• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Ekonomi

Minyak Mentah Bisa Meroket US$ 100 per Barel Gara-Gara Ini

Fitri Aisah

Jumat, 04 Oktober 2024 18:19:14 WIB
Cetak
Minyak Mentah Bisa Meroket US$ 100 per Barel Gara-Gara Ini
Ilustrasi

BeritaOne.id - Goldman Sachs menyebut harga minyak mentah dapat melonjak US$ 20 per barel jika produksi Iran mengalami penurunan akibat pembalasan Israel.

Minyak mentah berjangka AS naik sekitar 5% pada Kamis dan melanjutkan kenaikannya pada perdagangan pagi ini di tengah kekhawatiran bahwa Israel dapat menyerang industri minyak Iran sebagai pembalasan atas serangan rudal Teheran minggu ini.

"Jika Anda melihat penurunan produksi Iran sebesar 1 juta barel per hari yang berkelanjutan, Anda akan melihat kenaikan puncak harga minyak tahun depan sekitar $20 per barel," kata Daan Struyven, kepala riset komoditas global Goldman Sachs, kepada acara "Squawk Box Asia" di CNBC pada hari Jumat (4/10).

Struyven mengatakan, jika anggota utama OPEC+ seperti Arab Saudi dan UEA mengimbangi beberapa penurunan produksi, pasar minyak dapat naik dengan besaran yang lebih kecil, yaitu kurang dari US$ 10 per barel.

Seperti diketahui, sejak konflik bersenjata Israel-Hamas dimulai pada 7 Oktober tahun lalu, hanya ada sedikit gangguan pada pasar minyak, dengan harga yang masih berada di bawah tekanan karena peningkatan produksi dari AS dan permintaan yang lesu dari China.

Namun, sentimen dapat berubah pekan ini. Harga minyak mentah AS baru saja mengalami kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke Israel, yang meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, para pengamat industri telah membunyikan alarm, memperingatkan adanya ancaman nyata terhadap pasokan.

Iran, yang merupakan anggota OPEC menjadi pemain kunci di pasar minyak global. Negara ini memproduksi hampir empat juta barel minyak per hari, dan sekitar 4% dari pasokan dunia dapat terancam jika infrastruktur minyak Iran menjadi target Israel karena negara tersebut mempertimbangkan untuk melakukan serangan balasan.

Analis energi senior di MST Marquee Saul Kavonic mengatakan isu tersebut mengangkat potensi Pulau Kharg di Iran, yang berkontribusi 90% atas ekspor minyak mentah negara tersebut, untuk menjadi target.

"Kekhawatiran yang lebih besar, apakah ini merupakan awal yang lebih dekat dari konflik yang lebih luas yang dapat berdampak pada transit melalui Selat Hormuz," tambahnya.

Analis lainnya berpendapat bahwa jika Israel menyerang industri minyak Iran, gangguan pasokan di Selat Hormuz dapat menjadi perhatian. Iran sebelumnya telah mengancam akan mengganggu aliran melalui Selat Hormuz jika sektor minyaknya terkena dampak.

Sebagai informasi, selat antara Oman dan Iran merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima dari produksi minyak harian dunia, menurut Administrasi Informasi Energi AS. Jalur air yang signifikan secara strategis ini menghubungkan produsen minyak mentah di Timur Tengah dengan pasar-pasar global utama.

Ketika ditanya oleh para wartawan pada hari Kamis apakah AS akan mendukung serangan Israel terhadap fasilitas-fasilitas minyak Iran, Presiden AS Joe Biden mengatakan pihaknya sedang mendiskusikan hal itu.

"Saya pikir itu akan sedikit," ungkapnya.

Sementara para analis minyak berpendapat bahwa pernyataan tersebut merupakan katalis yang menggerakkan harga lebih tinggi. CNBC telah menghubungi Gedung Putih untuk memberikan komentar.

"Dalam kasus perang skala penuh, Brent kemungkinan akan melonjak di atas US$ 100 per barel, dengan potensi penutupan selat yang mengancam harga US$ 150 per barel atau lebih," tulis BMI dari Fitch Solutions dalam sebuah catatan yang diterbitkan pada hari Rabu.

"Meskipun probabilitas perang skala penuh tetap relatif rendah, risiko salah langkah dari kedua belah pihak sekarang meningkat," kata analis BMI.

Meskipun beberapa analis industri percaya bahwa OPEC+ memiliki kapasitas cadangan yang cukup untuk mengkompensasi gangguan pada ekspor Iran jika Israel menargetkan infrastruktur minyaknya, kapasitas minyak cadangan dunia sebagian besar tetap terkonsentrasi di Timur Tengah, terutama di antara negara-negara Teluk, yang memiliki risiko jika konflik yang lebih besar memburuk.**BrOne-05


Sumber : CNBC /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Ekonomi

CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:27:00 WIB
Ekonomi

HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:12:00 WIB
Ekonomi

PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:37:59 WIB
Ekonomi

PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:34:00 WIB
Ekonomi

Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:15:00 WIB
Ekonomi

54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:53:05 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
18 Agustus 2026
HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
18 Agustus 2026
PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
17 Agustus 2026
Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
16 Agustus 2026
PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
16 Agustus 2026
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 238 Kali
  • 02
    HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
    Dibaca: 223 Kali
  • 03
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 445 Kali
  • 04
    PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
    Dibaca: 275 Kali
  • 05
    PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
    Dibaca: 310 Kali
  • 06
    Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
    Dibaca: 324 Kali
  • 07
    Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
    Dibaca: 254 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id