Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:54:31 WIB
Daerah

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:25:20 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 247 Kali
  • 02
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 216 Kali
  • 03
    Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
    Dibaca: 228 Kali
  • 04
    Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
    Dibaca: 279 Kali
  • 05
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 478 Kali
  • 06
    PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
    Dibaca: 267 Kali
  • 07
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 370 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id