• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 04 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah
  • Inhu

Profil Desa

Sejarah Desa Pelangko, Dulu Sampai Sekarang Menjadi Kampung Beradat

Handika Karismon

Kamis, 07 November 2024 17:24:43 WIB
Cetak
Sejarah Desa Pelangko, Dulu Sampai Sekarang  Menjadi Kampung Beradat
PJ Kades Pelangko, Zulhanafiah bersama staf dan pengurus Pemdes Pelangko

Inhu, BeritaOne.id  - Desa Pelangko merupakan salah satu desa  yang berada di kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau. Desa yang memiliki bentang luasan 6.814 Ha ini dibagi menjadi 4 dusun dan memiliki ikon Desa yang dikenal dengan Batang Sungai Pelangko.

Menurut cerita, dahulunya kehidupan masyarakat Desa Pelangko tersebut sangat bergantung dengan Batang Sungai Pelangko, dimulai dari keperluan mandi bahkan sampai mencari ikan untuk dikonsumsi dan di jual dimulai dari sungai tersebut. Sebab faktor inilah sungai tersebut dijadikan ikon oleh masyarakat desa setempat.

Pelangko merupakan salah satu desa tua di Kecamatan Kelayang, hal ini bisa kita ketahui dari usia desa yang sudah menginjak 97 tahun. Desa yang memiliki hari jadi pada 17 Desember 1927 tersebut akan bertambah usia pada Desember 2024 mendatang.

Saat ini Desa Pelangko memiliki masyarakat yang cukup banyak, yaitu berjumlah 1.605 jiwa yang terdiri dari 806 berjenis kelamin laki-laki dan 799 jiwa lainnya berjenis kelamin perempuan.

Secara geografis, Desa Pelangko didampingi oleh 4 desa tetangga. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sungai Pasir Putih, Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Pasir Beringin.Sedangkan Sebelah Barat dan Timur, Kelurahan Simpang Kelayang dan Bukit Selanjut mendampinginya.

Desa Bersejarah, Desa Beradat

Asal muasal terjadinya Desa Pelangko awalnya belum dinamakan desa Pelangko. Pada waktu itu masih disebut oleh warga masyarakat dengan nama Pelangko Kampung Baru, Amir Van Kelayang  yang Kerajaan Indragiri sekitar tahun 1915 dizaman Kolonial Belanda.

Pada tahun tersebut, Desa Pelangko masih dinamakan Kampung Pelangko Baru yang berarti Kampung Pelangko berasal dari nama sungai yaitu Sungai Pelangko. Ditahun yang sama, masyarakatnya baru membuka hutan dan menetap sampai dinamakan Kampung Pelangko Baru yang sekarang dikenal dengan Desa Pelangko.

Hutan di sepanjang Sungai Pelangko banyak dijadikan lading padi dan perkebunan karet oleh masyarakat yang sudah menetap.

Seperti umumnya masyarakat zaman dahulu yang masih terpisah atau terpencar di setiap aliran sungai yang dijadikan pemukiman, seperti aliran Sungai Pelangko, Sungai Batang Boe-boe (Sungai sebeberas yang sekarang dikenal sungai beras-beras), Sungai Batang Paku, Sungai Anak Binio, Sungai Sialang Petai Rimba Jalutung, hingga ke Hulu Sungai Binio.

Pada tahun tersebut semua sungai yang disebutkan masih berada di dalam kawasan Desa Pelangko.

Dengan banyaknya tempat tinggal datuk-datuk atau masyarakat adat Desa Pelangko menyebutnya ninik mamak yang dulu memiliki banyak keberagaman tetapi masih bisa saling menghargai dan berkomunikasi dengan baik. 

Atas dasar perbedaan itulah masyarakat dulu Desa Pelangko sudah menerapkan pepatah dibawah bumi dipijak disitulah langit dijunjung yang mempunyai makna dimana tempat kita tinggal disitulah aturan yang harus diikuti.

Pada saat bercerita tentang sejarah tersebut, masyarakat Desa Pelangko menyampaikan kekaguman mereka kepada para pendahulunya. Dizaman itu, sebagian besar masyarakatnya buta huruf tetapi mereka mengerti dengan hukum serta adat istiadat.

Mereka tidak mau saling mengganggu baik di kampung sendiri maupun dikampung tetangga. Mereka saling hormat menghormati dan bantu membantu antar  sesama mereka.

Hak orang lain diakui dan hak mereka dipergunakan dengan sebaik-baiknya serta dipertahankan, yang salah disalahkan dan yang benar dibenarkan. Mereka tidak mau menang sendiri jika ada masalah mereka menyelesaikannya dengan baik, adil, bijaksana serta dengan perdamaian.

Kepala Desa pertama atau dahulu dikenal dengan istilah penghulu yaitu bernama Datuk Dorik. Beliau dikenal dengan penghulu yang berkomunikasi baik dengan pemangku-pemangku adat seperti Datuk Setoi Kemao, Setio Perkaso, Toi Mudo serta Batin Tonang dan lain-lain. 

Beliau juga dikenal dengan beberapa pokok pikirannya yang sampai saat ini masih dikenang oleh masyarakat setempat dan menjadi panduan didalam bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun beberapa pokok pikirannya tentang Desa Pelangko :

  1. Surat izin mengambil sepotong tanah dengan bertujuan untuk dijadikan kampung yang dinamakan pada waktu itu Kampung Pelangko Baru dan seiring kemajuan zaman serta perubahan hingga sekarang dinamakan Desa Pelangko, adapun surat tersebut tertanggal pada tahun 1926
  2. Surat Bisluit/SK bahwa diangkatnya Dorik jadi penghulu Pelangko, yang dikeluarkan oleh Tuan Sultan Mahmud Sah Kerajaan Indragiri tertanggal 17 Desember 1927 di Rengat

 

Kawasannya desa pada waktu itu meliputi aliran Sungai Pelangko, Batang Boe-boe, Sungai Paku, seterusnya kesungai Hulu Binio yang berada dalam kawasan Desa Pelangko.

Penghulu Dorik saat itu menginginkan kawasan tersebut dijdadikan kampong Pelangko yang layaknya mempunyai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul adat istiadat setempat.

Era Baru Desa Pelangko

Sebagaimana layaknya desa yang sudah lama berdiri, tentu saja desa Pelangko ini memiliki banyak tetua dan tokoh adatnya di desa tersebut. Termasuklah Pejabat Kepala Desa (PJ Kades) saat ini juga merupakan salah satu tokoh adat yang sangat di hormati masyarakat setempat bahkan satu Kecamatan Kelayang.

Zulhanafiah SP MMA atau dikenal dengan sapaan Bang Zul, merupakan PJ Kades Pelangko saat ini. Beliau merupakan tokoh adat yang memiliki jenjang pendidikan S2 di Universitas Islam Riau.Selain sebagai PJ Kades, Bang Zul juga merupakan seorang dosen di salah satu kampus Inhu, yakni dosen Program Studi Agribisnis di Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri (ITB Indragiri).

Pada saat melakukan sesi wawancara, Bang Zul menyampaikan masyarakat Pelangko mayoritas penghasilannya dari kebun kelapa sawit dan Berjualan atau membuka usaha kecil-kecilan di desa.

“Mayoritas kami penghasilannya dari sawit dan karet serta pedagang sebagai pelaku UMKM didesa pelangko. Hal inilah yang menunjang perekonomian masyarakat Desa Pelangko,” terang Bang Zul.

Dalam menjalankan tugas sebagai PJ Kades, Bang Zul dibantu oleh 9 orang perangkat desa dan dibantu pengawasan oleh BPD yang diketuai Herman Has. Sedangkan untuk BUMDes sendiri diketuai oleh Teti Andini Putri.

Tokoh Adat Untuk Desa Beradat

Sebagaimana disampaikan, Zulhanafiah merupakan tokoh adat yang sangat cocok untuk Desa Pelangko yang memiliki budaya atau adat istiadat yang kental. Selayaknya desa tua yang memiliki kisah panjang perjalanan sebagai desa, begitu juga dengan Zulhanafiah juga memiliki panjang perjalanan hidupnya.

Bapak dari Azuliyus Naufal Azzami ini memulai perjalanan pendidikannya di SDN 030 Kota Medan dan saat ini sudah menyelesaikan pendidikan terakhir ditingkat S2 di Universitas Islam Riau Jurusan Manajemen Agribisnis. 

Dikenal aktif di berbagai bidang organisasi dan juga banyak memiliki karya yang banyak, bahkan di salah satu karyanya sudah masuk rekor MURI. Karyanya yang masuk rekor MURI yaitu Penulisan Gurindam Kalbu se ASEAN pada tahun 2022 lalu.

Selayaknya orang melayu yang kental dengan adat dan identik dengan berpantun, Bang Zul juga memiliki karya tulisan pantun yang dibukukan dengan judul Pantun Pesona Alam Dua Negara ( Indonesia dan Brunei Darussalam) pada tahun 2022 lalu. Bahkan juga memiliki karya di bidang Agribisnis yaitu Internasional Conference On Sustainable Agriculture, Food and Energi (SAFE) tahun 2023. 

Zulhanafiah memiliki istri bernama Yustuti yang juga merupakan salah seorang pendidik dan sudah menyelesaikan pendidikan S2 nya di bidang pendidikan.

Saat ini bisa dikatakan Zulhanafiah sosok kepala keluarga yang sangat menjunjung tinggi pendidikan dan adat. Hal inilah yang seharusnya bisa dijadikan contoh bahwa adat dan pendidikan selalu berjalan beriringan dan tidak bisa dipisahkan. Sesuai dengan kutipan Gurindam yang ditulisnya.

Barang siapa semangat belajar,

Tentu hidup akan di jalan yang benar.

Tuntutlah ilmu sepanjang masa,

Meski sampai ke negeri Cina.

Jangan malas membaca buku,

Karena buku gudangnya ilmu. **Adv/JMSI


 Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat

Jumat, 03 Juli 2026 - 22:11:23 WIB
Daerah

19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu

Kamis, 02 Juli 2026 - 13:18:51 WIB
Daerah

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif

Rabu, 01 Juli 2026 - 22:10:45 WIB
Daerah

Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:54:31 WIB
Daerah

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:25:20 WIB
Daerah

PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:56:57 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
    Dibaca: 233 Kali
  • 02
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 420 Kali
  • 03
    PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
    Dibaca: 225 Kali
  • 04
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 317 Kali
  • 05
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 351 Kali
  • 06
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 340 Kali
  • 07
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 378 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id