• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 03 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah

Pemimpin yang Tertukar

Fitri Aisah

Kamis, 05 Juni 2025 18:43:26 WIB
Cetak
Pemimpin yang Tertukar
Sayed Abubakar Asseggaff

Oleh : Sayed Abubakar Asseggaff

DALAM riuh rendah panggung politik lokal, terkadang sejarah mempermainkan takdir. Ia meletakkan mahkota di kepala yang tak siap, dan menunda tahta bagi mereka yang sepenuh jiwa mencintai rakyatnya. Inilah kisah dua wajah kepemimpinan di bumi Lancang Kuning: antara Agung Nugroho di Kota Pekanbaru, dan Abdul Wahid di Provinsi Riau. Dua nama, dua jabatan, namun dengan arah dan rasa yang bertolak belakang. Bagaikan sebuah kisah tentang pemimpin yang tertukar.

Agung Nugroho: Bekerja dalam Diam, Berdampak Nyata

Agung Nugroho hadir bukan sekadar sebagai pejabat administratif, tetapi sebagai pelayan rakyat sejati. Ia tidak memilih jalan gemerlap pencitraan, melainkan menapaki lorong-lorong sempit tempat masalah rakyat bersembunyi. Dari persoalan banjir, kemacetan, hingga pelayanan publik yang lamban. Dia tidak bersembunyi di balik meja kerja, melainkan terjun langsung, membuka dialog, menyusun strategi, dan melobi kementerian agar Pekanbaru tidak sekadar menjadi ibukota administratif, tetapi pusat harapan masyarakat.

Langkahnya konkret: mendorong digitalisasi layanan, mengajak DPRD bersinergi, membuka ruang diskusi lintas sektor. Ia hadir bukan hanya saat kamera menyala, tapi juga ketika jeritan rakyat bergema. Ketika badai defisit melanda, ia tidak mencari alasan, tetapi menata solusi.

Jika Jawa Barat punya Dedi Mulyadi dikenal karena empati, keberanian, dan gaya kepemimpinan yang membumi maka Riau memiliki Agung Nugroho, yang menjadikan keluhan rakyat sebagai kompas kebijakan.

Abdul Wahid: Ketika Kepemimpinan Menjadi Panggung

Sebaliknya, Gubernur Riau Abdul Wahid tampak melangkah di jalur yang berbeda. Dalam bayang-bayang defisit anggaran Rp3,5 triliun, masyarakat menunggu ketegasan, langkah strategis, dan keberanian memimpin. Namun yang tampak justru parade gambar, unggahan video seremonial, dan potret bersama pejabat pusat.

Ia tampak lebih sibuk mengatur pencahayaan panggung birokrasi ketimbang memperbaiki pondasi pelayanan publik. Masalah ekonomi stagnan, birokrasi tak bergerak, serba bingung dan ketakutan, ketimpangan pembangunan terus menganga. Di tengah semua itu, Gubernur Wahid lebih sering terlihat mematut-matut jas dan dasi, bukan menyingsingkan lengan baju.

Rakyat yang butuh pemimpin, justru disuguhkan selebritas dadakan dalam dunia birokrasi. Simbol menggantikan substansi, dan citra lebih penting dari kinerja.

Sibuk Mengeluh, Bukan Mencari Jalan

Sejak awal masa jabatannya, Abdul Wahid lebih sering terdengar mengeluh: pusing, lelah, bingung. Ia menjadikan beratnya tugas sebagai dalih untuk stagnan. Ia menyebut warisan masalah, tetapi tak pernah sungguh-sungguh menciptakan babak baru.

Padahal kepemimpinan bukan tentang siapa yang salah, tetapi tentang apa yang bisa diperbaiki hari ini. Rakyat tidak menuntut kesempurnaan, hanya kehadiran nyata dan keberanian melangkah.

Filsuf Timur berkata: “Orang kuat bukan yang tak pernah lelah, tapi yang tetap melangkah meski hatinya penuh luka.” Namun Wahid menjadikan luka sebagai alasan berhenti. Ia berputar-putar dalam labirin retorika, tanpa peta keluar.

Ia bukan mata air solusi, melainkan menjadi bagian dari genangan masalah. Kepemimpinannya bagaikan daun kering yang ikut melayang dalam angin birokrasi bergerak, tapi tanpa kendali.

Antara yang Ada dan yang Hadir

Kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa banyak kamera mengabadikanmu, tetapi dari berapa banyak rakyat yang merasa kehadiranmu berarti. Agung Nugroho menunjukkan hal itu: diam tapi berdampak, sederhana namun menyelesaikan.

Sementara itu, Abdul Wahid tampak seperti bayang-bayang besar yang kosong. Jejaknya tertinggal hanya dalam bentuk dokumentasi, bukan dalam perbaikan kebijakan.

Riau Butuh yang Membumi, Bukan yang Mengambang

Riau tak butuh pemimpin yang hanya mampu mengelola narasi. Riau butuh pemimpin yang berani kotor tangan, siap menghadapi kenyataan, dan tak segan menabrak zona nyaman demi kepentingan rakyat.

Hari ini, kita sedang menyaksikan pertukaran takdir dalam kepemimpinan: ketika yang siap memimpin justru bekerja di pinggiran, sementara yang duduk di tampuk kekuasaan tampak tak siap, bahkan terkesan enggan.

Namun sejarah masih terbuka. Dan dalam demokrasi, penyesalan selalu bisa ditebus. Asalkan rakyat tahu, dan memilih: mana pemimpin yang sekadar berfoto, dan mana yang berjalan di tengah rakyat dengan sepatu yang berlumpur.

Karena kelak, akan datang hari ketika suara rakyat lebih nyaring dari tepuk tangan panggung.

Ketika pemimpin tak lagi dipilih karena pamflet dan kamera,

Tetapi karena jejaknya terasa di dada rakyat yang lama menahan sesak.***


 Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu

Kamis, 02 Juli 2026 - 13:18:51 WIB
Daerah

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif

Rabu, 01 Juli 2026 - 22:10:45 WIB
Daerah

Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:54:31 WIB
Daerah

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:25:20 WIB
Daerah

PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:56:57 WIB
Daerah

DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan

Ahad, 28 Juni 2026 - 09:19:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 365 Kali
  • 02
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 252 Kali
  • 03
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 294 Kali
  • 04
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 299 Kali
  • 05
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 332 Kali
  • 06
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 319 Kali
  • 07
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 661 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id