• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah

Pemimpin yang Tertukar

Fitri Aisah

Kamis, 05 Juni 2025 18:43:26 WIB
Cetak
Pemimpin yang Tertukar
Sayed Abubakar Asseggaff

Oleh : Sayed Abubakar Asseggaff

DALAM riuh rendah panggung politik lokal, terkadang sejarah mempermainkan takdir. Ia meletakkan mahkota di kepala yang tak siap, dan menunda tahta bagi mereka yang sepenuh jiwa mencintai rakyatnya. Inilah kisah dua wajah kepemimpinan di bumi Lancang Kuning: antara Agung Nugroho di Kota Pekanbaru, dan Abdul Wahid di Provinsi Riau. Dua nama, dua jabatan, namun dengan arah dan rasa yang bertolak belakang. Bagaikan sebuah kisah tentang pemimpin yang tertukar.

Agung Nugroho: Bekerja dalam Diam, Berdampak Nyata

Agung Nugroho hadir bukan sekadar sebagai pejabat administratif, tetapi sebagai pelayan rakyat sejati. Ia tidak memilih jalan gemerlap pencitraan, melainkan menapaki lorong-lorong sempit tempat masalah rakyat bersembunyi. Dari persoalan banjir, kemacetan, hingga pelayanan publik yang lamban. Dia tidak bersembunyi di balik meja kerja, melainkan terjun langsung, membuka dialog, menyusun strategi, dan melobi kementerian agar Pekanbaru tidak sekadar menjadi ibukota administratif, tetapi pusat harapan masyarakat.

Langkahnya konkret: mendorong digitalisasi layanan, mengajak DPRD bersinergi, membuka ruang diskusi lintas sektor. Ia hadir bukan hanya saat kamera menyala, tapi juga ketika jeritan rakyat bergema. Ketika badai defisit melanda, ia tidak mencari alasan, tetapi menata solusi.

Jika Jawa Barat punya Dedi Mulyadi dikenal karena empati, keberanian, dan gaya kepemimpinan yang membumi maka Riau memiliki Agung Nugroho, yang menjadikan keluhan rakyat sebagai kompas kebijakan.

Abdul Wahid: Ketika Kepemimpinan Menjadi Panggung

Sebaliknya, Gubernur Riau Abdul Wahid tampak melangkah di jalur yang berbeda. Dalam bayang-bayang defisit anggaran Rp3,5 triliun, masyarakat menunggu ketegasan, langkah strategis, dan keberanian memimpin. Namun yang tampak justru parade gambar, unggahan video seremonial, dan potret bersama pejabat pusat.

Ia tampak lebih sibuk mengatur pencahayaan panggung birokrasi ketimbang memperbaiki pondasi pelayanan publik. Masalah ekonomi stagnan, birokrasi tak bergerak, serba bingung dan ketakutan, ketimpangan pembangunan terus menganga. Di tengah semua itu, Gubernur Wahid lebih sering terlihat mematut-matut jas dan dasi, bukan menyingsingkan lengan baju.

Rakyat yang butuh pemimpin, justru disuguhkan selebritas dadakan dalam dunia birokrasi. Simbol menggantikan substansi, dan citra lebih penting dari kinerja.

Sibuk Mengeluh, Bukan Mencari Jalan

Sejak awal masa jabatannya, Abdul Wahid lebih sering terdengar mengeluh: pusing, lelah, bingung. Ia menjadikan beratnya tugas sebagai dalih untuk stagnan. Ia menyebut warisan masalah, tetapi tak pernah sungguh-sungguh menciptakan babak baru.

Padahal kepemimpinan bukan tentang siapa yang salah, tetapi tentang apa yang bisa diperbaiki hari ini. Rakyat tidak menuntut kesempurnaan, hanya kehadiran nyata dan keberanian melangkah.

Filsuf Timur berkata: “Orang kuat bukan yang tak pernah lelah, tapi yang tetap melangkah meski hatinya penuh luka.” Namun Wahid menjadikan luka sebagai alasan berhenti. Ia berputar-putar dalam labirin retorika, tanpa peta keluar.

Ia bukan mata air solusi, melainkan menjadi bagian dari genangan masalah. Kepemimpinannya bagaikan daun kering yang ikut melayang dalam angin birokrasi bergerak, tapi tanpa kendali.

Antara yang Ada dan yang Hadir

Kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa banyak kamera mengabadikanmu, tetapi dari berapa banyak rakyat yang merasa kehadiranmu berarti. Agung Nugroho menunjukkan hal itu: diam tapi berdampak, sederhana namun menyelesaikan.

Sementara itu, Abdul Wahid tampak seperti bayang-bayang besar yang kosong. Jejaknya tertinggal hanya dalam bentuk dokumentasi, bukan dalam perbaikan kebijakan.

Riau Butuh yang Membumi, Bukan yang Mengambang

Riau tak butuh pemimpin yang hanya mampu mengelola narasi. Riau butuh pemimpin yang berani kotor tangan, siap menghadapi kenyataan, dan tak segan menabrak zona nyaman demi kepentingan rakyat.

Hari ini, kita sedang menyaksikan pertukaran takdir dalam kepemimpinan: ketika yang siap memimpin justru bekerja di pinggiran, sementara yang duduk di tampuk kekuasaan tampak tak siap, bahkan terkesan enggan.

Namun sejarah masih terbuka. Dan dalam demokrasi, penyesalan selalu bisa ditebus. Asalkan rakyat tahu, dan memilih: mana pemimpin yang sekadar berfoto, dan mana yang berjalan di tengah rakyat dengan sepatu yang berlumpur.

Karena kelak, akan datang hari ketika suara rakyat lebih nyaring dari tepuk tangan panggung.

Ketika pemimpin tak lagi dipilih karena pamflet dan kamera,

Tetapi karena jejaknya terasa di dada rakyat yang lama menahan sesak.***


 Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:28:34 WIB
Daerah

Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:34:56 WIB
Daerah

Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:12:28 WIB
Daerah

Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:16:14 WIB
Daerah

Dodi Irawan dan Iskandar Zulkarnain Bawa Pesan Budaya Lewat Puisi “Laksamana Riau”

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:37:08 WIB
Daerah

Wacana Kota Rumbai Kembali Mencuat, Spanduk “Selamat Datang di Kota Rumbai” Terpampang di Jembatan Siak IV

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 11:46:55 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
16 Agustus 2026
PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
16 Agustus 2026
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
14 Agustus 2026
Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
13 Agustus 2026
Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
12 Agustus 2026
54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
12 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
12 Agustus 2026
Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
12 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 295 Kali
  • 02
    PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
    Dibaca: 205 Kali
  • 03
    Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
    Dibaca: 215 Kali
  • 04
    Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
    Dibaca: 265 Kali
  • 05
    Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
    Dibaca: 981 Kali
  • 06
    54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
    Dibaca: 233 Kali
  • 07
    Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
    Dibaca: 289 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id