• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Ahad, 04 Oktober 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pendidikan

Kebijakan Pendidikan Kita Jalan di Tempat?

Novi Rahmadani

Ahad, 23 November 2025 22:03:59 WIB
Cetak
Kebijakan Pendidikan Kita Jalan di Tempat?

Jakarta, BeritaOne.Id - SATIRE paling masyhur di bidang pendidikan yang akrab di telinga kita adalah, “ganti menteri, ganti kurikulum”. Dengan begitu di setiap pergantian kepemimpinan, akan disertai berbagai gelombang istilah baru. Problem mendasarnya tetap sama, ukuran kualitas dan kesenjangan akses pendidikan terus terjadi, seolah tanpa koreksi.

Sesungguhnya konsep perubahan itu terjadi para formula kebijakan dirumuskan dan diputuskan. Pada kacamata analisis kebijakan pendidikan, rentang perangkapnya berada di dua kutub ekstrem, antara perubahan yang terlalu hati-hati atau eksperimen radikal tak membumi.

Salah satu persoalan dalam kerangka birokrasi kita, sebagaimana disebut Charles aqq2 mengenai model inkremental atau The Sciencezs of Muddling Through. Pada argumentasinya, Lindblom (1959) menyoal tentang situasi yang kompleks yang membuat pengambil kebijakan bertendensi hanya melakukan perubahan kecil -inkremental, dari kebijakan sebelumnya, bertujuan untuk menjaga stabilitas dan menghindari konflik politik.

Potensi resistensi akan selalu berjalan beriringan dengan semua pilihan kebijakan. Sebagaimana halnya mengenai pengelolaan format pelatihan guru, yang dari tahun ke tahun bentuk perubahan yang terjadi bersifat administratif, berubah nomenklatur, nama program dan aplikasi dan belum menyentuh lapis masalah terdalam secara komprehensif.

Berbagai upaya pelatihan guru kerap terjadi secara diskrit, sehingga perlu dioptimalkan guna mendongkrak mutu pembelajaran. Pemangku kebijakan kerap mengambil pilihan kebijakan dengan model inkremental, dalam upaya memainkan peran untuk melestarikan status quo.

Sesungguhnya fenomena tersebut dapat dijelaskan menggunakan Advocacy Coalition Framework yang diperkenalkan Sabatier, Jenkins-Smith (1993), dinyatakan bahwa kebijakan bukan sekadar produk teknis, melainkan arena pertarungan antar koalisi yang memiliki perbedaan dalam prinsip serta perspektif.

Analisis di kasus Zonasi PPDB sebelum kemudian diubah menjadi SPMB, menyiratkan seakan terjadi konflik antara kelompok koalisi pro pemerataan diwakili pemerintah dan akademisi progresif -yang meyakini pendidikan adalah hak asasi yang harus setara, di sisi lain berhadapan dengan koalisi meritokrasi dengan representasi orang tua kelas menengah beserta sekolah favorit -yang meyakini prestasi akademis harus dihargai dengan akses eksklusif.

Perdebatannya saat itu tidak kunjung usai, juga dipicu karena kegagalan pemerintah dalam mengelola konflik antar nilai tersebut, sehingga terkesan “gonta-ganti” sistem penerimaan murid baru lebih karena tendensi desakan politik, bukan karena evaluasi objektif.

Secara ideal, William N. Dunn (2017) menjelaskan bahwa analisis kebijakan haruslah menghasilkan informasi yang valid untuk memecahkan masalah, disini letak budaya Evidence-Based Policy.

Sementara itu, pada tingkat praktik lapangan sering terbalik menjadi Policy-Based Evidence, di mana suatu kebijakan diputuskan dulu berdasarkan intuisi atau janji kampanye, baru kemudian dicari data yang mendukung.

Kasus yang penting disorot sebagai pembelajaran, menyoal distribusi chromebook mas Menteri di era sebelumnya. Apakah kebijakan tersebut dirancang dengan melihat problematika riil yang ada sejak awal, lebih dari sekadar proyek anggaran? Biarkan ruang pengadilan yang bekerja menentukan putusannya.

Bingkai pertanyaan pentingnya, lalu bagaimana solusinya? Jelas tidak bisa berharap terus pada mekanisme kebijakan tambal sulam -inkremental, meski juga tidak boleh serampangan dalam merombak sistem tanpa data sahih yang tersedia.

Skema jalan tengah yang ditawarkan Amitai Etzioni (1967) sebagai model Mixed Scanning atau pengamatan campuran dapat menjadi jembatan penting. Pada pola pengambilan kebijakan jenis ini dipergunakan dua lensa secara bersamaan.

Diperlukan lensa lebar yang menjangkau visi strategis jangka panjang yang fundamental, seperti Peta Jalan Pendidikan 2045. Dilengkapi dengan lensa zoom
Jelas tidak ada jalan yang mudah, tetapi patut dicoba. Keberadaan mimpi besar dan fleksibilitas teknis harus dibangun dalam keseimbangan. Kebijakan pendidikan perlu dikembalikan pada khittah sebagai ilmu memecahkan masalah -problem solving, bukan panggung pencitraan.

Sektor pendidikan nasional membutuhkan analisis rasional berbasis bukti, serta memiliki kepekaan pada dinamika sosial, agar dapat mulai berlari mengejar ketertinggalan.

Satu hal yang pasti, era kepemimpinan baru membawa serta harapan serta kepercayaan yang tinggi akan kebaikan, dan dengan modalitas sosial yang dimiliki tersebut, maka kebijakan pendidikan sudah pasti bukan tentang ilmu menunggu, melainkan seni bertindak. Bergerak! **BrOne-09


Sumber : Rmol Com /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pendidikan

Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis, Ditinjau dari Teori Pedagogi

Selasa, 09 Juni 2026 - 19:34:14 WIB
Pendidikan

Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat Rampung pada 2029

Senin, 12 Januari 2026 - 17:53:43 WIB
Pendidikan

Sekolah di Sumut dan Sumbar Pulih 90 Persen, Aceh Menyusul

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:54:29 WIB
Pendidikan

SDN 023 Beligan Rayakan Hari Guru ke-80 dengan Meriah, Kepsek Beri Apresiasi dan Hadiah untuk Guru

Rabu, 26 November 2025 - 11:27:04 WIB
Pendidikan

Ribuan Pelajar di Jakarta Dilibatkan Jadi Duta Ketertiban

Kamis, 13 November 2025 - 14:55:12 WIB
Pendidikan

Mendikdasmen Soroti Maraknya Siswa Merokok di Sekolah

Rabu, 22 Oktober 2025 - 21:01:41 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Panen Jagung Pipil Hibrida 800 Kg
03 Oktober 2026
Hari Kesaktian Pancasila 2026, Polres Inhu Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian
01 Oktober 2026
Storytelling Bahasa Inggris Warnai Pengukuhan SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru
01 Oktober 2026
Belajar dari Jurnalis Kompas, 50 UMKM Binaan PT Astra International Tbk Dilatih Membuat Konten Menarik
30 September 2026
Muscab I JMSI Kampar Tetapkan Hj Netty Mindrayani sebagai Ketua
29 September 2026
PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal
28 September 2026
JMSI Riau Gelar UKW 4-6 November 2026, Pendaftaran Dibuka dan Kuota Terbatas
28 September 2026
Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
25 September 2026
Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
23 September 2026
PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
18 September 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Hari Kesaktian Pancasila 2026, Polres Inhu Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian
    Dibaca: 267 Kali
  • 02
    Belajar dari Jurnalis Kompas, 50 UMKM Binaan PT Astra International Tbk Dilatih Membuat Konten Menarik
    Dibaca: 221 Kali
  • 03
    Muscab I JMSI Kampar Tetapkan Hj Netty Mindrayani sebagai Ketua
    Dibaca: 248 Kali
  • 04
    PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal
    Dibaca: 315 Kali
  • 05
    JMSI Riau Gelar UKW 4-6 November 2026, Pendaftaran Dibuka dan Kuota Terbatas
    Dibaca: 284 Kali
  • 06
    Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
    Dibaca: 379 Kali
  • 07
    Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
    Dibaca: 447 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id