• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 02 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah

Konflik Lahan Sawit

AMUK Bersama Petani Geruduk Kantor Bupati Inhu, Hendrizal: Saya Hadir ni Tidak Tidur

Fitri Aisah

Senin, 11 Agustus 2025 17:04:55 WIB
Cetak
AMUK Bersama Petani Geruduk Kantor Bupati Inhu, Hendrizal: Saya Hadir ni Tidak Tidur
Ratusan petani dari Desa Sungai Raya dan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, kembali turun ke jalan pada Senin (11/8/2025).

Inhu, BeritaOne.id – Ratusan petani dari Desa Sungai Raya dan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, kembali turun ke jalan pada Senin (11/8/2025). Mereka menggelar aksi di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN)/ATR Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk mendesak PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) menghentikan kriminalisasi terhadap petani. Aksi kemudian berlanjut di depan Kantor Bupati Inhu.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) Inhu membawa sejumlah spanduk berisi kecaman terkait konflik lahan yang mereka hadapi. Salah satu spanduk bertuliskan, "Bupati Inhu tidur, Wakil Bupati tidur, Sekda tidur, Tapem Setda tidur, karena kenyang bersama mafia DH".

Ketua AMUK Inhu, Andi Irawan, dalam orasinya menegaskan pihaknya menuntut penyelesaian batas kecamatan dan desa di wilayah Rengat dan Rengat Barat dilakukan secara transparan. "Pengambilan titik koordinat harus dibuatkan berita acara langsung di lokasi," ujarnya.

Usai menyampaikan aspirasi, massa diapresiasi oleh Wakil Bupati Inhu, Hendrizal, yang hadir langsung menemui para petani. Ia menegaskan bahwa Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, telah memerintahkan pembentukan tim penyelesaian sengketa dalam waktu dua hari.

"Bupati sudah menginstruksikan agar tim segera dibentuk. Jadi jangan bilang kami tidur. Saya wakil bupati ada di sini, saya datang menemui bapak-ibu," tegas Hendrizal sambil menanggapi spanduk yang menyebut bupati dan wakil bupati ‘tidur’.

Dalam kesempatan itu, Hendrizal membacakan enam poin tuntutan AMUK dan menjelaskan mekanisme penyelesaiannya:

Tuntutan pertama, meminta Pemda Inhu menetapkan tapal batas Kecamatan Rengat dan Rengat Barat sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 1995 tentang tentang Pembentukan 13 (Tiga Belas) Kecamatan Di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu Dan Kampar Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Riau. "Nanti Tapem selesaikan," kata Hendrizal.

Tuntutan kedua, Menghentikan kriminalisasi terhadap petani. Kami bukan penyerobot atau perambah liar. Kami adalah warga negara yang menggantungkan hidup dari tanah dan telah merawatnya jauh sebelum perusahaan memperoleh izin. Negara hendaknya melindungi rakyat yang lemah seperti diamanatkan UUD 1945 serta memastikan bahwa hak atas tanah digunakan untuk kepentingan bersama. "Tuntutan kedua ini nanti diselesaikan oleh Pemkab Inhu," kata Hendrizal.

Kemudian tuntutan ketiga, mengakui dan melindungi hak masyarakat atas lahan. Kami memohon agar SKT dan bukti penggarapan turun-temurun kami diakui sebagai dasar hukum untuk memperoleh hak atas tanah. Kerena setiap warga negara berhak memperoleh lahan untuk kehidupannya. Kami juga mendukung program reforma agraria untuk pemerataan penguasaan tanah. "Ini penyelesaiannya di BPN," kata Hendrizal.

Tuntutan keempat, Mengedepankan penyelesaian berbasis keadilan agrarian dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama. Proses mediasi harus melibatkan petani, pemerintah daerah, kementerian terkait secara adil. Resolusi konflik harus menjamin bahwa tanah dikelola sesuai fungsi sosialnya dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. "Ini penyelesaiannya BPN lagi," kata Hendrizal.

Tuntutan kelima, Adanya dugaan pelanggaran undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum notaris dengan modus pemalsuan keterangan dalam suatu akta otentik dengan maksud untuk memakai dan atau menyuruh orang lain untuk memakai dan atau menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran. "Kalian buktikan saja sendiri," kata Hendrizal.

Tuntutan keenam, Segera membentuk tim penyelesaian sengketa sebagaimana ketentuan perundang-undangan dan sejalan rekomendasi DPRD Inhu tertanggal 25 April 2025. "Berapa hari ini pak Kabag Tapem, bentuk tim ini," kata Hendrizal seraya bertanya dan menyepakati dua hari.

Diakhir tanggapan Wabup Hendrizal, juga mengimbau petani untuk tidak menghalangi tim Pemda Inhu yang akan melakukan pengukuran batas Kecamatan dan desa terkait tuntutan masyarakat.

Konflik Lahan Puluhan Tahun

Konflik lahan di Desa Sungai Raya dan Sekip Hilir sudah berlangsung sejak 1994. Warga menggarap lahan secara turun-temurun dengan SKT yang dikeluarkan pemerintah desa. Berdasarkan UUPA, hak atas tanah memiliki fungsi sosial dan harus digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Masalah mencuat ketika pada tahun 2000, Kementerian Kehutanan dan Perkebunan mengeluarkan SK pelepasan kawasan hutan Paya Rumbai untuk PT Alam Sari Lestari (ASL). Dalam HGU yang terbit pada 2007, nama Desa Sungai Raya dan Sekip Hilir tidak tercantum. Padahal warga tidak pernah menyerahkan tanah tersebut.

Surat Kementerian ATR/BPN RI tahun 2012 menegaskan bahwa HGU PT ASL tidak berada di wilayah Sungai Raya. Bahkan Kanwil BPN Riau sempat menyatakan HGU tersebut sebagai tanah terlantar.

Pada 2023, PT ASL dinyatakan pailit dan HGU dilelang, dimenangkan oleh PT Sinar Belilas Perkasa. Namun, alih-alih menyelesaikan hak warga, perusahaan baru justru melaporkan petani ke Polda Riau dengan tuduhan penyerobotan lahan dan pemalsuan dokumen. Sejumlah petani bahkan ditahan hingga 35 hari.

"Kami tidak menyerobot tanah. Kami mempertahankan lahan yang sudah puluhan tahun kami kelola. Ini sumber hidup kami," tegas perwakilan petani.

Terungkap juga dalam pertemuan petani Sungai Raya dan Sekip Hilir bahwa, Dirjen 7 kementrian ATR BPN pusat memerintahkan dalam gelar perkara, agar kanta BPN INHU menghadirkan peta desa sungai raya tahun 2007, gayung bersambut AMUK menggelar demonstrasi di kanta Inhu 11 Agustus 2025. **


 Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif

Rabu, 01 Juli 2026 - 22:10:45 WIB
Daerah

Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:54:31 WIB
Daerah

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:25:20 WIB
Daerah

PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:56:57 WIB
Daerah

DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan

Ahad, 28 Juni 2026 - 09:19:06 WIB
Daerah

Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:07:50 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
27 Juni 2026
PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
27 Juni 2026
Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
26 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 321 Kali
  • 02
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 206 Kali
  • 03
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 250 Kali
  • 04
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 268 Kali
  • 05
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 299 Kali
  • 06
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 288 Kali
  • 07
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 617 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id