• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 01 Oktober 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Ekonomi

Soal Industri Sawit, Eropa Diminta Jangan Hanya Berkutat di Isu Deforestasi

MD Yasir

Ahad, 22 Mei 2022 15:25:00 WIB
Cetak
Soal Industri Sawit, Eropa Diminta Jangan Hanya Berkutat di Isu Deforestasi

KUALA LUMPUR -  Dirjen Dewan Minyak Sawit Malaysia MPOB, Datuk Dr Ahmad Parveez Ghulam Kadir mendesak Uni Eropa (UE) untuk tidak hanya berfokus pada isu deforestasi tetapi juga melihat upaya lain telah dilakukan industri kelapa sawit yang juga perlu diakui, terutama aspek keberlanjutan dan pelestarian cadangan lahan lainnya.

“Sebagai komitmen kami terhadap keberlanjutan, Malaysia telah secara sukarela setuju untuk mengurangi intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 45% pada tahun 2030 dan berfokus pada peningkatan produktivitas dan hasil, daripada perluasan lahan,” katanya pada forum hybrid bertajuk “Perjanjian Perdagangan dan Permintaan Produk”, yang diselenggarakan bersama oleh World Trade Institute yang berbasis di Bern, Swiss, Institut Studi Malaysia dan Internasional (IKMAS UKM), dan MPOB-UKM, seperti di lansir The Edge Markets.
 
Dia mencatat bahwa dengan produksi 3,16 ton per hektar, kelapa sawit hanya memanfaatkan 23,45 juta hektar lahan (digabungkan antara Malaysia dan Indonesia), dibandingkan dengan 0,45 ton produksi minyak kedelai per hektar dari 129,15 juta hektar lahan (gabungan Brasil, Argentina, dan AS), hanya 0,78 ton unntuk minyak kanola dari 32,47 juta hektar lahan (gabungan Tiongkok, Kanada, dan UE) dan 0,76 ton minyak bunga matahari dari 28,1 juta hektar lahan (gabungan UE, Rusia, dan Ukraina).
 
Ahmad Parveez menyatakan secara kolektif, ada hampir empat juta petani kecil kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia, termasuk migran kontrak sementara dari wilayah Asia yang lebih luas. Selama beberapa dekade, industri ini telah membantu mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan.
 
Duta Besar Markus Schlagenhof, kepala divisi perdagangan dunia Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi, mengatakan akan ada beberapa inisiatif yang akan dibuat dan dilaksanakan menyusul janji yang dibuat oleh 143 pemerintah pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) yang diadakan di Glasgow tahun lalu untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya hutan pada tahun 2030. “Kami harus meningkatkan dukungan kami dan terus bekerja sama untuk membuatnya berhasil,” katanya.
 
Negara-negara Asia Tenggara Indonesia, Malaysia dan Thailand merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia. Indonesia dan Malaysia menyumbang hampir 80% dari produksi minyak sawit dunia. Diekspor ke pasar di seluruh dunia, negara-negara Eropa mengimpor sekitar 8,2 juta ton dari Indonesia, Malaysia dan Thailand.
 
Minyak sawit dan turunannya digunakan dalam berbagai macam produk makanan dan konsumen mulai dari biskuit dan coklat hingga sabun dan produk kosmetik. Di Uni Eropa, minyak sawit juga digunakan sebagai bahan bakar nabati untuk sektor transportasi.
 
Namun, tahun-tahun terakhir muncul kritik atas dugaan dampak negatif minyak sawit, yang sering dikaitkan dengan perluasan dan pembukaan lahan, deforestasi, dan satwa liar yang terancam punah.

Sebab itu, World Trade Institute, IKMAS UKM dan ketua wakaf MPOB-UKM bersama-sama menyelenggarakan forum yang mempertemukan regulator, industri, masyarakat sipil dan komunitas ilmiah untuk mencerminkan realitas lapangan — tantangan dan peluang di semua aspek dari perspektif pembangunan berkelanjutan — dan untuk memberikan solusi namun konstruktif untuk bertukar pandangan dan aspirasi. *


Sumber : Infosawit /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Ekonomi

Belajar dari Jurnalis Kompas, 50 UMKM Binaan PT Astra International Tbk Dilatih Membuat Konten Menarik

Rabu, 30 September 2026 - 19:32:00 WIB
Ekonomi

PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Senin, 28 September 2026 - 19:36:44 WIB
Ekonomi

Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur Terdampak Bencana dari Sumatera hingga NTT

Ahad, 23 Agustus 2026 - 12:52:10 WIB
Ekonomi

CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:27:00 WIB
Ekonomi

HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:12:00 WIB
Ekonomi

PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:37:59 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Belajar dari Jurnalis Kompas, 50 UMKM Binaan PT Astra International Tbk Dilatih Membuat Konten Menarik
30 September 2026
Muscab I JMSI Kampar Tetapkan Hj Netty Mindrayani sebagai Ketua
29 September 2026
PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal
28 September 2026
JMSI Riau Gelar UKW 4-6 November 2026, Pendaftaran Dibuka dan Kuota Terbatas
28 September 2026
Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
25 September 2026
Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
23 September 2026
PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
18 September 2026
Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
18 September 2026
Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
17 September 2026
Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
17 September 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
    Dibaca: 272 Kali
  • 02
    Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
    Dibaca: 347 Kali
  • 03
    PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
    Dibaca: 527 Kali
  • 04
    Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
    Dibaca: 1e3 Kali
  • 05
    Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
    Dibaca: 522 Kali
  • 06
    Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
    Dibaca: 570 Kali
  • 07
    UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
    Dibaca: 534 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id