• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 03 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pendidikan

Akhirnya, Sekolah Gratis Sepenuhnya

Novi Rahmadani

Rabu, 07 Mei 2025 20:46:35 WIB
Cetak
Akhirnya, Sekolah Gratis Sepenuhnya

Jakarta, BeritaOne.Id - PENDIDIKAN gratis di sekolah swasta akhirnya mau dimulai. Tepatnya: akan diuji coba. Di 40 sekolah. Dan ini pun baru di Jakarta. Di kota dengan APBD Rp80 triliun sekelas negara bagian, yang dipilih empat puluh sekolah saja. Ya, ini seperti mengabarkan bahwa Jakarta akan menanam dua ribu pohon... dimulai dari satu pot di teras Balai Kota. 

Pemprov DKI Jakarta menyebut uji coba sekolah swasta gratis ini akan dimulai pada tahun ajaran 2025-2026. Hebatnya, mereka kumpulkan semua kepala sekolah dulu agar “menyamakan persepsi”. Agaknya, sekolah-sekolah ini butuh pelatihan dulu untuk memahami apa itu “gratis”. Mungkin karena terlalu lama hidup dalam dunia berbayar.

Tapi tunggu dulu, sepertinya ini bukan ide baru yang termasuk janji kampanye pasangan gubernur/wakilnya terpilih. Dunia pesantren sudah melakukannya sejak zaman Bung Karno masih pakai peci. Coba tengok banyak pesantren, antara lain yang fenomenal: Pondok Pesantren Nurul Iman Asriyah di Parung, Bogor.

Dipimpin Ummi Wahidah, semua santrinya yang 20 ribu gratis bersekolah, makan, minum, bahkan kadang gratis jodoh. Iya, betul, jodoh! Kalau DKI bisa kasih itu juga, kami boleh kirim karangan bunga ke Balai Kota. Tentu, banyak lagi pesantren serupa yang sejak ratusan tahun sudah memberi pendidikan gratis di seluruh Nusantara.


Dan, pesantren ini tak mengemis pada APBD, tak menunggu anggaran cair dari Bappeda, apalagi menunggu “perpres” turun dari langit. Mereka hidup dari zakat, hasil wakaf dan usaha produktif. Sementara Jakarta? Butuh 100 hari kerja dan rapat harian untuk berani bilang: “ayo kita coba gratisin sekolah swasta dulu, ya... tapi sedikit aja dulu, jangan kaget.”

Lembaga seperti Dompet Dhuafa, Bazis DKI yang kini jadi Baznas, sudah puluhan tahun memberi beasiswa ke sekolah-sekolah swasta dan madrasah. Mereka gak perlu jumpa pers. Gak perlu spanduk segede bus Transjakarta bertuliskan “Jakarta Cerdas”. Mereka bekerja senyap, dan murid belajar tanpa takut ditagih SPP kayak cicilan motor.

Tentu saja, kita harus tetap mengapresiasi langkah Pemprov DKI ini. Karena memang lebih baik telat daripada tidak. Tapi kalau telatnya sampai segininya, ya harap maklum kalau rakyat khawatir. Yang kami takutkan: ini cuma proyek “pilot”, yang ujung-ujungnya seperti proyek percontohan lainnya—dipamerkan di awal, dilupakan usai ganti pejabat.

Nah, supaya tak dianggap sekadar nyinyir, mari kita intip skema resminya. Dinas Pendidikan bersama DPRD DKI sedang menyiapkan program ini dengan anggaran seharga gedung DPR baru, sekitar Rp2,3 triliun. Uangnya? Bukan tiba-tiba turun dari langit, tapi diambil dari dana KJP (Kartu Jakarta Pintar) yang konon akan dihentikan pencairannya mulai Juli 2025.

Maka terjawab sudah, kenapa baru sekarang. Karena rupanya skema gratis ini lahir dari pengalihan anggaran program lama yang katanya banyak masalah, terutama karena tak tepat sasaran. Artinya: dulu salah bidik, sekarang kita coba bidik ulang. Semoga kali ini gak kena kepala orang.

Ada sekitar 2.090 sekolah swasta yang rencananya akan diajak bergabung. Tapi ingat, dari total 2.844 sekolah swasta di Jakarta, tak semua kebagian. Hanya sekolah-sekolah yang sudah menerima BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan punya “grade” C dan D. Jadi, kalau anak Anda sekolah di tempat ber-AC, ada lift, dan guru-gurunya alumni luar negeri -- jangan berharap ikut program ini. Ini bukan sekolah gratis untuk kaum sultan.

Seorang anggota DPRD DKI Jakarta bahkan sudah menegaskan: “Sekolah gratis yang dimaksud adalah sekolah gratis untuk swasta dengan grade C dan D, bukan sekolah gratis yang mewah atau high class.” Nah, ini baru jujur. Di zaman sekarang, kejujuran seperti ini layak diawetkan dan dipajang di museum, biar anak cucu kita tahu: pernah ada pejabat bicara apa adanya.

Program ini pun diklaim untuk mendukung wajib belajar 12 tahun. Idenya mulia, niatnya luhur. Tapi eksekusinya? Nah, itu yang harus kita kawal. Karena rakyat sudah kenyang dengan program “niat baik, tapi pelaksanaan ambyar”.

Maka kami rakyat ingin bertanya: Kenapa baru sekarang sih? Bukankah anggaran cukup? Ataukah karena baru tahu bahwa di balik kata “gratis” ada doa rakyat miskin? Atau karena baru sadar bahwa angka putus sekolah naik tapi anggaran pendidikan malah diserap untuk pembangunan taman Instagram?

Mari kita doakan semoga ini bukan sekadar program kosmetik memenuhi janji-janji pemilu yang mudah sekali dilupakan atau sekedar jadi pencitraan. Semoga gratis ini benar-benar niat, bukan cuma iklan. Dan kalau bisa, tambahkan juga makan siang. Dan minum. Kalau perlu jodoh juga. Biar setara dengan pesantren. Biar fair. **BrOne-09


Sumber : Rmol Com /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pendidikan

Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis, Ditinjau dari Teori Pedagogi

Selasa, 09 Juni 2026 - 19:34:14 WIB
Pendidikan

Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat Rampung pada 2029

Senin, 12 Januari 2026 - 17:53:43 WIB
Pendidikan

Sekolah di Sumut dan Sumbar Pulih 90 Persen, Aceh Menyusul

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:54:29 WIB
Pendidikan

SDN 023 Beligan Rayakan Hari Guru ke-80 dengan Meriah, Kepsek Beri Apresiasi dan Hadiah untuk Guru

Rabu, 26 November 2025 - 11:27:04 WIB
Pendidikan

Kebijakan Pendidikan Kita Jalan di Tempat?

Ahad, 23 November 2025 - 22:03:59 WIB
Pendidikan

Ribuan Pelajar di Jakarta Dilibatkan Jadi Duta Ketertiban

Kamis, 13 November 2025 - 14:55:12 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 390 Kali
  • 02
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 272 Kali
  • 03
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 314 Kali
  • 04
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 316 Kali
  • 05
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 350 Kali
  • 06
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 340 Kali
  • 07
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 681 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id