• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 04 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Politik

Desa Sukojati Banyuwangi Jadi Percontohan Desa Antikorupsi

Redaktur

Rabu, 08 Juni 2022 17:50:35 WIB
Cetak
Desa Sukojati Banyuwangi Jadi Percontohan Desa Antikorupsi

Jakarta, Beritaone.id - Desa Sukojati, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, telah terpilih sebagai percontohan Desa Antikorupsi di Indonesia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan Desa Sukojati menjadi satu di antara 10 desa di 10 provinsi di Indonesia yang dipilih dalam Program Desa Antikorupsi.

Desa Antikorupsi merupakan besutan KPK, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri.

Secara khusus "kick off" pembentukan Percontohan Desa Antikorupsi dilakukan di Lapangan Kantor Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (7/6) pagi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir langsung dalam "kick off" Percontohan Desa Antikorupsi optimistis bahwa adanya program itu akan membawa resonansi sehingga akan tumbuh desa-desa antikorupsi selanjutnya di Jatim karena pembentukan desa antikorupsi sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan tindak korupsi yang secara langsung melibatkan masyarakat.

Jawa Timur ada Desa Sukojati, di Kabupaten Banyuwangi yang menjadi Percontohan Desa Antikorupsi Tahun 2022, saya rasa satu desa di Banyuwangi ini akan menyemai semangat pencegahan korupsi di lingkup pemerintahan desa," kata Gubernur Khofifah.

Desa Sukojati, kata dia, akan menyemai semangat pencegahan korupsi bagi semua desa di Jawa Timur yang saat ini berjumlah 7.724 desa.

Gubernur Khofifah menjelaskan Desa Sukojati terpilih berdasarkan Indikator Penilaian Percontohan Desa Antikorupsi oleh Tim Asesmen KPK. Indikatornya, yaitu penguatan tata laksana, penguatan pengawasan, penguatan kualitas pelayanan publik, penguatan partisipasi masyarakat, dan kearifan lokal.

"Pembentukan percontohan desa antikorupsi adalah upaya pencegahan korupsi dengan melibatkan pemerintahan di level desa di mana desa langsung akan diukur dengan beberapa indikator desa antikorupsi," ucapnya.

Pembentukan Desa Antikorupsi, lanjutnya, akan menciptakan semangat tersendiri bagi masyarakat karena mereka pasti mau ikut serta dan terlibat membentuk :good governance" melalui pencegahan dan pemberantasan korupsi dari lingkungan terdekat masyarakat.

"Tentu ini akan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan penggunaan dana desa, saya rasa masyarakat desa akan memiliki semangat yang sama, semangat kuat untuk terlibat dalam pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing," katanya.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengawasan penggunaan dana desa sangat diperlukan karena masyarakat desa berhak tahu dana desa yang mengalir ke desa peruntukannya jelas, benar-benar dipergunakan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat desa, dan peningkatan sumber daya manusia di desa.

"Karena dana desa adalah untuk masyarakat desa. Maka perlu pengawasan yang melibatkan peran serta masyarakat, ini akan termotivasi dari terbentuknya Percontohan Desa Antikorupsi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan program tersebut merupakan upaya mencegah korupsi dengan melibatkan masyarakat desa. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar membangun Semangat Indonesia Bebas Korupsi.

Tentunya upaya-upaya pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan KPK sendiri, mari kita kawal upaya KPK untuk mencegah dan memberantas praktik-praktik Korupsi," kata Firli Bahuri.

Firli Bahuri menjelaskan bebas dari korupsi menjadi kata kunci dan penting karena tujuan bangsa tidak akan pernah bisa diwujudkan kalau Indonesia masih menghadapi persoalan-persoalan, salah satunya korupsi.

"Kami mengajak segenap kamar-kamar kekuasaan harus melibatkan diri dari upaya-upaya pemberantasan korupsi. Kamar legislatif, kamar eksekutif, dan kamar yudikatif harus bersih dari praktik-praktik korupsi. Kamar partai politik harus terlebih dahulu membangun integritas dan bebas dari korupsi," katanya.

Sementara itu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) A Halim Iskandar mengatakan kementeriannya telah melakukan upaya pencegahan korupsi, salah satunya dengan penyederhanaan diksi pada pembuatan kebijakan tahap perencanaan.

Halim menilai melalui hal itu, maka konsep yang diterapkan akan mudah terbangun, termasuk dengan pengimplementasian dan perlu upaya pemerintah desa memanfaatkan digitalisasi untuk penyebarluasan informasi pembangunan di desa.

Hasil APBDes dipajang dalam tampilan besar di tempat-tempat strategis di desa agar seluruh warga mengetahui tahu dana desa atau APB Desa yang sumbernya banyak, bukan hanya dana desa itu digunakan untuk apa saja, bagaimana, dan berapa biayanya," kata Mendes.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Desa dan PDTT, Ketua KPK, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Dirjen Pemdes Kementerian Dalam Negeri, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Gubernur Lampung, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur NTB, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur Bali, Gubernur Sulawesi Selatan beserta Forkopimda, bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan.

Hadir mendampingi Gubernur Jatim Inspektur Provinsi Jatim, Kepala Bapenda Provinsi Jatim, Kepala. BPSDM Provinsi Jatim, dan Kepala. DPMD Provinsi Jatim.


Sumber : Vokal online /  Editor : Fitri

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Politik

Prabowo Diminta Akhiri Kebrutalan Demokrasi Liberal

Sabtu, 03 Januari 2026 - 23:29:47 WIB
Politik

Optimisme Masyarakat ke Purbaya Munculkan Fenomena Makan Tabungan

Jumat, 26 Desember 2025 - 23:10:59 WIB
Politik

Purbaya Puji Perbaikan Bea Cukai, Meski Sempat “Perlu Digebuk Dikit"

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:32:08 WIB
Politik

Pelepasan 1,6 Juta Hektar Hutan Era Zulhas Bukan Izin Sawit, tapi Tata Ruang

Sabtu, 06 Desember 2025 - 20:59:02 WIB
Politik

Prabowo-Gibran Hadir di HUT ke-61 Golkar

Jumat, 05 Desember 2025 - 22:44:51 WIB
Politik

Purbaya Tepis Keras Kabar Bersitegang dengan DPR Soal Pajak Baru

Selasa, 02 Desember 2025 - 15:11:09 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
    Dibaca: 233 Kali
  • 02
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 420 Kali
  • 03
    PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
    Dibaca: 225 Kali
  • 04
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 317 Kali
  • 05
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 351 Kali
  • 06
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 340 Kali
  • 07
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 378 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id