• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 02 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Puan Maharani Ungkap Arti Slogan Kepak Sayap Kebinekaan

MD Yasir

Kamis, 24 Maret 2022 08:24:09 WIB
Cetak
Puan Maharani Ungkap Arti Slogan Kepak Sayap Kebinekaan
Foto : Istimewa

JAKARTA  - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengungkap makna dari slogan 'Kepak Sayap Kebinekaan' yang terpampang di sejumlah baliho.

Puan menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia beragam, namun harus tetap bisa gotong royong dan toleransi. Hal itu mengacu pada semboyan Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya, 'Kepak Sayap Kebinekaan' adalah analogi dari semangat tersebut.

"Itu yang ingin saya sampaikan kenapa kepak sayap kebinekaan. Karena dalam menjalankan apa apa itu kita harus gotong royong. Enggak bisa burung itu terbang kalau sayapnya satu," kata Puan, Selasa (22/3).

"Jadi dua kepak sayap lah, dua kepakan sayap burung itu yang kemudian menjadi analogi yang mungkin enggak pas sih. Cuman intinya itu kalau berjalan, seiring sejalan terus kemudian bergotong. Dengan kebinekaan-nya kita tuh satu bangsa. begitu," imbuhnya.

Puan mengklaim baliho Kepak Sayap Kebinekaan bukan untuk mempromosikan dirinya sebagai calon presiden atau wakil presiden. Ia mengaku tak pernah menginstruksikan para kader maupun relawan untuk memasang baliho.

Ketua DPR itu mengatakan baliho tersebut dipasang oleh para relawan. Ia menyebut pemasangan baliho ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus harapan terhadapnya.

"Enggak [menginstruksikan]. Ya kan enggak ada itu. Kalau kemudian mereka mempunyai niat, kemudian mempunyai pernyataan pasang pasang masa saya bilang enggak boleh," ucapnya.

Menurut Puan, maraknya baliho Kepak Sayap Kebinekaan sah-sah saja. Selain itu, pemasangan baliho juga merupakan hak setiap orang.

"Itu hak, sah-sah saja. Semua orang pasang kok. Tapi begitu Puan Maharani kok ribut. Kenapa ya? Itu persepsinya, itu yang mau bicara karena apa sebagai apa, ya monggo-monggo saja," ucap dia.

"Dan saya juga melihat banyak juga foto-foto di billboard itu dipasang oleh relawan yang alhamdulilah mendukung atau mungkin mempunyai harapan," imbuhnya.

Baliho, spanduk hingga billboard bergambar wajah Puan Maharani terpampang di berbagai daerah. Isi tulisan dalam baliho tersebut bermacam-macam, salah satunya adalah "Kepak Sayap Kebinekaan".

Spanduk Puan bahkan sempat terpasang di lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Desember 2021 lalu.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus meminta Ketua DPR Puan Maharani angkat suara dan meminta maaf terkait itu.

Sementara itu, Hasil survei Indikator Politik Indonesia mencatat elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai calon presiden atau capres di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menurun meski baliho "Kepak Sayap Kebhinnekaan" disebar di sejumlah daerah dan viral di media sosial.*


Sumber : cnn /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

Didukung Alumni Se-Indonesia, Andar Amin Harahap Pimpin IKA SMAN 2 PSP

Senin, 27 April 2026 - 10:42:52 WIB
Nasional

Sebanyak 70 Calon Anggota Mendaftar, Rianto SH, MH Curi Perhatian di Seleksi Komisi Informasi Sumut 2026

Rabu, 22 April 2026 - 22:44:29 WIB
Nasional

3 Tahun Penembakan Tokoh Pers Rahimandani Tak Terungkap, Ketum JMSI: Ini Luka Demokrasi

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:09:08 WIB
Nasional

HUT ke-6 JMSI, Dewan Pers Respons Positif Usulan Perluasan Perlindungan HAM bagi Insan Pers

Ahad, 08 Februari 2026 - 21:32:11 WIB
Nasional

Percepatan PSR Digenjot, BPDP Gandeng 42 Kelembagaan Pekebun di 11 Provinsi

Sabtu, 07 Februari 2026 - 20:08:06 WIB
Nasional

BPJS Kesehatan Genjot Deteksi Dini, Skrining Dinilai Tekan Pembiayaan Penyakit Kronis

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:15:11 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
27 Juni 2026
PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
27 Juni 2026
Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
26 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 319 Kali
  • 02
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 205 Kali
  • 03
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 248 Kali
  • 04
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 267 Kali
  • 05
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 298 Kali
  • 06
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 287 Kali
  • 07
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 615 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id