• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Rabu, 01 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah
  • Siak

Belajar Otodidak, Petani Ini Sukses Kembangkan Kebun Semangka

MD Yasir

Rabu, 23 Februari 2022 17:29:56 WIB
Cetak
Belajar Otodidak, Petani Ini Sukses Kembangkan Kebun Semangka

KAMPAR, Beritaone.id – Ribuan buah semangka berwarna hijau pekat tersusun di hamparan kebun seluas 3 hektar di Sungai Lipai, Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Buah yang identik dengan musim panas ini sedang menunggu dijemput oleh pemesannya. Sakimin (36), petani sekaligus pemilik kebun tampak sibuk memilah ukuran semangka bersama 15 orang pekerjanya.

“Semangka yang besar ini masuk kategori grade 1 sesuai permintaan penampungnya,” ujarnya sembari menepuk-nepuk semangka dipangkuannya dengan bangga Rabu (23/2/2022)..

Sakimin berhasil memanen semangka sebanyak 40 ton di lahannya sendiri. Sebuah capaian luar biasa awal tahun ini. Dijual seharga Rp4.500 per kilogram, semangka Sakimin banjir peminat hingga ke luar daerah seperti Batam dan Jakarta. Tampaknya soal pemasaran bukan lagi kendala bagi Sakimin karena pesanan sudah datang sebelum panen.

“Semangka saya tanam disesuaikan dengan permintaan, jika pasar menginginkan kulit lebih gelap, bisa diatur lewat pemupukan dengan kandungan tertentu,” katanya.

Seharusnya, menurut Sakimin, ia bisa panen lebih banyak hingga 70 ton. Namun ternyata musim kemarau datang lebih awal dan panen terpaksa dipercepat. Hal ini lantaran menanam semangka membutuhkan banyak air terutama pada fase vegetatif. Buah kaya manfaat ini menyukai kelembaban tinggi dengan curah hujan berkisar 40-55 milimeter per bulan.

Dengan modal Rp45 juta, Sakimin kini bisa meraup untung hingga 4 kali lipat. Namun demikian, besarnya modal ini membuat petani lain kehilangan gairah. Solusi permasalahan ini pernah disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada kegiatan Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF).

Presiden meminta para petani agar tidak berjalan sendirian, akan tetapi membuat kelompok tani (Poktan). Jokowi menilai keberadaan Poktan atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) masih belum cukup. Perlu dibuat kelompok yang lebih besar lagi agar menjadi sebuah kekuatan besar.

Sakimin saat ini merupakan ketua poktan Mekar Tani. Poktan yang dibentuk sejak 2013 ini beranggotakan 15 petani aktif. Setiap anggota poktan memiliki lahan sendiri dan tanaman budidaya. Jenisnya pun bervariasi mulai dari semangka, cabe, melon, pare hingga vanila. Poktan ini juga rutin mengadakan pertemuan bulanan untuk bertukar informasi seputar metode terbaru bidang agrikultur.

Berkat keilmuannya, ternyata Sakimin digelari ‘insinyur pertanian’ oleh petani lainnya. Sakimin bangga bisa menjadi mentor bagi petani lainnya. Bahkan ia juga memodali anak-anak muda yang ingin bertani lewat sistem bagi hasil.

“Sejak umur 13 tahun, saya sudah akrab dengan tanah lumpur pertanian, sejak itu saya belajarnya otodidak, bertanya ke petani lain lalu langsung praktek di lahan sendiri,” kenangnya.

Menggeluti dunia pertanian selama 23 tahun, Sakimin telah mengalami naik turun seperti gagal panen, perubahan iklim dan sebagainya. Ia pun akhirnya sampai pada suatu kesimpulan. Menurutnya, kunci utama dalam bertani adalah formulasi pupuk dan perawatan sesuai karakter tanaman.

Layaknya petani profesional, Sakimin saat ini telah mendapat kontrak pertanian dari sejumlah perusahaan bidang hortikultura. Tugasnya mudah, ia cukup datang untuk monitoring tiga kali sebulan. Tentu saja, dari kontrak ini, Sakimin juga memperoleh penghasilan tambahan.

Kesuksesan Sakimin dan rekan-rekan ternyata bermula dari perkenalan dengan program Community Development (CD) sebuah perusahaan yang ada di desanya, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Saat itu, ia mendengar RAPP memiliki program pertanian. Mereka lalu datang ke kantor desa meminta agar diperkenalkan dengan CD RAPP. Bak gayung bersambut, usulan pendampingan mereka melalui poktan diterima.

“Saya temui kepala desa minta dikenalkan dengan RAPP waktu itu, karena saya dengar koptan binaan RAPP banyak yang sudah berkembang,” kenangnya.
 
Catatan Kementerian Pertanian RI, kendala terbesar yang dihadapi petani umumnya di Indonesia antara lain kelangkaan pupuk dan rendahnya sumber daya manusia.
 
“Kalaupun pupuknya dapat, namun harganya sudah tidak terjangkau dan para petani di sini akhirnya memilih untuk bekerja harian di perkebunan sawit sekitar sini,” tutur Sakimin.
 
Realita ini membuat tujuan peningkatan kesejahteraan petani tidak bisa tercapai. Untuk itu, perlu pendampingan untuk mengurai masalah yang ada. Melalui program agribisnis CD RAPP, anggota poktan diberikan pendampingan seperti pelatihan, bantuan pupuk, perlengkapan hingga manajemen keuangan pertanian. Koordinator Region Kampar-Kuansing, CD RAPP, Hendrik mengatakan program pendampingan pertanian bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pendapatan yang berujung pada kemandirian para petani. “Kita mengajak para petani untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi, lalu mencarikan solusinya bersama-sama,” katanya.

Pada tahun 2021 lalu, ditambahkan Hendrik, sebanyak 75 poktan telah menerima program dampingan dengan komoditi beragam seperti sapi, jambu kristal, karet, hortikultura dan sebagainya. “Jumlah poktan yang kita dampingi tahun ini meningkat dari tahun lalu sebanyak 85 poktan yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan di lima Kabupaten di Riau,” imbuhnya.
 
Selain itu, poktan difasilitasi berjejaring dengan petani lainnya untuk saling berbagi informasi dan pengalaman seputar pertanian. “Contohnya poktan Sepakat Tani Makmur dari Desa Kebun Lado Kuansing, estate Logas melakukan studi banding ke lahan pertanian Sakimin di desa Sungai Lipai, ini salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM poktan binaan,” ujar Hendrik.
 
Program agribisnis ini merupakan komitmen Grup APRIL untuk mendukung tujuan pembangunan keberlanjutan (sustainable development goals) yang tertuang dalam APRIL2030. Komitmen tersebut antara lain kemajuan inklusif, pengurangan angka kemiskinan ekstrim dalam radius 50 kilometer dalam wilayah operasional Grup APRIL. Sakimin merasakan betul manfaat dari pendampingan CD RAPP. Monitoring dan pendampingan oleh tim CD melecut semangat para petani. Kegigihannya mendalami dunia pertanian berbuah manis semanis semangka yang dipanennya. Ia pun kini memiliki sejumlah ruko, kebun dan usaha lainnya. Cita-citanya akan membuka toko pertanian yang menjual pupuk murah dan perlengkapan pertanian untuk membantu sesama petani. Walaupun tidak tamat SD, Sakimin sangat peduli terhadap pendidikan kedua anaknya.

“Mereka harus sekolah sampai tinggi, tapi harapan saya mereka juga mendalami bidang pertanian, "pungkasnya.

 

 


 Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:54:31 WIB
Daerah

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:25:20 WIB
Daerah

PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:56:57 WIB
Daerah

DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan

Ahad, 28 Juni 2026 - 09:19:06 WIB
Daerah

Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:07:50 WIB
Daerah

PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:30:00 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
27 Juni 2026
PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
27 Juni 2026
Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
26 Juni 2026
Pelantikan JMSI Riau 2025-2030 Berlangsung Meriah, 12 Tokoh Terima Penghargaan JMSI Award 2026
26 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 279 Kali
  • 02
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 215 Kali
  • 03
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 242 Kali
  • 04
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 273 Kali
  • 05
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 267 Kali
  • 06
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 586 Kali
  • 07
    Pelantikan JMSI Riau 2025-2030 Berlangsung Meriah, 12 Tokoh Terima Penghargaan JMSI Award 2026
    Dibaca: 341 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id