• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Internasional

Serang Balik AS Patok Tarif Impor 125%, Xi Jinping Nggak Takut Sama Trump

Fitri Aisah

Sabtu, 12 April 2025 19:59:40 WIB
Cetak
Serang Balik AS Patok Tarif Impor 125%, Xi Jinping Nggak Takut Sama Trump
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

BeritaOne.id - China merespons perang dagang yang dilancarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. China langsung menaikkan tarif impor barang dari AS sebesar 125%.
Keputusan China menaikkan tarif impor 125% diambil setelah Trump mengerek tarif impor untuk China sebesar 145%. Meskipun China mengindikasikan tidak akan menaikkan lagi tarif impor lebih tinggi dari 125%.

"Pemberlakuan tarif yang sangat tinggi secara berturut-turut terhadap China oleh AS menjadi tidak lebih dari sekadar permainan angka, tanpa signifikansi ekonomi yang nyata," kata juru bicara Kementerian Perdagangan China, dilansir dari CNN, Sabtu (12/4/2025).

"Hal itu hanya semakin mengekspos praktik AS yang menjadikan tarif sebagai senjata untuk menindas dan memaksa, sehingga menjadikannya bahan tertawaan," tambah juru bicara tersebut.

Perang dagang antara dua negara adikuasa ekonomi dunia telah menghancurkan pasar internasional dan memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi global. Ketika negara lain berusaha keras untuk bernegosiasi dengan Trump, China tetap teguh menentang apa yang disebutnya sebagai penindasan sepihak oleh AS.

Berbicara kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez di Beijing pada Jumat sebelum pengumuman pungutan baru tersebut, Presiden China Xi Jinping mengatakan tidak ada pemenang dalam perang dagang. Melawan dunia, kata dia, hanya akan menyebabkan isolasi diri.

"Selama lebih dari 70 tahun, pembangunan China bergantung pada kemandirian dan kerja keras, tidak pernah bergantung pada pemberian dari pihak lain, dan tidak takut akan penindasan yang tidak adil," kata Xi seperti dikutip oleh lembaga penyiaran China, CCTV.

Xi Jinping sebelumnya bungkam di depan publik mengenai perang tarif tersebut, tetapi menyampaikan nada menantang dalam pernyataan pertamanya - menegaskan kembali pesan-pesan kekuatan dan ketahanan yang telah disiarkan oleh pejabat-pejabat China dan media pemerintah.

"Terlepas dari bagaimana lingkungan eksternal berubah, China akan tetap percaya diri, tetap fokus, dan berkonsentrasi pada pengelolaan urusannya sendiri dengan baik," tambah dia.

Pada hari Rabu, Trump bergerak untuk memberi seluruh dunia, kecuali China, jeda 90 hari pada tarifnya. Beijing tampaknya mengambil sebagian pujian atas keputusan itu pada hari Jumat.

"Kami telah memperhatikan bahwa, di bawah tekanan dari China dan pihak-pihak lain, AS telah menunda sementara pengenaan tarif timbal balik yang tinggi pada mitra dagang tertentu. Ini hanyalah langkah simbolis dan kecil, tetapi tidak mengubah sifat mendasar penggunaan paksaan perdagangan AS untuk mengejar kepentingannya sendiri," sebut juru bicara Kementerian Perdagangan.**BrOne-05


 Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Internasional

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:27:33 WIB
Internasional

Sah, Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Kamis, 08 Januari 2026 - 22:28:54 WIB
Internasional

130 Anak Sekolah Nigeria Dibebaskan setelah Sebulan Diculik

Senin, 22 Desember 2025 - 15:16:36 WIB
Internasional

Gibran Pamer QRIS hingga MBG di KTT G20 Afrika Selatan

Ahad, 23 November 2025 - 21:19:56 WIB
Internasional

Pemilu Berdarah di Tanzania Telan Korban Jiwa Hingga 700 Orang

Ahad, 02 November 2025 - 11:54:31 WIB
Internasional

Prabowo Tekankan Adaptasi dan Inovasi dalam Kemitraan ASEAN-Jepang

Ahad, 26 Oktober 2025 - 20:14:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
14 Agustus 2026
Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
13 Agustus 2026
Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
12 Agustus 2026
54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
12 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
12 Agustus 2026
Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
12 Agustus 2026
Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
11 Agustus 2026
Kasus Korupsi Rumah Eks Pejuang Timtim Masih Diselidiki, Komisi Kejaksaan Desak Kejati NTT Tuntaskan
11 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
    Dibaca: 208 Kali
  • 02
    Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
    Dibaca: 949 Kali
  • 03
    Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
    Dibaca: 229 Kali
  • 04
    Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
    Dibaca: 234 Kali
  • 05
    Kasus Korupsi Rumah Eks Pejuang Timtim Masih Diselidiki, Komisi Kejaksaan Desak Kejati NTT Tuntaskan
    Dibaca: 226 Kali
  • 06
    Dodi Irawan dan Iskandar Zulkarnain Bawa Pesan Budaya Lewat Puisi “Laksamana Riau”
    Dibaca: 304 Kali
  • 07
    Rawat Jalan dan Kurangi Debu, PT PAS Mitra Agrinas Beri Manfaat bagi Warga Danau Rambai
    Dibaca: 299 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id